... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Myanmar Tak Serius Pulangkan Pengungsi Rohingya

Foto: Kamp Pengungsi Rohingya/ilustrasi

KIBLAT.NET, Washington – Asisten Sekretaris Jenderal PBB untuk Urusan Kemanusiaan, Ursula Mueller, mengatakan bahwa Myanmar belum siap memulangkan ratusan ribu Rohingya yang melarikan diri ke Bangladesh. Warga Rohingya mengungsi ke negara tetangga itu untuk menghindari kampanye militer berdarah di negara bagian Arakan, dan menyaksikan pembunuhan, pemerkosaan massal dan pembakaran ratusan desa.

“Situasi saat ini tidak menguntungkan untuk memulangkan Muslim Rohingya, meskipun pihak berwenang Myanmar mengatakan siap untuk menerima mereka kembali,” kata Mueller di hari terakhir kunjungannya ke Arakan yang berlangsung enam hari, Ahad (08/04).

Dia menunjukkan, selama kunjungan, dia melihat banyak desa dan kampung yang dibakar dan dihancurkan. Sementara tidak terlihat atau terdengar informasi persiapan pemerintah Myanmar untuk menyambut kembali pengungsi.

Mulller mengunjungi daerah-daerah di Arakan yang paling parah terkena kampanye militer brutal Myanmar. Dia bertemu dengan menteri pertahanan dan perbatasan, presiden yang bertindak di negara itu Aung San Suu Kyi dan pejabat sipil lainnya.

Dalam kesempatan wawancara dengan AFP, Mueller menggambarkan situasi memprihatinkan sekitar 400 Rohingya yang bertahan di Arakan. Mereka hidup seperti dalam penjara. Seluruh gerak dan tindakan warga minoritas Muslim itu dibatasi.

Dia juga menyatakan keprihatinannya tentang memburuknya situasi di kamp pengungsian menyusul pernyataan pemerintah Bangladesh bahwa pihaknya tidak bisa memberi bantuan lagi kepada pengungsi Rohingya itu.

BACA JUGA  Terbitkan Hasil Wawancara Dengan Pemberontak, Jurnalis Ini Malah Dikenai UU Anti-Terror

Lebih dari 700 ribu Muslim Rohingya melarikan diri Arakan ke negara tetangga Bangladesh sejak kampanye militer yang diluncurkan oleh tentara dan pasukan keamanan dan kelompok bersenjata Budha akhir Agustus tahun lalu. Kampanye itu dengan dalih menanggapi serangan oleh apa yang disebut Tentara penyelamatan Roheenga Arakan di situs keamanan mulai.

Organisasi internasional telah mengkonfirmasi lebih dari 300 desa yang terbakar di Arakan, dan telah mendokumentasikan ratusan pembunuhan, perkosaan dan serangan lainnya terhadap minoritas bersenjata. Pejabat di Myanmar mengklaim bahwa desa-desa telah dihancurkan untuk memungkinkan pemukiman kembali pengungsi.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Alumni Suriah Tegaskan Ada Pembantaian di Negara Tersebut

"Jika ada yang berpendapat di Suriah konflik akidah, boleh jadi. Karena yang dateng kesana siapa, melawan siapa kita kan sudah mengetahui," tuturnya.

Senin, 09/04/2018 07:32 0

Indonesia

Alumni Suriah Tegaskan Konflik di Suriah Meruncing pada Sunni-Syiah

Alumni Universitas di Suriah, Ustadz Irhamudin menegaskan bahwa presiden Suriah saat ini, Bashar Assad adalah pemimpin yang zalim. Ia juga menyebutkan, konflik di Suriah meruncing pada ahlu sunnah dan syiah.

Ahad, 08/04/2018 21:50 0

Indonesia

Tetap Hargai Sikap MUI, APPERTI Minta Proses Hukum Sukmawati Berlanjut

Menurut Pimpinan Pondok Pesantren Ibad Arrahman Pandeglang ini, jika kasus Sukmawati tidak diselesaikan melalui koridor hukum, maka itu akan menimbulkan preseden buruk di kemudian hari.

Ahad, 08/04/2018 15:15 0

Video Kajian

Syariat Islam, Apa Manfaatnya bagi Manusia?

KIBLAT.NET – Syariat Islam, Apa Manfaatnya bagi Manusia? Allah Ta’ala berfirman: أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ...

Ahad, 08/04/2018 14:44 0

Indonesia

Dianggap Menista Agama, PA 212 Desak Sukmawati Dipenjara

Ketua Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif turut memberikan orasinya dalam Aksi Bela Islam 64 seusai menjadi delegasi untuk menyampaikan tuntutan atas Sukmawati Soekarnoputri.

Ahad, 08/04/2018 13:41 0

Indonesia

Fahri Nilai Pemerintah Indonesia Belum Andil Selesaikan Konflik Suriah

KIBLAT.NET, Jakarta – Jurnalis Islam Bersatu (JITU) mengadakan diskusi soal konflik Suriah denngan tema ‘Tujuh...

Ahad, 08/04/2018 11:15 0

Indonesia

ACT: Umat Islam Harus Bersatu Bantu Muslim Suriah

Presiden ACT juga membantah jika ada yang mengatakan pembantaian di Suriah tidak ada. Menurutnya, pembantaian tersebut benar terjadi.

Ahad, 08/04/2018 08:10 0

Indonesia

Terjun Meliput Konflik Suriah, Begini Kesaksian Wartawan JITU

Ketua Umum Jurnalis Islam Bersatu (JITU), Muhammad Pizaro mengatakan bahwa JITU telah mengirimkan wartawannya sejak tahun 2013 untuk meliput kondisi di Suriah.

Ahad, 08/04/2018 06:57 0

Khazanah

Ketika Ibnu Abbas Ditanya Soal Hukum Nyanyian

"Bila datang hari kiamat, dan kau dapat melihat kebenaran dan kebatilan, lalu termasuk yang mana lagu atau nyanyian itu akan berkumpul?

Sabtu, 07/04/2018 11:42 0

Indonesia

Aksi Protes Terhadap Sukmawati di Poso Diikuti Ribuan Umat Islam

Aksi Protes Terhadap Sukmawati di Poso Diikuti Ribuan Umat Islam

Sabtu, 07/04/2018 09:03 0

Close