... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Konsep Tauhid yang Fatal dalam Pidato Soal Kaos Jokowi, Apa itu?

Foto: Kaos #2019GantiPresiden (foto: Jawapos)

KIBLAT.NET— Siapa sangka sebelumnya, tagar #2019GantiPresiden ternyata sangat viral? Tagar yang salah satunya dipopulerkan dalam bentuk kaos itu bahkan mendapatkan reaksi langsung dari Presiden Joko Widodo.

Saat menghadiri Konvensi Nasional Galang Kemajuan Tahun 2018 di Ballroom Puri Begawan, Bogor, Sabtu 0(7/04/2018) lalu, Presiden Jokowi menyinggung kaos tersebut.

“Sekarang isunya ganti, kaos. Ganti presiden 2019. Ya kan? Pakai kaos. Masak kaos bisa ngganti presiden? Yang bisa ngganti presiden itu rakyat,” katanya setengah meledak-ledak.

“Kalau rakyat mau berkehendak, ya bisa. Kalau rakyat nggak mau, ya nggak bisa. Yang kedua ada kehendak dari Allah SWT. Masak pakai kaos itu bisa ngganti presiden,” imbuhnya.

Karuan saja, pidato Presiden itu mendapatkan respon balik dari warganet. Banyak yang bilang Jokowi terlihat panik. Padahal, sebelum kaos #2019GantiPresiden, sebelumnya sudah beredar kaos bertuliskan “Jokowi 2 Periode.”

Sayangnya, banyak lupa bahwa ada masalah tauhid yang perlu diluruskan dalam curhat Presiden Jokowi tersebut. Jokowi menyebut, hanya kehendak rakyatlah yang bisa mengganti presiden. Lalu setelah rakyat, yang kedua, ada kehendak Allah SWT.

Sahabat Ibnu Abbas, setelah mengingatkan bahwa menjadikan sekutu bagi Allah adalah syirik, dan syirik itu dosa yang lebih samar daripada jejak semut yang merayap di atas batu hitam di kegelapan malam, Ibnu Abbas memberikan beberapa contohnya.

“Atau perkataan seseorang kepada temannya,’ Atas kehendak Allah dan kehendakmu.’ Atau perkataan seseorang,’ Kalaulah bukan karena Allah dan fulan.’ Janganlah Engkau sebutkan di dalamnya, ’Fulan’. Semua ini adalah perbuatan syirik terhadap Allah.”

BACA JUGA  BJ Habibie, Profil Muslim Jenius yang Dikhianati

Menyebut mahluk sebagai sebab sebuah perkara berdampingan dengan Allah saja dilarang. Seperti ucapan, “Kalaulah bukan kehendak Allah dan kehendak rakyat, 2019 pasti ganti presiden.” Ucapan ini menganduk syirik, karena Allah disandingkan dengan makhluk.

Menyandingkan saja termasuk syirik, lalu bagaimana bila Allah dinomorduakan dengan ucapan: “Yang bisa ngganti presiden itu rakyat. Kalau rakyat mau berkehendak, ya bisa. Kalau rakyat nggak mau, ya nggak bisa. Yang kedua ada kehendak dari Allah SWT?”

Penulis: Tony Syarqi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

3 comments on “Konsep Tauhid yang Fatal dalam Pidato Soal Kaos Jokowi, Apa itu?”

  1. wahyu wardoyo

    setahu saya yang pertama itu ; Ke-Tuhanan Yang Maha Esa.
    baru yang laen-nya.

  2. Anonim

    Gak usah ngegas dilan…..hahha

  3. arya jipang

    efek panik, jadi ketahuan kalau dia tidak bertuhan

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Aparat Mintai Daftar Dosen dan Khatib di Kampus Muhammadiyah, Ada Apa?

Kampus Muhammadiyah Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ahmad Dahlan (STIEAD) di Cirendau, Tangerang tiba-tiba mendapat tamu dari pihak aparat keamanan. Pihak kampus kemudian diminta untuk menyerahkan data dosen dan khatib Jumat serta materi khutbah namun tidak diberikan. Apa yang sebenarnya terjadi?

Senin, 09/04/2018 16:12 0

Manhaj

Pelecehan Cadar, Pemicu Perang Bani Qainuqa’

Pelecehan syariat adalah perkara besar dalam agama ini. Ketika Fathu Makkah, di antara mereka yang tidak mendapat amnesti adalah mereka yang gemar mencela Nabi. pelecehan terhadap muslimah yang menggunakan cadar pernah menjadi pemiu peperangan di masa Nabi.

Senin, 09/04/2018 11:30 0

Suriah

Puluhan Sipil Tewas dalam Serangan Gas Beracun Rezim Assad di Douma

Milisi rezim Assad menargetkan Douma, sebuah kota di Ghouta timur dengan gas beracun pada Sabtu (07/04/2018). Akibatnya, lebih dari 75 warga sipil tewas, sementara ratusan lainnya menderita sesak napas.

Senin, 09/04/2018 10:47 0

Amerika

Persatuan Wartawan Palestina Demo PBB

Para jurnalis itu membawa foto Mortaji seraya mengutuk pelanggaran berulang Israel terhadap jurnalis yang meliput bentrokan di perbatasan timur Jalur Gaza. Padahal, para jurnalis yang terjun telah menggunakan standara aturan jurnalisme dan memakai identitas pers.

Senin, 09/04/2018 10:11 0

Suriah

Kesepakatan Akhir antara Jaisyul Islam dan Rusia Resmi Diumumkan

“Kesepakatan akhir antara Moskow dan Jaisyul Islam mengharuskan seluru pejuang oposisi bersenjata yang menduduki Duma keluar menuju pedesaan Aleppo utara dekat dengan perbatasan Turki,” kata Komite Sipil untuk Negosiasi di Duma, seperti dilansir Al-Jazeera, Senin (09/04).

Senin, 09/04/2018 09:17 0

Myanmar

Myanmar Tak Serius Pulangkan Pengungsi Rohingya

“Situasi saat ini tidak menguntungkan untuk memulangkan Muslim Rohingya, meskipun pihak berwenang Myanmar mengatakan siap untuk menerima mereka kembali,” kata Mueller di hari terakhir kunjungannya ke Arakan yang berlangsung enam hari, Ahad (08/04).

Senin, 09/04/2018 08:44 0

Indonesia

Alumni Suriah Tegaskan Ada Pembantaian di Negara Tersebut

"Jika ada yang berpendapat di Suriah konflik akidah, boleh jadi. Karena yang dateng kesana siapa, melawan siapa kita kan sudah mengetahui," tuturnya.

Senin, 09/04/2018 07:32 0

Suriah

Yasser Murtaja, Wartawan Palestina yang Ditembak Zionis Hembuskan Nafas Terakhir

Yasser Murtaja (30) terluka tembak di bagian abdomen ketika sedang berada di perbatasan Gaza sebelah timur Khan Younis

Senin, 09/04/2018 06:36 0

Indonesia

Alumni Suriah Tegaskan Konflik di Suriah Meruncing pada Sunni-Syiah

Alumni Universitas di Suriah, Ustadz Irhamudin menegaskan bahwa presiden Suriah saat ini, Bashar Assad adalah pemimpin yang zalim. Ia juga menyebutkan, konflik di Suriah meruncing pada ahlu sunnah dan syiah.

Ahad, 08/04/2018 21:50 0

Indonesia

Tetap Hargai Sikap MUI, APPERTI Minta Proses Hukum Sukmawati Berlanjut

Menurut Pimpinan Pondok Pesantren Ibad Arrahman Pandeglang ini, jika kasus Sukmawati tidak diselesaikan melalui koridor hukum, maka itu akan menimbulkan preseden buruk di kemudian hari.

Ahad, 08/04/2018 15:15 0

Close