... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Sifat Zuhud, Modal Awal Perjuangan

Foto: ilustrasi

KIBLAT.NET – Cinta dunia adalah sebab lemahnya umat. karena kecintaan terhadap dunia akan melemahkan semangat untuk memperjuangkan Islam. jika semangat berjuang sudah lemah, bagaimana mungkin seorang akan bisa istiqomah. terlebih dalam menapaki jalan perjuangan banyak godaan-godaan duniawi.

Oleh karenanya di antara modal mereka yang ingin berjuang di jalan Allah adalah menghilangkan kecintaan dunia dengan sifat zuhud. Kalau kita berkaca pada generasi terbaik umat ini, teladan-teladan mulia akan kita temukan di setiap perjalanan hidup mereka. Salah satunya kezuhudannya terhadap dunia  membuat Allah mencintai mereka.

Kisah teladan pertama dari Al-Faruq, Umar bin Khattab. Rabi’ bin Ziyad al-Haritsi telah menceritakan sekelumit tentang hal ini dalam perkataannya:

Awalnya Rabi’ bin Ziyad ini adalah hanya seorang utusan yang diutus untuk menghadap Umar, lalu di tengah ia menjalankan tugasnya, terlihat ia sangat mangagumi atas kepribadian Umar. Suatu ketika ia mengadukan kepada Umar akan rasa tak nyaman yang dirasakannya akibat memakan makanan-makanan keras(sangat sederhana) seperti yang biasa dimakan Umar.

Sehingga Rabi’ berkata kepada beliau,” Wahai amirul mu’minin, sungguh orang yang paling pantas untuk mendapat makanan yang enak, bahan pakaian yang lembut, serta kendaraan tunggangan yang nyaman adalah engkau.”

Saat itu Umar tengah duduk bersandar, dengan menggenggam cabang pohon kurma di tangannya. Lalu kepala Rabi’ dipukulnya secara pelan dengan menggunakan cabang pohon itu, kemudian Umar berkata kepadanya,” Demi Allah, aku melakukan ini agar engkau merasa dekat denganku, sebab aku rasa ada banyak kebaikan dalam dirimu. Selanjutnya marilah aku kabarkan padamu tentang perumpamaan antara aku dan seluruh rakyatku, perumpamaan kami adalah seperti suatu kaum yang sedang melakukan perjalanan jauh, lalu mereka mempercayakan urusan nafkah mereka kepada salah satu laki-laki di antara mereka. Sehingga ketika salah satu kaum itu meminta nafkah kepadanya, akankah ia lebih mengutamakan dirinya sendiri atas diri mereka?!”

Maka ia menjawab,” Tentu tidak.”

Kisah yang lain adalah saudagar kaya yang wakafnya masih bisa dinikmati saat ini, sahabat Utsman bin Affan radhiyallahu ‘anhu. Siapa yang tidak mengenal beliau sebagai donatur tetap umat Islam saat itu. Kekayaannya yang melimpah ruah tidak menjadikannya jumawa sebagaimana Qarun laknatullah alaihi.

Kezuhudan Utsman ditunjukkan dengan ringan tangannya masalah harta. Tercatat dalam sejarah berkali-kali ia mendermakan hartanya untuk perjuangan umat Islam tanpa keraguan. Ketika ia menjadi khalifah sepeninggal Amirul Mukminin Umar bin Khattab, hartanya yang melimpah dan kedudukannya sebagai orang nomer satu di tubuh umat Islam saat itu justru membuatnya makin zuhud dan tawadhu’.

BACA JUGA  Prosesi Cium Tangan Ketua MUI oleh Sukmawati

Dalam Shifwatush-Shafwah 1/116 disebutkan ketika Utsman bin Affan berkhutbah di atas mimbar pada hari Jumat mengenakan kain mantel yang tebal (kasar), harganya berkisar empat atau lima dirham. Kain ikat kepalanya juga ada yang robek. Diriwayatkan dari Al-Hasan, dia berkata, “Aku pernah melihat Utsman bin Affan yang datang ke masjid dalam keadaan seperti itu, pada saat dia sudah menjadi khalifah.”

Kalau kita mau menggali lebih dalam tentu banyak kisah-kisah lain yang tak kalah mengagumkan. Lewat kisah yang telah digoreskan dengan tinta emas itulah keteladanan diperagakan. Figur-figur manusia yang dipoles dengan sentuhan keimanan dan bimbingan Rasulullah secara langsung patut kita jadikan panutan terutama dalam mendudukkan dunia di dalam kehidupan.

Jangan Mudah Terperangah dengan Dunia

Dunia itu memang manis lagi hijau sebagaimana disebutkan dalam hadits riwayat Baihaqi dari sahabat Ibnu Umar.  Maka dari itu, Al-Quran menekankan pentingnya bekerja keras untuk mendapatkan karunia Allah, dalam konteks ini harta benda, bagi setiap muslim. Namun,manisnya dan hijaunya dunia hanyalah sementara dan hal itu bukanlah menjadi tujuan hidup bagi seorang muslim. Dunia dan isinya hanyalah menjadi wasilah untuk menggapai kehidupan abadi di akhirat. Salah satu ayat yang menegaskan pentingnya mencari dan memperoleh karunia tersebut adalah

فَإِذَا قُضِيَتِ ٱلصَّلَوٰةُ فَٱنتَشِرُواْ فِى ٱلأَرضِ وَٱبتَغُواْ مِن فَضلِ ٱللَّهِ وَٱذكُرُواْ ٱللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُم تُفلِحُونَ -١٠

“Apabila telah ditunaikan shalat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.” (QS.Al-Jumu’ah : 10).

Kita tahu dan sadar bahwa ada sebagian syariat Allah  membutuhkan harta dalam pelaksanaanya. Infaq, zakat, jihad dan lainnya adalah amalan-amalan yang menuntut hadirnya harta.

Maka dari itu, seperti yang telah disebutkan di atas bahwa harta bagi para salaf hanyalah sarana mendapatkan keridhaan-Nya. Sikap zuhud mengantarkan mereka bagaimana memperlakukan dunia. Sekaligus hal ini menjadi modal perjuangan menegakkan izzatul Islam dan tauladan bagi mujahid masa kini.

BACA JUGA  Terduga Teroris Bisa Disadap Setahun, Komnas HAM: RUU Terorisme Keterlaluan

Jalan jihad adalah jalan yang berat. Sikap zuhud terhadap dunia adalah modal awalnya. Kenapa menjadi modal awal perjuangan? Karena hiruk pikuk dunia terkadang memberatkan seorang muslim untuk berangkat ke medan jihad. Orang yang telah meletakkan harta di hatinya tentu tidak rela meninggalkan dunia yang manis dan hijau. Tetapi bagi insan yang meletakkan dunia di tangannya, sangat mudah baginya melemparkan gemerlap dunia menuju medan perjuangan.

Yang kedua, kenapa zuhud menjadi modal perjuangan? Sebuah keniscayaan bahwa onak dan duri akan menghalangi setiap langkah mujahid. Hambatan perjuangan tak selalu berupa siksaan dan ancaman kematian, juga berupa iming-iming harta yang manis dan hijau. Saat hambatan ini datang sikap zuhudnya lah yang akan berbicara. Apakah harta yang bergelimang akan juga membuat semangat jihadnya menggelepar atau justru menoleh membelakangi iming-iming dunia? Lagi-lagi sikap zuhudnya lah yang akan berbicara.

Yang ketiga, kenapa zuhud menjadi modal awal perjuangan? Zuhud terhadap dunia akan menghadirkan cinta Allah. Salah satu ciri orang dicintai-Nya adalah Allah akan menuntun pendengaran, penglihatan, tangan dan kaki hamba-Nya menuju kebenaran. Syaikh Utsaimin rahimahullah ketika mensyarah hadits ke-38 Arbain Nawawiyah mengatakan bahwa orang yang dicintai Allah akan senantiasa mendapatkan bimbingannya. Sehingga seluruh anggota badannya akan bergerak ke arah yang diridhoi Allah.

Maka, mujahid yang zuhud akan dicintai Allah. Setiap langkahnya dalam bimbingan Allah, ketika dirinya dalam penawanan musuh dan diiming-imingi dunia, bimbingan Allah akan menuntunnya pada keputusan tepat yang diridhoi Allah. Masya Allah… Di saat-saat genting dan mencekam itulah keimanan sejati yang akan membuktikannya.

Dibalik sikap zuhud yang akan mengundang cinta Allah dan manusia ternyata ini menjadi modal awal bagi para pejuang fi sabilillah. Maka dari itu, carilah dunia untuk akhirat, letakkan dunia di tangan jangan di hati. Karena suatu saat jika panggilan itu datang lebih mudah untuk melemparkannya  jika ia diletakkan di tangan daripada harus merogoh ke dalam hati terlalu dalam. Wallahu a’lam bi shawab. 

Penulis : Dhani El_Ashim
Editor: Arju

Sumber

  1. Syarah Hadits Arbain Nawawiyah syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin.
  2. 185 Kisah Zuhud dan Ibadah Para Sahabat, syaikh Majdi Fathi As-Sayyid
... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

70 Korban Mati Lemas akibat Gas Beracun Rezim Suriah

Serangan gas beracun di Douma menjadi serangan paling mematikan di dekat ibukota Suriah, Damaskus. Sedikitnya 70 orang dinyatakan tewas dan ratusan lainnya terpapar gas.

Senin, 09/04/2018 18:33 0

Indonesia

Silatnas Ke-4 di Bogor, Pejuang Subuh Usung Slogan ‘Shalat Subuh Seramai Shalat Jumat’

Yayasan Pejuang Subuh Indonesia akan menyelenggarakan Silaturahim Nasional ke-4 di Bogor, Jawa Barat dalam rangka membentuk karakter para pemuda Islam yang kokoh dan selalu memakmurkan masjid khususnya di waktu Subuh. 

Senin, 09/04/2018 18:18 0

Khazanah

Begini Gaya Kepemimpinan Umar bin Khattab yang Sederhana dan Merakyat

KIBLAT.NET - Bicara tentang sosok pemimpin yang sederhana dan merakyat, tentu profil Umar bin Khattab menjadi salah satu referensi yang sulit untuk dilewatkan. Selain kepemimpinan, keberanian dan kewibawaannya, Umar bin Khattab dikenal juga sebagai pemimpin yang cukup dekat dengan rakyatnya.

Senin, 09/04/2018 17:46 0

Ruang Publik

Mari Berdonasi untuk Pengobatan Yasmin Umayyah dari Kelumpuhan Otak

Masa kecil Yasmin Umayyah tak seceria teman-teman seusianya. Penyakit yang ia derita menyebabkan Yasmin hanya bisa terbaring lemah di rumah kontrakan di Kavling Rawa Bambu Bulak, Kalibaru, Medan Satria, Bekasi.

Senin, 09/04/2018 17:42 0

Indonesia

Pimpinan STIE Ahmad Dahlan Protes Keras Kampusnya Dimintai Data Dosen

Mukhaer menilai bahwa tindakan tersebut tidak lazim. Sebab, jika pendataan dilakukan kepada masyarakat umum tentu tidak masalah. Namun, pendataan ini di kampus.

Senin, 09/04/2018 17:17 0

Opini

Konsep Tauhid yang Fatal dalam Pidato Soal Kaos Jokowi, Apa itu?

Siapa sangka sebelumnya, tagar #2019GantiPresiden ternyata sangat viral? Tagar yang salah satunya dipopulerkan dalam bentuk kaos itu bahkan mendapatkan reaksi langsung dari Presiden Joko Widodo.

Senin, 09/04/2018 16:33 3

Indonesia

Aparat Mintai Daftar Dosen dan Khatib di Kampus Muhammadiyah, Ada Apa?

Kampus Muhammadiyah Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ahmad Dahlan (STIEAD) di Cirendau, Tangerang tiba-tiba mendapat tamu dari pihak aparat keamanan. Pihak kampus kemudian diminta untuk menyerahkan data dosen dan khatib Jumat serta materi khutbah namun tidak diberikan. Apa yang sebenarnya terjadi?

Senin, 09/04/2018 16:12 0

Suriah

Puluhan Sipil Tewas dalam Serangan Gas Beracun Rezim Assad di Douma

Milisi rezim Assad menargetkan Douma, sebuah kota di Ghouta timur dengan gas beracun pada Sabtu (07/04/2018). Akibatnya, lebih dari 75 warga sipil tewas, sementara ratusan lainnya menderita sesak napas.

Senin, 09/04/2018 10:47 0

Amerika

Persatuan Wartawan Palestina Demo PBB

Para jurnalis itu membawa foto Mortaji seraya mengutuk pelanggaran berulang Israel terhadap jurnalis yang meliput bentrokan di perbatasan timur Jalur Gaza. Padahal, para jurnalis yang terjun telah menggunakan standara aturan jurnalisme dan memakai identitas pers.

Senin, 09/04/2018 10:11 0

Suriah

Kesepakatan Akhir antara Jaisyul Islam dan Rusia Resmi Diumumkan

“Kesepakatan akhir antara Moskow dan Jaisyul Islam mengharuskan seluru pejuang oposisi bersenjata yang menduduki Duma keluar menuju pedesaan Aleppo utara dekat dengan perbatasan Turki,” kata Komite Sipil untuk Negosiasi di Duma, seperti dilansir Al-Jazeera, Senin (09/04).

Senin, 09/04/2018 09:17 0

Close