... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Titian

Pelecehan Cadar, Pemicu Perang Bani Qainuqa’

Foto: Cadar, salah satu syariat Islam

KIBLAT.NET – Puisi yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri dalam gelaran Indonesian Fashion Week Menyambut 29 tahun karya Anne Avantie di JCC Jakarta beberapa waktu lalu, menuai keresahan terkhusus umat Islam. Puisi yang berjudul Ibu Indonesia dianggap sebagian kalangan telah menyinggung umat Islam, salah satunya adalah penggunaan diksi cadar. Pasalnya dalam puisinya dikatakan tusuk konde lebih cantik dari cadar.

Di sisi lain, cadar merupakan ajaran agama Islam. Tidak disalahkan jika umat kemudian marah dengan puisi Sukmawati. Sekecil dan seremeh apa pun syari’at Islam, itu adalah ajaran Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam yang mulia. Kejadian yang hampir serupa pernah beliau shalallahu ‘alaihi wa sallam alami di masa hidupnya, yaitu pelecehan cadar muslimah yang menjadi pemantik perang Bani Qainuqa’.

Dengki dengan umat Islam

Berawal dari kemenangan umat Islam dalam perang Badar yang semakin membakar api kedengkian yang terpendam lama dalam hati orang-orang Yahudi Bani Qainuqa’. Mereka memendam dengki sekian lama, namun tidak bisa menumpahkannya karena terikat perjanjian. Kondisi ini memancing orang-orang Yahudi untuk melakukan tindakan-tindakan tertentu supaya lepas dari ikatan perjanjian. Sebagaimana dikatakan dalam beberapa buku Sirah Nabawiyah :

Artinya, “Karena orang-orang Yahudi tidak mematuhi perjanjian yang mereka sepakati bersama Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, tidak komitmen, dan justru mereka menyikapi Rasul shalallahu ‘alaihi wa sallam dan kaum muslimin sebagai musuh. Mereka tampakkan kemarahan dan dengki mereka ketika umat Islam menang dari perang Badar, dan terang-terangan memusuhi kaum muslimin.” (Nadhratun Na’im, 1/296)

Jauh sebelum itu, sebenarnya orang-orang Yahudi ini dengki dengan umat Islam sejak diangkatnya Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai nabi terakhir. Pengetahuan mereka terhadap jati diri Muhammad tidak kurang sama sekali. Allah telah mengabarkan bahwa orang-orang Yahudi mengenal Muhammad sebagaimana mereka mengenal anaknya sendiri. Namun mereka tetap tidak mau masuk Islam dan tetap Yahudi dikarenakan rasa dengki mereka.

Allah berfirman :

وَدَّ كَثِيرٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ لَوْ يَرُدُّونَكُمْ مِنْ بَعْدِ إِيمَانِكُمْ كُفَّارًا حَسَدًا مِنْ عِنْدِ أَنْفُسِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمُ الْحَقُّ

Sebahagian besar ahli kitab menginginkan agar mereka dapat menjadikan kalian kembali kafir setelah kamu beriman, karena dengki yang (timbul) dari diri mereka sendiri, setelah nyata bagi mereka kebenaran” (QS. Al-Baqarah: 109)

Ibnu Katsir mengatakan :

Artinya, “Allah ta’ala memperingatkan para hamba-Nya yang beriman tentang tingkah laku orang-orang kafir dari Ahli Kitab, dan memberitahukan akan permusuhan mereka yang disembunyikan maupun yang ditampakkan. Mereka menyimpan rasa dengki kepada orang-orang beriman meskipun mereka mengetahui kemuliaan orang-orang mukmin dan kemuliaan Nabi mereka. Allah memerintahkan orang-orang beriman untuk berlapang dada, mengampuni dan waspada sampai datang perintah Allah berupa kemenangan.” (Tafsir Ibnu Katsir, 1/264)

BACA JUGA  Aparat Mintai Daftar Dosen dan Khatib di Kampus Muhammadiyah, Ada Apa?

Namun, kedengkian yang mereka simpan dalam hati tidak bisa tertahan lagi. Sehingga keluarlah perkataan ataupun perbuatan yang justru menunjukkan kedengkian mereka. Allah jelaskan maksud perkataan mereka yang menyinggung Nabi dan Umat Islam dalam ayat-Nya :

قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ

“Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi.” (Qs. Ali Imran : 118)

Tentang ayat ini, Imam ath-Thabari berkomentar tentang angan-angan musuh-musuh Islam :

يَتَمَنَّوْنَ لَكُمُ الْعَنَتَ وَالشَّرَّ فِي دِينِكُمْ وَمَا يَسُوءُكُمْ وَلَا يَسُرُّكُمْ

“Mereka berharap kebinasaan pada kalian dan keburukan pada agama kalian, serta apapun yang membuat kalian susah.” (Tafsir ath-Thabari, 5/709)

Mereka Suka berkhianat

Kedengkian Bani Qainuqa’ terlihat dari pengkhianatan-pengkhianatan terhadap perjanjian yang disepakati bersama Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam. Bukti-bukti pengkhianatan mereka telah tampak, namun ditanggapi dengan sabar oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dan mengingatkan mereka :

Artinya “Hai golongan Yahudi, takutlah kamu sekalian dari kemurkaan Allah seperti yang telah menimpa kepada kaum Quraisy, dan Islam lah kalian, karena sesungguhnya kalian telah mengetahui bahwa sesungguhnya aku ini seorang Nabi yang diutus. Kalian mengetahui yang demikian itu dalam kitab kalian dan perjanjian Allah kepada kalian.” (Ibnu Hisyam, 2/47)

Mereka tidak mau kalah dengan menimpali Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam perkataan :

Artinya,“Hai Muhammad, kamu telah mengerti bahwa kami ini kaummu, kamu jangan terpedaya lantaran telah memperoleh kemenangan, engkau bertempur dengan orang-orang yang tidak pandai berperang, maka tentu saja memperoleh kemenangan. Tetapi demi Allah, jika kami memerangi kamu, niscaya kamu akan mengetahui sendiri. Karena kami ini sesungguhnya adalah orang-orang yang kuat”. (Ibnu Hisyam, 2/47)

Bani Qainuqa’ adalah kaum pengkhianat pertama dalam sejarah Islam. Karena ulah mereka, Allah ta’ala menurunkan ayat :

وَ اِمَّا تَخَافَنَّ مِنْ قَوْمٍ خِيَانَةً فَانْبِذْ اِلَيْهِمْ عَلى سَوَآءٍ، اِنَّ اللهَ لاَ يُحِبُّ اْلخَآئِنِيْنَ

“Dan jika kamu khawatir akan (terjadi) pengkhianatan dari suatu golongan, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka dengan cara yang jujur. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat.” (QS. Al-Anfaal : 58)

Ibnu Katsir mengatakan :

لِيَكُنْ عِلْمُكَ وَعِلْمُهُمْ بِنَبْذِ الْعُهُودِ عَلَى السَّوَاءِ

“Supaya kamu dan mereka sama-sama mengetahui telah batalnya perjanjian.” (Tafsir Ibni Katsir, 5/388)

Melecehkan cadar muslimah

Maha Besar Allah yang telah mengabarkan apa yang tersembunyi dalam hati mereka. Apa yang dilakukan oleh Sukmawati, telah nyata kebenciannya terhadap cadar yang dikenakan muslimah sebagai wujud ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya.

Kasus pelecehan cadar yang dikenakan muslimah itulah yang menjadi pemicu perang Bani Qainuqa’. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam dengan segenap kebijaksanaannya merespon pelecehan cadar itu dengan perang dan pengusiran. Sebagaimana yang diceritakan oleh Ibnu Hisyam dalam Sirah-nya :

BACA JUGA  Rusia Munculkan Konspirasi terkait Pelaku Serangan Kimia di Douma

Artinya, “Diantara perkara yang menyebabkan perang Bani Qainuqa’, bahwa ada seorang perempuan Arab (muslimah) datang (ke Bani Qainuqa’) dengan membawa barang dagangan. Di pasar bani Qainuqa’, Ia menjual barang-barangnya tersebut dan duduk di depan penjual perhiasan. Orang-orang Yahudi meminta dirinya untuk membuka wajahnya (cadarnya), namun ia menolak. Karena itu, penjual perhiasan itu (yahudi) mengikat ujung kain kerudungnya dengan sesuatu di belakangnya. Maka, ketika muslimah tadi berdiri tersingkaplah auratnya. Orang-orang Yahudi itu tertawa, seketika itu pula muslimah tadi berteriak. Melompatlah seorang muslim ke penjual perhiasan itu yang Yahudi dan membunuhnya. Orang-orang Yahudi yang lain pun geram dan mengroyoknya hingga terbunuh. Orang-orang muslim berteriak minta tolong atas kelakuan orang-orang Yahudi. Kaum muslimin marah. Kemudian perang terjadi antara kaum Muslimin dan Bani Qainuqa’.” (Sirah Ibnu Hisyam, 2/48 dan As-Shalabi, Ghazwatur Rasul, hlm. 88)

Perang Bani Qainuqa’ sebagai respon terhadap pelecehan cadar muslimah yang dilakukan orang-orang Yahudi. Dalam peristiwa ini, seolah-olah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam yang dicintai oleh umat Islam ingin memberikan contoh kepada umatnya bahwa pelecehan syari’at harus di-hisab, dihukum. Sehingga wajar jika umat Islam Indonesia menuntut tegaknya hukum atas pelecehan cadar yang dilakukan oleh Sukmawati.

Dahulu Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam menjawab pelecehan cadar ini dengan perang Bani Qainuqa’, menunjukkan ketegasan beliau dalam membela ajaran Islam. Umat Islam hari ini yang turun ke jalan untuk menjawab pelecehan cadar yang merupakan bagian dari ajaran Islam adalah jawaban yang wajar. Hal ini tidak lain karena getirnya hati ketika mendengar ajaran Islam direndahkan, dibanding-bandingkan dengan budaya ciptaan manusia.

Supaya hukum ditegakkan atas mereka, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam tidak berhenti mengejar dan mengepung mereka hingga pengepungan berlangsung selama lima belas hari. Ash-Shalabi mengatakan :

فَحَاصَرَهُمْ النبي صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خمسة عشرة ليلة

“Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam mengepung mereka hingga lima belas malam.” (As-Shalabi, Ghazwatur Rasul, hlm. 89).

Diceritakan oleh ash-Shalabi bahwa ketika Bani Qainuqa’ merasa tertekan dengan pengepungan ini, akhirnya mereka bersedia menerima keputusan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan agar para lelaki mereka diikat. Dalam kondisi ini, muncullah `Abdullâh bin Ubay, munafik yang terus-menerus meminta kepada Rasulullah agar mereka dilepaskan karena mereka ini adalah para sekutunya. Karena diminta terus-menerus, akhirnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memenuhi permintaan untuk melepaskan mereka dari ikatan dan memerintahkan mereka agar meninggalkan Madinah. Wallahu’alam bis showab

Penulis: Zamroni
Editor: Arju

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Puluhan Sipil Tewas dalam Serangan Gas Beracun Rezim Assad di Douma

Milisi rezim Assad menargetkan Douma, sebuah kota di Ghouta timur dengan gas beracun pada Sabtu (07/04/2018). Akibatnya, lebih dari 75 warga sipil tewas, sementara ratusan lainnya menderita sesak napas.

Senin, 09/04/2018 10:47 0

Amerika

Persatuan Wartawan Palestina Demo PBB

Para jurnalis itu membawa foto Mortaji seraya mengutuk pelanggaran berulang Israel terhadap jurnalis yang meliput bentrokan di perbatasan timur Jalur Gaza. Padahal, para jurnalis yang terjun telah menggunakan standara aturan jurnalisme dan memakai identitas pers.

Senin, 09/04/2018 10:11 0

Suriah

Kesepakatan Akhir antara Jaisyul Islam dan Rusia Resmi Diumumkan

“Kesepakatan akhir antara Moskow dan Jaisyul Islam mengharuskan seluru pejuang oposisi bersenjata yang menduduki Duma keluar menuju pedesaan Aleppo utara dekat dengan perbatasan Turki,” kata Komite Sipil untuk Negosiasi di Duma, seperti dilansir Al-Jazeera, Senin (09/04).

Senin, 09/04/2018 09:17 0

Myanmar

Myanmar Tak Serius Pulangkan Pengungsi Rohingya

“Situasi saat ini tidak menguntungkan untuk memulangkan Muslim Rohingya, meskipun pihak berwenang Myanmar mengatakan siap untuk menerima mereka kembali,” kata Mueller di hari terakhir kunjungannya ke Arakan yang berlangsung enam hari, Ahad (08/04).

Senin, 09/04/2018 08:44 0

Indonesia

Alumni Suriah Tegaskan Ada Pembantaian di Negara Tersebut

"Jika ada yang berpendapat di Suriah konflik akidah, boleh jadi. Karena yang dateng kesana siapa, melawan siapa kita kan sudah mengetahui," tuturnya.

Senin, 09/04/2018 07:32 0

Suriah

Yasser Murtaja, Wartawan Palestina yang Ditembak Zionis Hembuskan Nafas Terakhir

Yasser Murtaja (30) terluka tembak di bagian abdomen ketika sedang berada di perbatasan Gaza sebelah timur Khan Younis

Senin, 09/04/2018 06:36 0

Indonesia

Alumni Suriah Tegaskan Konflik di Suriah Meruncing pada Sunni-Syiah

Alumni Universitas di Suriah, Ustadz Irhamudin menegaskan bahwa presiden Suriah saat ini, Bashar Assad adalah pemimpin yang zalim. Ia juga menyebutkan, konflik di Suriah meruncing pada ahlu sunnah dan syiah.

Ahad, 08/04/2018 21:50 0

Indonesia

Tetap Hargai Sikap MUI, APPERTI Minta Proses Hukum Sukmawati Berlanjut

Menurut Pimpinan Pondok Pesantren Ibad Arrahman Pandeglang ini, jika kasus Sukmawati tidak diselesaikan melalui koridor hukum, maka itu akan menimbulkan preseden buruk di kemudian hari.

Ahad, 08/04/2018 15:15 0

Video Kajian

Syariat Islam, Apa Manfaatnya bagi Manusia?

KIBLAT.NET – Syariat Islam, Apa Manfaatnya bagi Manusia? Allah Ta’ala berfirman: أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ...

Ahad, 08/04/2018 14:44 0

Arab Saudi

Saudi Dilaporkan Tutup Akun Twitter Imam Mekkah Syaikh Al-Shuraim

Imam yang lahir di Riyadh pada tahun 1964 itu telah memegang beberapa posisi akademis senior, termasuk Dekan dan Profesor Spesialis di Universitas Ummul Qura di Mekkah.

Ahad, 08/04/2018 14:16 0

Close