... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Suara Pembaca

Sukmawati Istighfar atau Umat yang Harus Memaafkan?

Foto: Sukmawati Soekarnoputri konferensi pers setelah menemui KH Ma'ruf Amin (foto: Taufiq/Kiblat)

KIBLAT.NET — Kontroversi puisi Sukmawati yang dinilai menghina ajaran Islam, terus bergulir. Setelah Ketua Umum PNI Marhaenisme itu sowan ke kantor MUI, kemarin (5/4) Ketua MUI, KH. Ma’ruf Amin meminta kepada umat Islam untuk memaafkannya. Ia juga berharap semua gugatan hukum kepada putri Proklamator RI itu dihentikan.

Karuan saja, sikap KH. Ma’ruf Amin ini menuai reaksi tajam dari warganet. Apalagi statemen-statemen sebelumnya juga membuat sebagian aktivis Islam menyernyitkan dahi. Seperti ungkapannya bahwa Indonesia beruntung punya Jokowi. Atau, pembelaannya bahwa pemerintah sekarang ini bukan rezim Neoliberalisme.

Untuk sementara, biarlah beliau berdiri dengan pendapatnya sendiri tentang pemerintahan ini. Mungkin kesimpulan muncul dari perasan pikiran dan interaksi beliau dengan para penguasa. Namun dalam kasus Sukmawati, ada beberapa catatan yang perlu kita renungi bersama.

Pertama, apa yang diucapkan Sukmawati dengan puisinya—entah secara sadar atau tidak—adalah sayatan yang melukai kehormatan agama Allah. Menyatakan tidak paham syariat, namun kemudian mencibir keberadaan cadar dan suara azan. Di sini, hak yang dilanggar oleh Sukmawati adalah hak Allah, bukan hak manusia.

Karenanya, sangat tidak pas apabila kemudian Sukmawati mendatangi kantor MUI untuk meminta maaf. Sebab, tidak ada hak-hak MUI dan umat Islam yang dirampasnya. Sekali lagi, yang dia lakukan adalah pelanggaran terhadap Allah dan agama-Nya. Yang harus dilakukan oleh Sukmawati adalah tobat dan istighfar, meminta ampun langsung kepada Allah.

BACA JUGA  Habib Rizieq Bantah Tak Lapor KBRI di Arab Saudi Soal Pencekalan

Adapun reaksi umat Islam yang meminta hukum bertindak, hanyalah dampak ikutan. Puisi tersebut menimbulkan kegaduhan dan kehidupan yang kurang nyaman di negeri yang (konon) mengakui kebhinekaan penganut agama. Namun substansi puisi itu tetap mengarah kepada Allah selaku pemilik agama Islam.

Kedua, dalam kapasitasnya sebagai organisasi ulama, seharusnya MUI juga menasehati Sukmawati dan menekankan agar dirinya beristighfar, meminta ampun kepada Allah. Bagaimana akidah dan kehidupannya sehari-hari, hanya Allah yang tahu. Tapi yang jelas, Sukmawati masih mengaku sebagai pemeluk Islam. Karenanya, ia juga berhak mendapatkan nasehat dan bimbingan dari ulama apabila dinilai melakukan kesalahan.

Penekanan komunikasi kepada Sukmawati sebagai pihak yang bersalah ini akan menciptakan keseimbangan sikap. Berbeda dengan yang sudah terjadi, di mana pesan yang kuat justru diarahkan kepada umat Islam, sebagai pihak yang hanya bereaksi, untuk memberikan maaf kepada yang bersalah. Ketidakseimbangan sikap itu rawan disalahpahami sebagai perlakuan yang tidak adil.

Terlebih, dalam lintasan sejarah belum pernah ditemukan adanya ulama, atau lembaga ulama yang memberikan maaf untuk sesuatu di luar masalah atau urusan pribadinya. Dalam konteks kehidupan bersosial dan bernegara, peran ulama adalah memberikan bimbingan, amar makruf nahi munkar, baik kepada rakyat maupun kepada penguasa.

Sekali lagi, seharusnya yang segera dilakukan oleh Sukmawati adalah, tobat dan istighfar; meminta ampun kepada Allah dengan taubatan nasuha. Kalaupun harus ada ucapan maaf kepada manusia atau tuntutan hukum yang dilayangkan kepadanya, itu sebatas kegaduhan yang timbul akibat ucapannya semata.

BACA JUGA  Pria Asal Sukabumi Ini Rela Berkuda untuk Hadiri Reuni 212

Penulis: Tony Syarqi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

3 comments on “Sukmawati Istighfar atau Umat yang Harus Memaafkan?”

  1. Ahmad Khairan

    Mohon maaf Pak penulis,

    Pendapat penulis sendiri secara pribadi bagaimana? Apakah dengan bertobat nasuha cukup bagi sukmawati, lalu penulis menganjurkan agar umat Islam memaafkan dan mencabut tuntutan hukum? Tidak perlu aksi turun ke jalan menuntut penegakan hukum? Kalau cukup tobat saja, betapa enaknya orang akan menghina Islam terus2an di masa mendatang?

    Tobat kepada Allah itu urusan pribadi. Tapi perbuatannya sudah masuh ranah hukum komunal. Ada konsekuensinya. Bukankah para ulama mengajarkan bahwa penghina agama itu tidak dimaafkan?

  2. Abu Nanda

    5.Al-Mā’idah : 33

    إِنَّمَا جَزَاءُ الَّذِينَ يُحَارِبُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَيَسْعَوْنَ فِي الْأَرْضِ فَسَادًا أَنْ يُقَتَّلُوا أَوْ يُصَلَّبُوا أَوْ تُقَطَّعَ أَيْدِيهِمْ وَأَرْجُلُهُمْ مِنْ خِلَافٍ أَوْ يُنْفَوْا مِنَ الْأَرْضِ ۚ ذَٰلِكَ لَهُمْ خِزْيٌ فِي الدُّنْيَا ۖ وَلَهُمْ فِي الْآخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ

    Hukuman bagi orang-orang yang memerangi Allah dan rasul-Nya dan membuat kerusakan di bumi, hanyalah dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka secara silang, atau diasingkan dari tempat kediamannya. Yang demikian itu kehinaan bagi mereka di dunia, dan di akhirat mereka mendapat azab yang besar.

    Minta maaf.? Kita maafkan, namun hukum harus dijalankan.
    hanyalah dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka secara silang, atau diasingkan dari tempat kediamannya.
    Tegakkan hukum islam.. hukum Allah. bukan hukum buatan manusia.

  3. Adi subahana

    Assalamualaikum..
    bila memaafkan lebih baik dan mengingatkan menjadi semakin baik,semoga Allah dan nabiNya sebagai petunjuk kebaikkan kami..amiin

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

Taliban Berjanji Balas Serangan terhadap Sekolah Al-Quran di Kunduz

PBB sendiri mengatakan pada Selasa sedang menyelidiki laporan memprihatinkan tentang korban banyak akibat serangan udara tentara pemerintah pada Senin itu

Jum'at, 06/04/2018 09:54 0

Suriah

Rusia: Total Warga yang Keluar dari Ghouta Timur 175 Ribu

Jumlah total warga Suriah yang keluar dari Ghouta Timur sebanyak 175 ribu lebih, menurut data yang dikeluarkan Rusia pada Rabu (05/04). Sedikitnya 33 ribu dari mereka berasal dari Kota Duma, kota paling akhir yang menyepakati pergi.

Jum'at, 06/04/2018 08:10 0

News

LBH Street: Siapapun yang Menghina Islam Kami Laporkan

"Dulu waktu kasus Ahok, pernah ada pertanyaan, apakah ketika Ahok muslim dan menghina Islam akan tetap dilaporkan, ini buktinya. Sukmawati yang KTP nya Islam kami laporkan," ungkap Kamil saat mendampingi kliennya, Irfan Noviandana, melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Bareskrim Polri, Rabu (04/04/2018).

Jum'at, 06/04/2018 07:39 0

Arab Saudi

Kembali Muncul, Hamzah Bin Laden Kritisi Hubungan Saudi dengan Amerika

Hamzah mendorong orang-orang untuk membebaskan kota suci dari Tentara Salib dan mengingatkan janji Al-Qaidah untuk menyalurkan kembali kekayaan negara kepada orang-orang miskin dan membutuhkan.

Kamis, 05/04/2018 21:19 0

Indonesia

Prosesi Cium Tangan Ketua MUI oleh Sukmawati

Sukmawati Soekarnoputri mencium tangan Ketua MUI saat acara konferensi pers tentang puisi Ibu Indonesia

Kamis, 05/04/2018 20:54 0

Indonesia

Harian Australia Juluki Pendemo Sukmawati “Muslim Garis Keras”

Kelompok Islam garis keras Indonesia menyerukan jihad dan protes terhadap putri mantan presiden. Demikian judul yang disematkan Radio Australia ABC.

Kamis, 05/04/2018 20:39 0

Artikel

Tak Seperti Anggapan Sukmawati, Inilah Keutamaan Azan

Pasalnya Sukmawati mengungkapkan bahwa suara kidung lebih merdu dari suara azan. Sedang azan itu sendiri dalam Islam sangat tinggi kedudukannya. Bagi muazin dan orang yang menjawab azan akan mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah ta’ala.

Kamis, 05/04/2018 20:00 0

Palestina

Bakar Ribuan Ban, Strategi Pemuda Gaza Halau Tembakan Pasukan Israel

Asap hitam mengepul dari ribuan ban yang dibakar para pemuda Palestina yang berunjuk rasa menuntut kemerdekaan tanah kelahirannya. Hal itu ditujukan untuk menghindari peluru-peluru pasukan Israel yang mendapat instruksi menembak.

Kamis, 05/04/2018 19:41 0

Turki

KTT Ankara: Turki, Rusia dan Iran Sepakat Gencatan Senjata di Suriah

Turki, Rusia dan Iran berkomitmen untuk gencatan senjata di Suriah. Hal itu disampaikan dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan seusai pertemuan KTT Ankara yang diselenggarakan oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Kamis, 05/04/2018 18:57 0

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Fir’aun-Fir’aun Masa Kini

Ust. Abu Rusydan: Fir'aun-Fir'aun Masa Kini. Banyak orang berbuat jahat, melemparkan tuduhan kepada orang-orang yang tak bersalah untuk menutupi kejahatannya. Apalagi soal hukum Allah, mereka yang jujur sering menjadi korban. Simak lebih lanjut fenomena ini dalam kajian berikut ini!

Kamis, 05/04/2018 17:14 0

Close