... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Yasser Murtaja, Wartawan Palestina yang Ditembak Zionis Hembuskan Nafas Terakhir

KIBLAT.NET, Gaza – Seorang reporter berita Palestina yang ditembak pasukan Israel saat meliput aksi unjuk rasa yang sedang berlangsung di Jalur Gaza dilaporkan meninggal dunia akibat luka yang dideritanya. Demikian Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan pada hari Jumat (06/04).

Menurut beberapa saksi mata, Yasser Murtaja (30) terluka tembak di bagian abdomen ketika sedang berada di perbatasan Gaza sebelah timur Khan Younis. Secara klinis abdomen terletak antara bagian dada (thorax) dan pelvis. Murtaja dengan sengaja ditembak oleh sekelompok tentara Israel padahal ia mengenakan jaket dengan penanda sangat jelas sebagai insan pers atau wartawan.

Sejak hari Jumat pagi, ribuan warga Palestina berkumpul di perbatasan sebelah timur Jalur Gaza dengan Israel untuk ambil bagian dalam aksi demonstrasi menentang pendudukan/penjajahan Israel.

Murtaja yang bekerja sebagai produser film, sebelumnya banyak terlibat dalam pembuatan sebuah film seri dokumenter yang disiarkan secara luas oleh media Arab dan luar negeri lainnya tentang situasi di Jalur Gaza.

Merujuk data Kementerian Kesehatan Palestina, kematian Yasser Murtaja pada hari Jumat itu menambah daftar panjang warga Palestina di Jalur Gaza yang gugur dalam satu pekan terakhir akibat tembakan senjata tentara Israel menjadi 31 orang. Selama periode yang sama, sebanyak 2.500 warga Palestina lainnya menjadi korban luka-luka akibat terjangan baik peluru karet maupun peluru hidup Israel.

BACA JUGA  Patroli Gabungan AS-Turki di Suriah Dimulai

Aksi demo di perbatasan Gaza-Israel yang dimulai pada hari Jumat lalu menjadi awal dimulainya aksi protes besar-besaran selama 6 pekan. Direncanakan aksi ini akan mencapai puncaknya pada tanggal 15 Mei nanti yang bertepatan dengan peringatan 70 tahun pendirian negara ilegal Israel. Ini merupakan peristiwa bersejarah yang oleh orang-orang Palestina disebut sebagai hari “Nakbah” atau “Malapetaka”.

Para demonstran menuntut supaya orang-orang Palestina yang mengungsi diberikan hak untuk pulang ke tanah air dan kembali ke kota-kota dan desa mereka di Palestina. Pada tahun 1948, mereka terusir dan terpaksa mengungsi sebagai jalan bagi terbentuknya negara baru Israel.

Sementara Israel telah mengerahkan ribuan tentara di sepanjang perbatasan dengan Gaza dan bersumpah akan menggunakan kekuatan mematikan terhadap siapa saja yang mengancam “infrastruktur keamanan” Israel.

Sumber: Worldbulletin
Redaktur: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Alumni Suriah Tegaskan Konflik di Suriah Meruncing pada Sunni-Syiah

Alumni Universitas di Suriah, Ustadz Irhamudin menegaskan bahwa presiden Suriah saat ini, Bashar Assad adalah pemimpin yang zalim. Ia juga menyebutkan, konflik di Suriah meruncing pada ahlu sunnah dan syiah.

Ahad, 08/04/2018 21:50 0

Indonesia

Tetap Hargai Sikap MUI, APPERTI Minta Proses Hukum Sukmawati Berlanjut

Menurut Pimpinan Pondok Pesantren Ibad Arrahman Pandeglang ini, jika kasus Sukmawati tidak diselesaikan melalui koridor hukum, maka itu akan menimbulkan preseden buruk di kemudian hari.

Ahad, 08/04/2018 15:15 0

Video Kajian

Syariat Islam, Apa Manfaatnya bagi Manusia?

KIBLAT.NET – Syariat Islam, Apa Manfaatnya bagi Manusia? Allah Ta’ala berfirman: أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ...

Ahad, 08/04/2018 14:44 0

Indonesia

Dianggap Menista Agama, PA 212 Desak Sukmawati Dipenjara

Ketua Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif turut memberikan orasinya dalam Aksi Bela Islam 64 seusai menjadi delegasi untuk menyampaikan tuntutan atas Sukmawati Soekarnoputri.

Ahad, 08/04/2018 13:41 0

Indonesia

Fahri Nilai Pemerintah Indonesia Belum Andil Selesaikan Konflik Suriah

KIBLAT.NET, Jakarta – Jurnalis Islam Bersatu (JITU) mengadakan diskusi soal konflik Suriah denngan tema ‘Tujuh...

Ahad, 08/04/2018 11:15 0

Indonesia

ACT: Umat Islam Harus Bersatu Bantu Muslim Suriah

Presiden ACT juga membantah jika ada yang mengatakan pembantaian di Suriah tidak ada. Menurutnya, pembantaian tersebut benar terjadi.

Ahad, 08/04/2018 08:10 0

Indonesia

Terjun Meliput Konflik Suriah, Begini Kesaksian Wartawan JITU

Ketua Umum Jurnalis Islam Bersatu (JITU), Muhammad Pizaro mengatakan bahwa JITU telah mengirimkan wartawannya sejak tahun 2013 untuk meliput kondisi di Suriah.

Ahad, 08/04/2018 06:57 0

Khazanah

Ketika Ibnu Abbas Ditanya Soal Hukum Nyanyian

"Bila datang hari kiamat, dan kau dapat melihat kebenaran dan kebatilan, lalu termasuk yang mana lagu atau nyanyian itu akan berkumpul?

Sabtu, 07/04/2018 11:42 0

Indonesia

Aksi Protes Terhadap Sukmawati di Poso Diikuti Ribuan Umat Islam

Aksi Protes Terhadap Sukmawati di Poso Diikuti Ribuan Umat Islam

Sabtu, 07/04/2018 09:03 0

Indonesia

Puisi SARA Sukmawati, PA 212: Hukum Harus Ditegakkan

Ketua Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif menekankan bahwa jika hanya minta maaf lalu hukum terhenti, maka keberadaan kepolisian, kejaksaan dan pengadilan tidak ada gunanya

Jum'at, 06/04/2018 23:35 0

Close