... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Khazanah

Begini Gaya Kepemimpinan Umar bin Khattab yang Sederhana dan Merakyat

Foto: Ilustrasi

KIBLAT.NET – Bicara tentang sosok pemimpin yang sederhana dan merakyat, tentu profil Umar bin Khattab menjadi salah satu referensi yang sulit untuk dilewatkan. Selain kepemimpinan, keberanian dan kewibawaannya, Umar bin Khattab dikenal juga sebagai pemimpin yang cukup dekat dengan rakyatnya.

Sebagai seorang pemimpin, ia selalu ikut merasakan apa yang sedang dialami oleh rakyatnya. Bahkan dalam banyak kondisi, Ia mengambil sikap yang lebih mementingkan rakyatnya daripada dirinya sendiri. Ia ingin menjadi orang yang pertama merasakan lapar dan menjadi yang terakhir merasakan kenyang di antara rakyatnya.

Dalam kitab Khulafaur Rasul Shallallahu Alayhi Wasallam, Syaikh Khalid Muhammad Khalid menulis dengan rapi gaya hidup Umar Bin Khattab Radhiyallahu Anhu yang sangat sederhana. Beliau adalah sosok pemimpin yang paling bertanggung jawab dengan kondisi rakyatnya. Sehingga dalam salah satu falsafah hidup yang pernah diungkapkannya ialah, “Bagaimana mungkin aku bisa peduli terhadap nasib manusia jika aku tidak pernah merasakan apa yang mereka rasakan?”

para ahli sejarah menyebutkan bahwa suatu ketika kaum Muslimin di bawah kepemimpinan Umar bin Khattab diuji dengan krisis daging dan minyak samin. Saat itu Umar merindukan makan daging dan minyak samin. Namun karena kondisi rakyatnya sedang mengalami krisis, beliau menahan keinginannya itu sampai-sampai lambungnya keroncongan. Lalu ia meletakkan telapak tangan di perutnya seraya berkata, “Wahai perut! Engkau tak akan mendapat jatah minyak selama harga minyak samin masih melambung tinggi.”

BACA JUGA  Ketika Ibnu Abbas Ditanya Soal Hukum Nyanyian

Pada tahun 18 hijriah, kota Madinah mengalami musim pencekik. Ia menyuruh beberapa orang menyembelih unta, kemudian membagikan sembelihan itu kepada seluruh penduduk Madinah. Mereka yang bertugas menyembelih tidak lupa memberi bagian daging yang terbaik dari unta tersebut untuk Amirul Mukminin.

Ketika tiba waktu makan siang, Umar mendapati meja hidangannya penuh punuk dan hati unta, lalu ia berkata, “Dari mana datangnya makanan ini?”

“Itu daging unta yang disembelih hari ini” jawab orang yang ada di sekelilingnya.

Lalu sambil menyingkirkan hidangan tersebut, Umar berkata, “Bagus-bagus! Sungguh, pemimpin paling buruk adalah aku, jika aku memakan bagian yang terbaik darinya sedangkan kusisihkan tulang-tulangnya untuk rakyatku.”
Kemudian ia memanggil pembantunya yang bernama Aslam, “Wahai Aslam! Angkatlah hidangan ini dan berilah aku roti serta minyak.”

Perkataannya “Sejelek-jelek pemimpin adalah aku, jika aku memakan bagian yang terbaik”, menunjukkan rasa tanggung jawab nan besar lagi bersinar yang terpancar darinya dan dari kehidupannya sehari-hari. Ia sadar bahwa ia adalah salah satu makhluk Allah Ta’ala yang diberi kelebihan dalam urusan beban dan kewajiban ketika Allah menjadikannya sebagai pemimpin bagi seluruh hamba-Nya.

 

Redaktur: Fakhruddin

Sumber: Seri Biografi Khulafaur Rasyidin Umar Bin Khattab, Karya Khalid Muhammad Khalid, Penerbit Ummul Qura, Jakarta Timur

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Ruang Publik

Mari Berdonasi untuk Pengobatan Yasmin Umayyah dari Kelumpuhan Otak

Masa kecil Yasmin Umayyah tak seceria teman-teman seusianya. Penyakit yang ia derita menyebabkan Yasmin hanya bisa terbaring lemah di rumah kontrakan di Kavling Rawa Bambu Bulak, Kalibaru, Medan Satria, Bekasi.

Senin, 09/04/2018 17:42 0

Indonesia

Pimpinan STIE Ahmad Dahlan Protes Keras Kampusnya Dimintai Data Dosen

Mukhaer menilai bahwa tindakan tersebut tidak lazim. Sebab, jika pendataan dilakukan kepada masyarakat umum tentu tidak masalah. Namun, pendataan ini di kampus.

Senin, 09/04/2018 17:17 0

Opini

Konsep Tauhid yang Fatal dalam Pidato Soal Kaos Jokowi, Apa itu?

Siapa sangka sebelumnya, tagar #2019GantiPresiden ternyata sangat viral? Tagar yang salah satunya dipopulerkan dalam bentuk kaos itu bahkan mendapatkan reaksi langsung dari Presiden Joko Widodo.

Senin, 09/04/2018 16:33 3

Indonesia

Aparat Mintai Daftar Dosen dan Khatib di Kampus Muhammadiyah, Ada Apa?

Kampus Muhammadiyah Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ahmad Dahlan (STIEAD) di Cirendau, Tangerang tiba-tiba mendapat tamu dari pihak aparat keamanan. Pihak kampus kemudian diminta untuk menyerahkan data dosen dan khatib Jumat serta materi khutbah namun tidak diberikan. Apa yang sebenarnya terjadi?

Senin, 09/04/2018 16:12 0

Suriah

Puluhan Sipil Tewas dalam Serangan Gas Beracun Rezim Assad di Douma

Milisi rezim Assad menargetkan Douma, sebuah kota di Ghouta timur dengan gas beracun pada Sabtu (07/04/2018). Akibatnya, lebih dari 75 warga sipil tewas, sementara ratusan lainnya menderita sesak napas.

Senin, 09/04/2018 10:47 0

Amerika

Persatuan Wartawan Palestina Demo PBB

Para jurnalis itu membawa foto Mortaji seraya mengutuk pelanggaran berulang Israel terhadap jurnalis yang meliput bentrokan di perbatasan timur Jalur Gaza. Padahal, para jurnalis yang terjun telah menggunakan standara aturan jurnalisme dan memakai identitas pers.

Senin, 09/04/2018 10:11 0

Suriah

Kesepakatan Akhir antara Jaisyul Islam dan Rusia Resmi Diumumkan

“Kesepakatan akhir antara Moskow dan Jaisyul Islam mengharuskan seluru pejuang oposisi bersenjata yang menduduki Duma keluar menuju pedesaan Aleppo utara dekat dengan perbatasan Turki,” kata Komite Sipil untuk Negosiasi di Duma, seperti dilansir Al-Jazeera, Senin (09/04).

Senin, 09/04/2018 09:17 0

Myanmar

Myanmar Tak Serius Pulangkan Pengungsi Rohingya

“Situasi saat ini tidak menguntungkan untuk memulangkan Muslim Rohingya, meskipun pihak berwenang Myanmar mengatakan siap untuk menerima mereka kembali,” kata Mueller di hari terakhir kunjungannya ke Arakan yang berlangsung enam hari, Ahad (08/04).

Senin, 09/04/2018 08:44 0

Indonesia

Alumni Suriah Tegaskan Ada Pembantaian di Negara Tersebut

"Jika ada yang berpendapat di Suriah konflik akidah, boleh jadi. Karena yang dateng kesana siapa, melawan siapa kita kan sudah mengetahui," tuturnya.

Senin, 09/04/2018 07:32 0

Suriah

Yasser Murtaja, Wartawan Palestina yang Ditembak Zionis Hembuskan Nafas Terakhir

Yasser Murtaja (30) terluka tembak di bagian abdomen ketika sedang berada di perbatasan Gaza sebelah timur Khan Younis

Senin, 09/04/2018 06:36 0

Close