OKI Desak India Buka Akses Bagi Tim Pencari Fakta Pembantaian di Kashmir

KIBLAT.NET, Srinagar – Organisasi Kerjasama Islam (OKI) mengutuk tindakan pembantaian aparat keamanan terhadap warga muslim Kashmir, yang menyebabkan terjadinya tujuh belas korban jiwa pada 1 April lalu.

“OKI mengutuk penggunaan berlebihan yang tidak pandang bulu oleh pasukan pendudukan India yang menewaskan sedikitnya 17 orang warga Kashmir yang tidak bersalah dalam sejumlah insiden,” kata Sekretaris Jenderal OKI Dr. Yousef A. Al-Othaimeen, seperti dikutip situs resmi OKI, Senin (02/04/2018).

Yousef menyerukan kepada komunitas dunia untuk memainkan peran resmi dala mempromosikan solusi yang adil dan langgeng di Kashmir. Dia menyarankan agar jalan penyelesaian yang diambil sesuai dengan resolusi OKI dan Dewan Keamanan PBB, yang memenuhi aspirasi orang-orang Kashmir.

Sekjen OKI juga mendesak India untuk membuka akses bagi perwakilan khusunya dalam misi pencari fakta di Jammu dan Kashmir. OKI juga berencana menerjunkan Komisi Hak Asasi Manusia Independen (IPHRC) untuk mengumpulkan informasi di dua wilayah itu.

“Kami menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada keluarga para korban dan berharap pemulihan yang cepat dari yang terluka,” ujar Yousef.

Bentrokan antara pejuang Kashmir dengan pasukan India terjadi pada 1 April 2018 di dua lokasi berbeda. Sedikitnya tujuh belas ornag terbunuh dalam kejadian. Kashmir merupakan wilayah muslim di perbatasan Pakistan, yang berada dalam kekuasaan India.

Reporter: Imam S.
Editor: Wildan Mustofa

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat