... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kesepakatan Akhir antara Jaisyul Islam dan Rusia Resmi Diumumkan

Foto: Jalan utama Duma, berulang kali tertimpa bom dari Rezim Assad

KIBLAT.NET, Damaskus – Kesepakatan resmi antara Jaisyul Islam dan Rusia terkait kota Duma di Ghouta Timur akhirnya diumumkan pada Ahad malam (08/04). Negosiasi itu berakhir dengan kekalahan Jaisyul Islam. Faksi tersebut harus keluar sepenuhnya dari Ghouta Timur dan tidak ada kesempatan bagi yang ingin bertahan untuk ambil bagian mengelola wilayah oposisi paling dekat dengan Damaskus itu.

“Kesepakatan akhir antara Moskow dan Jaisyul Islam mengharuskan seluru pejuang oposisi bersenjata yang menduduki Duma keluar menuju pedesaan Aleppo utara dekat dengan perbatasan Turki,” kata Komite Sipil untuk Negosiasi di Duma, seperti dilansir Al-Jazeera, Senin (09/04).

Poin lainnya yang disepakati, keamanan di Duma akan dipegang oleh polisi Rusia. Pejuang oposisi yang ingin bertahan di Damaskus tidak boleh terlibat memegang keamanan atau bergabung dengan militer Suriah.

Sementara itu, sumber Al-Jazeera menyebutkan bahwa bis-bis evakuasi telah memasuki Duma beberapa saat setelah kesepakatan ini diumumkan. Kendaraan itu untuk mengevakuasi pejuang dan keluarga mereka dari kota tersebut.

Kesepakatan ini diumumkan beberapa jam setelah laporan terjadinya serangan senjata kimia di Duma, yang menelan korban puluhan nyawa. Serangan kimia ini diduga untuk menekan pejuang di Duma menuruti dan menyepakati poin-poin yang diminta Rusia.

Jaisyul Islam merupakan faksi terakhir oposisi Suriah di Ghouta Timur yang mencoba bertahan dengan cara negosiasi dengan Rusia. Faksi-faksi lainnya lebih dulu bernegosiasi untuk diizinkan keluar dengan selamat. Sementara Jaisyul Islam ingin menetap di Duma dengan kesepakatan-kesepakatan.

BACA JUGA  Pemerintahan Sementara Suriah Siap Dukung Kampanye Militer Turki

Di antara poin yang diminta, keamanan Duma di bawah kendali Jaisyul Islam atau dikendalikan bersama. Namun permintaan itu dan permintaan lainnya ditolak. Rusia hanya membolehkan anggota oposisi yang ingin menetap untuk tetap tinggal namun tunduk di bawah rezim.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Alumni Suriah Tegaskan Ada Pembantaian di Negara Tersebut

"Jika ada yang berpendapat di Suriah konflik akidah, boleh jadi. Karena yang dateng kesana siapa, melawan siapa kita kan sudah mengetahui," tuturnya.

Senin, 09/04/2018 07:32 0

Indonesia

Alumni Suriah Tegaskan Konflik di Suriah Meruncing pada Sunni-Syiah

Alumni Universitas di Suriah, Ustadz Irhamudin menegaskan bahwa presiden Suriah saat ini, Bashar Assad adalah pemimpin yang zalim. Ia juga menyebutkan, konflik di Suriah meruncing pada ahlu sunnah dan syiah.

Ahad, 08/04/2018 21:50 0

Indonesia

Tetap Hargai Sikap MUI, APPERTI Minta Proses Hukum Sukmawati Berlanjut

Menurut Pimpinan Pondok Pesantren Ibad Arrahman Pandeglang ini, jika kasus Sukmawati tidak diselesaikan melalui koridor hukum, maka itu akan menimbulkan preseden buruk di kemudian hari.

Ahad, 08/04/2018 15:15 0

Video Kajian

Syariat Islam, Apa Manfaatnya bagi Manusia?

KIBLAT.NET – Syariat Islam, Apa Manfaatnya bagi Manusia? Allah Ta’ala berfirman: أَلَا لَهُ الْخَلْقُ وَالْأَمْرُ...

Ahad, 08/04/2018 14:44 0

Indonesia

Dianggap Menista Agama, PA 212 Desak Sukmawati Dipenjara

Ketua Persaudaraan Alumni 212, Slamet Maarif turut memberikan orasinya dalam Aksi Bela Islam 64 seusai menjadi delegasi untuk menyampaikan tuntutan atas Sukmawati Soekarnoputri.

Ahad, 08/04/2018 13:41 0

Indonesia

Fahri Nilai Pemerintah Indonesia Belum Andil Selesaikan Konflik Suriah

KIBLAT.NET, Jakarta – Jurnalis Islam Bersatu (JITU) mengadakan diskusi soal konflik Suriah denngan tema ‘Tujuh...

Ahad, 08/04/2018 11:15 0

Indonesia

ACT: Umat Islam Harus Bersatu Bantu Muslim Suriah

Presiden ACT juga membantah jika ada yang mengatakan pembantaian di Suriah tidak ada. Menurutnya, pembantaian tersebut benar terjadi.

Ahad, 08/04/2018 08:10 0

Indonesia

Terjun Meliput Konflik Suriah, Begini Kesaksian Wartawan JITU

Ketua Umum Jurnalis Islam Bersatu (JITU), Muhammad Pizaro mengatakan bahwa JITU telah mengirimkan wartawannya sejak tahun 2013 untuk meliput kondisi di Suriah.

Ahad, 08/04/2018 06:57 0

Khazanah

Ketika Ibnu Abbas Ditanya Soal Hukum Nyanyian

"Bila datang hari kiamat, dan kau dapat melihat kebenaran dan kebatilan, lalu termasuk yang mana lagu atau nyanyian itu akan berkumpul?

Sabtu, 07/04/2018 11:42 0

Indonesia

Aksi Protes Terhadap Sukmawati di Poso Diikuti Ribuan Umat Islam

Aksi Protes Terhadap Sukmawati di Poso Diikuti Ribuan Umat Islam

Sabtu, 07/04/2018 09:03 0

Close