... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pakar: Tak Ada Ruang Restorative Justice pada Kasus Penodaan Agama

Foto: Pakar hukum Dr. Abdul Chair Ramadhan

KIBLAT.NET, Jakarta – Pihak Kepolisian berencana menggunakan pendekatan restorative justice (penyelesaian di luar pengadilan) dalam kasus dugaan penodaan agama dengan terlapor Sukmawati Soekarnoputri. Pakar Hukum Pidana, Abdul Chair Ramadhan menilai tak ada peluang bagi polisi untuk melakukan langkah tersebut.

Kemungkinan pendekatan restorative justice dalam kasus Sukmawati telah dilontarkan Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Polisi Setyo Wasisto. “Tindak lanjut ada beberapa hal yaitu kita lihat perkembangan apa ini bisa masuk dalam proses restorative justice, istilah kita, dari beberapa pihak yang bisa diselesaikan perkaranya tanpa masuk pengadilan,” ujarnya di Markas Besar Polri, Jakarta, Rabu (04/04/2018).

Menanggapi pernyataan Kadiv Humas Mabes Polri tersebut, pakar hukum Abdul Chair Ramadhan menilai wacana itu perlu dikritik. “Dalam hal upaya Polri untuk menerapkan teori restorative justice perlu dikritisi dan sekaligus perlu dipertanyakan,” katanya melalui pernyataan tertulis yang diterima Kiblat.net pada Jumat (06/04/2018).

Abdul Chair menjelaskan bahwa keadilan restoratif adalah penyelesaian perkara tindak pidana dengan melibatkan pelaku, korban, keluarga pelaku/korban, dan pihak lain yang terkait untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula, dan bukan pembalasan.

Maka, dari pengertian tersebut ia memaparkan bahwa restorative justice mensyaratkan harus adanya korban, pemulihan kembali menyangkut adanya kompensasi berupa ganti kerugian atas perbuatan yang menimbulkan kerugian.

BACA JUGA  Kemenag Sebut PMA Majelis Taklim untuk Permudah Salurkan Bantuan

“Adapun perspektif Pasal 156a huruf a KUHP, tidak menunjuk adanya korban, yakni manusia alamiah atau naturlijk person). Dengan demikian, tidak terbuka ruang masuknya restorative justice (diversi) dalam proses hukum terhadap delik penodaan agama,” tegasnya.

Abdul Chair menegaskan Pasal 156a KUHP ditunjuk untuk melindungi kepentingan agama. Menurut teori religionsschutz theorie (perlindungan agama), kata dia, agama itu sendiri dilihat sebagai kepentingan hukum atau yang dipandang perlu untuk dilindungi oleh negara melalui peraturan perundang-undangan yang dibuatnya.

“Dengan demikian jika pasal tersebut dilanggar, yang menjadi korban adalah jelas agama itu sendiri. Tertutup ruang untuk memperluas pengertian korban, menjangkau orang sebagai korban. Jikalau tetap dipaksakan, maka Polri telah melampaui kewenangannya (ultra vires),” tuturnya.

“Tidak ada hak bagi Polri melakukan penafsiran ekstensif. Terhadap sesuatu yang sudah jelas tidak memerlukan penafsiran,” tukas Abdul Chair.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Amerika

Pentagon Tegaskan Strategi AS di Suriah Tak Berubah

Trump mengumumkan pekan lalu saat unjuk rasa di Ohio, bahwa ia ingin segera menarik pasukan dari Suriah. Trump mengindikasikan awal pekan ini bahwa dia ingin membawa pasukan kembali ke rumah. Meskipun pada hari Rabu Gedung Putih menyatakan pasukan akan tinggal.

Jum'at, 06/04/2018 14:02 0

Opini

Sukmawati Istighfar atau Umat yang Harus Memaafkan?

Kontroversi puisi Sukmawati yang dinilai menghina ajaran Islam, terus bergulir. Setelah Ketua Umum PNI Marhaenisme itu sowan ke kantor MUI, kemarin (5/4) Ketua MUI, KH. Ma'ruf Amin meminta kepada umat Islam untuk memaafkannya.

Jum'at, 06/04/2018 10:51 3

Afghanistan

Taliban Berjanji Balas Serangan terhadap Sekolah Al-Quran di Kunduz

PBB sendiri mengatakan pada Selasa sedang menyelidiki laporan memprihatinkan tentang korban banyak akibat serangan udara tentara pemerintah pada Senin itu

Jum'at, 06/04/2018 09:54 0

Suriah

Rusia: Total Warga yang Keluar dari Ghouta Timur 175 Ribu

Jumlah total warga Suriah yang keluar dari Ghouta Timur sebanyak 175 ribu lebih, menurut data yang dikeluarkan Rusia pada Rabu (05/04). Sedikitnya 33 ribu dari mereka berasal dari Kota Duma, kota paling akhir yang menyepakati pergi.

Jum'at, 06/04/2018 08:10 0

News

LBH Street: Siapapun yang Menghina Islam Kami Laporkan

"Dulu waktu kasus Ahok, pernah ada pertanyaan, apakah ketika Ahok muslim dan menghina Islam akan tetap dilaporkan, ini buktinya. Sukmawati yang KTP nya Islam kami laporkan," ungkap Kamil saat mendampingi kliennya, Irfan Noviandana, melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Bareskrim Polri, Rabu (04/04/2018).

Jum'at, 06/04/2018 07:39 0

Arab Saudi

Kembali Muncul, Hamzah Bin Laden Kritisi Hubungan Saudi dengan Amerika

Hamzah mendorong orang-orang untuk membebaskan kota suci dari Tentara Salib dan mengingatkan janji Al-Qaidah untuk menyalurkan kembali kekayaan negara kepada orang-orang miskin dan membutuhkan.

Kamis, 05/04/2018 21:19 0

Artikel

Tak Seperti Anggapan Sukmawati, Inilah Keutamaan Azan

Pasalnya Sukmawati mengungkapkan bahwa suara kidung lebih merdu dari suara azan. Sedang azan itu sendiri dalam Islam sangat tinggi kedudukannya. Bagi muazin dan orang yang menjawab azan akan mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah ta’ala.

Kamis, 05/04/2018 20:00 0

Palestina

Bakar Ribuan Ban, Strategi Pemuda Gaza Halau Tembakan Pasukan Israel

Asap hitam mengepul dari ribuan ban yang dibakar para pemuda Palestina yang berunjuk rasa menuntut kemerdekaan tanah kelahirannya. Hal itu ditujukan untuk menghindari peluru-peluru pasukan Israel yang mendapat instruksi menembak.

Kamis, 05/04/2018 19:41 0

Turki

KTT Ankara: Turki, Rusia dan Iran Sepakat Gencatan Senjata di Suriah

Turki, Rusia dan Iran berkomitmen untuk gencatan senjata di Suriah. Hal itu disampaikan dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan seusai pertemuan KTT Ankara yang diselenggarakan oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Kamis, 05/04/2018 18:57 0

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Fir’aun-Fir’aun Masa Kini

Ust. Abu Rusydan: Fir'aun-Fir'aun Masa Kini. Banyak orang berbuat jahat, melemparkan tuduhan kepada orang-orang yang tak bersalah untuk menutupi kejahatannya. Apalagi soal hukum Allah, mereka yang jujur sering menjadi korban. Simak lebih lanjut fenomena ini dalam kajian berikut ini!

Kamis, 05/04/2018 17:14 0

Close