... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Aksi Protes Terhadap Sukmawati di Poso Diikuti Ribuan Umat Islam

Foto: Aksi Protes Terhadap Sukmawati di Poso Diikuti Ribuan Umat Islam

KIBLAT, Poso – Ribuan ummat islam Poso turun kejalan menyatakan protes kepada Sukmawati Soekarno*utri atas puisi kontrovesialnya. Aksi itu menegaskan permintaan maaf Sukmawati tak menghilangkan dugaan delik pidananya.

Aksi di Poso dilakukan usai sholat Jumat (06/04/2018) ditandai dengan berkumpulnya ribuan ummat Islam di Masjid Raya Poso. Nampak jelas kemarahan kaum muslimin Poso terlihat dari tumpah ruahnya perserta aksi yang hadir menyuarakan protesnya, walapun saat itu aksi dimulai dibawah terik matahari.

Aksi dipimpin oleh Ketua DPW Front Pembela Islam (FPI) Kabupaten Poso, Ustadz Sugiyanto Kaimudin dan Ketua MUI Kabupaten Poso KH. Arifin Tuamaka , S.Ag. Dalam pernyataannya, KH. Arifin Tuamaka mengatakan bahwa aksi ini adalah aksi kemarahan umat islam karena agamanya dihina. Aksi serupa wajib dilakukan bukan hanya bagi kaum muslimin di Poso, tapi diseluruh dunia karena pannggilan keimanan membela kehormatan Islam.

“Hari ini kita menyampaikan aspirasi menyatakan protes kepada Sukmawati yang telah membandingkan kidung dengan adzan. Padahal adzan adalah panggilan sholat dan disana ada dua kalimat shahadat yang harus kita bela,” tegas KH.Arifin Tuamaka.

“Oleh karena itu hari ini kita merasa terpanggil, kita merasa jiwa kita diremehkan. Wahai umat Islam dimana pun berada mari kita bersatu melawan orang-orang yang ingkar kepada Allah, melawan orang–orang yang menghinakan Islam dan nilai-nilai keislaman,” imbuhnya.

BACA JUGA  Pakar: Masyarakat Harus Berani Sebut OPM Langgar HAM

Selanjutnya kaum muslimin Poso melakukan jalan kaki menuju kantor DPRD Kabupaten Poso . Setibanya di kantor DPRD Poso, beberapa tokoh muslim poso dan sebagaian peserta aksi masuk menyampaikan tuntututan agar proses hukum Sukmawati segera dilakukan.

Sementara itu perwakilan dari Tim Advokasi Muslim Poso , Yusrin Ictiawan ,SH mengatakan apa yang dilakukan oleh Sukmawati adalah pelanggaran hukum. Oleh karena itu sebagai negara yang menjunjung tinggi proses hukum, kasus ini harus tetap ditegakkan meski sukmawati telah meminta maaf.

“Maka dari itu walaupun dia telah meminta maaf dan kita umat Islam wajib menerima permintaan maafnya. Tetapi pemaafan itu bukan dalam rangka menghilangkan delik pidana yang dilakukannya karena kita telah sepakat hukum sebagai panglima wajib ditegakkan,” tegas Yusrin.

Aksi berakhir setelah perwakilan peserta aksi yang terdiri atas para tokoh dan aktivis muslim Poso menemui anggota DPRD setempat untuk menyampaikan tuntutan aksi. Kaum muslimin membubarkan diri sekitar pukul 15.00 wita sebelum shalat Ashar dimulai. Diakhir aksi Ustadz Sugianto Kaimudin menyampaikan bahwa kaum muslimin kota poso akan mengawal proses kasus ini hingga selesai.

Reporter: Khatijo
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suara Pembaca

Sinergi Pelayanan Masyarakat Sampaikan Layanan Kesehatan Hingga ke Pelosok

Segala jerih payah itu terbayarkan dengan antusiasme para warga yang menyambut kedatangan tim pemeriksaan kesehatan Sinergi Pelayanan Masyarakat (SPM) di Kampung Babakan Cinunuk, Desa Ibun Majalaya, Kabupaten Bandung.

Jum'at, 06/04/2018 22:36 0

Wawancara

[Wawancara] Pakar Sejarah: Nasionalisme Sekuler Bisa Jadi Nasionalisme Atheistik

Nasionalisme sekuler yang dianut oleh orang-orang semacam Sukmawati jika diteruskan akan bisa menjadi nasionalisme atheistik

Jum'at, 06/04/2018 21:13 0

Tazkiyah

Ini Nih Figur Pemimpin yang Merakyat

Siapa yang tidak mengenal Al-Faruq, Amirul Mukminin Umar bin Khattab? Beliau adalah sosok pemimpin yang dikenal tegas, zuhud dan merakyat.

Jum'at, 06/04/2018 19:00 0

Palestina

Potret Bocah “Bawang” Palestina; Targetku Merebut Kembali Tanah Moyangku

Tujuanku adalah mengambil kembali tanahku, tanah kakek nenekku, dan tanah kenangan keluargaku. Inilah slogan bocah 9 tahun Mohamed Ayyash, yang berada di garis depan aksi unjuk rasa mematikan di dekat perbatasan Gaza-Israel Jumat pekan lalu.

Jum'at, 06/04/2018 15:00 0

Amerika

Pentagon Tegaskan Strategi AS di Suriah Tak Berubah

Trump mengumumkan pekan lalu saat unjuk rasa di Ohio, bahwa ia ingin segera menarik pasukan dari Suriah. Trump mengindikasikan awal pekan ini bahwa dia ingin membawa pasukan kembali ke rumah. Meskipun pada hari Rabu Gedung Putih menyatakan pasukan akan tinggal.

Jum'at, 06/04/2018 14:02 0

Opini

Sukmawati Istighfar atau Umat yang Harus Memaafkan?

Kontroversi puisi Sukmawati yang dinilai menghina ajaran Islam, terus bergulir. Setelah Ketua Umum PNI Marhaenisme itu sowan ke kantor MUI, kemarin (5/4) Ketua MUI, KH. Ma'ruf Amin meminta kepada umat Islam untuk memaafkannya.

Jum'at, 06/04/2018 10:51 3

Afghanistan

Taliban Berjanji Balas Serangan terhadap Sekolah Al-Quran di Kunduz

PBB sendiri mengatakan pada Selasa sedang menyelidiki laporan memprihatinkan tentang korban banyak akibat serangan udara tentara pemerintah pada Senin itu

Jum'at, 06/04/2018 09:54 0

Suriah

Rusia: Total Warga yang Keluar dari Ghouta Timur 175 Ribu

Jumlah total warga Suriah yang keluar dari Ghouta Timur sebanyak 175 ribu lebih, menurut data yang dikeluarkan Rusia pada Rabu (05/04). Sedikitnya 33 ribu dari mereka berasal dari Kota Duma, kota paling akhir yang menyepakati pergi.

Jum'at, 06/04/2018 08:10 0

News

LBH Street: Siapapun yang Menghina Islam Kami Laporkan

"Dulu waktu kasus Ahok, pernah ada pertanyaan, apakah ketika Ahok muslim dan menghina Islam akan tetap dilaporkan, ini buktinya. Sukmawati yang KTP nya Islam kami laporkan," ungkap Kamil saat mendampingi kliennya, Irfan Noviandana, melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Bareskrim Polri, Rabu (04/04/2018).

Jum'at, 06/04/2018 07:39 0

Arab Saudi

Kembali Muncul, Hamzah Bin Laden Kritisi Hubungan Saudi dengan Amerika

Hamzah mendorong orang-orang untuk membebaskan kota suci dari Tentara Salib dan mengingatkan janji Al-Qaidah untuk menyalurkan kembali kekayaan negara kepada orang-orang miskin dan membutuhkan.

Kamis, 05/04/2018 21:19 0

Close