... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Dubes Pakistan: Kekerasan di Kashmir dan Palestina Tak Kunjung Selesai

Foto: Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Mohammad Aqil Nasdeem (kiri) dan Ketua Forum Solidaritas Kashmir Dr. Zahir Khan dalam acara Hari Solidaritas Kashmir pada Jumat (06/04/2018) di gedung Kedutaan Besar Pakistan, Mega Kuningan, Jakarta. (foto: Syafi'i/Kiblat)

KIBLAT.NET, Jakarta- Kekerasan terhadap warga Kashmir oleh India semakin meningkat. Situasi kemanusiaan di sana semakin memburuk. Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Mohammad Aqil Nasdeem menghimbau agar kekerasan tersebut segera dihentikan.

“Persoalan Palestina, Jamu dan Kashmir adalah permasalahan lama yang tak kunjung terselesaikan oleh PBB dan masyarakat internasional,” ungkapnya dalam acara Hari Solidaritas Kashmir pada Jumat (06/04/2018) di gedung Kedutaan Besar Pakistan, Mega Kuningan, Jakarta.

Dalam acara tersebut hadir pula Ketua Forum Solidaritas Kashmir Dr. Zahir Khan. Ia menjelaskan sejarah panjang perjuang masyarakat Kashmir agar dapat lepas dari India. Ia menyebutkan bahwa India telah melakukan kekerasan terhadap masyarakat Kashmir dan membunuh warga tak bersalah. Zahir meminta pemerintah Indonesia dan warga Muslim untuk mendukung perjuangan warga Kashmir dan mengutuk kekerasan yang dilakukan oleh India.

“Kekerasan brutal oleh pasukan India telah gagal menekan perjuangan pribumi dari rakyat Kashmir yang menginginkan diberikan hak untuk penentuan nasib sendiri,” tegasnya.

Peringatan Hari Solidaritas Kashmir ini berlangsung di aula Kedubes Pakistan untuk Indonesia. Acara ini dihadiri oleh sejumlah besar mahasiswa dan akademisi. Dalam acara ini, Dubes Pakistan mendesak agar Resolusi DK PBB berupa pemungutan suara di Jamu dan Kashmir segera dilaksanakan.

Kawasan Jamu dan Kashmir yang menjadi bagian dari India belakangan kembali memanas. Kekerasan terhadap warga setempat yang mayoritas Muslim meningkat. Tentara India dikabarkan melakukan pelanggaran ham berupa kekerasan fisik hingga pembunuhan terhadap sipil Kashmir.

BACA JUGA  Soal Cadar, Jokowi: Itu Kebebasan Pribadi

Reporter: Syafi’i Iskandar
Editor: Jon Muhammad

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Wawancara

[Wawancara] Pakar Sejarah: Nasionalisme Sekuler Bisa Jadi Nasionalisme Atheistik

Nasionalisme sekuler yang dianut oleh orang-orang semacam Sukmawati jika diteruskan akan bisa menjadi nasionalisme atheistik

Jum'at, 06/04/2018 21:13 0

Tazkiyah

Ini Nih Figur Pemimpin yang Merakyat

Siapa yang tidak mengenal Al-Faruq, Amirul Mukminin Umar bin Khattab? Beliau adalah sosok pemimpin yang dikenal tegas, zuhud dan merakyat.

Jum'at, 06/04/2018 19:00 0

Palestina

Potret Bocah “Bawang” Palestina; Targetku Merebut Kembali Tanah Moyangku

Tujuanku adalah mengambil kembali tanahku, tanah kakek nenekku, dan tanah kenangan keluargaku. Inilah slogan bocah 9 tahun Mohamed Ayyash, yang berada di garis depan aksi unjuk rasa mematikan di dekat perbatasan Gaza-Israel Jumat pekan lalu.

Jum'at, 06/04/2018 15:00 0

Amerika

Pentagon Tegaskan Strategi AS di Suriah Tak Berubah

Trump mengumumkan pekan lalu saat unjuk rasa di Ohio, bahwa ia ingin segera menarik pasukan dari Suriah. Trump mengindikasikan awal pekan ini bahwa dia ingin membawa pasukan kembali ke rumah. Meskipun pada hari Rabu Gedung Putih menyatakan pasukan akan tinggal.

Jum'at, 06/04/2018 14:02 0

Opini

Sukmawati Istighfar atau Umat yang Harus Memaafkan?

Kontroversi puisi Sukmawati yang dinilai menghina ajaran Islam, terus bergulir. Setelah Ketua Umum PNI Marhaenisme itu sowan ke kantor MUI, kemarin (5/4) Ketua MUI, KH. Ma'ruf Amin meminta kepada umat Islam untuk memaafkannya.

Jum'at, 06/04/2018 10:51 3

Afghanistan

Taliban Berjanji Balas Serangan terhadap Sekolah Al-Quran di Kunduz

PBB sendiri mengatakan pada Selasa sedang menyelidiki laporan memprihatinkan tentang korban banyak akibat serangan udara tentara pemerintah pada Senin itu

Jum'at, 06/04/2018 09:54 0

Suriah

Rusia: Total Warga yang Keluar dari Ghouta Timur 175 Ribu

Jumlah total warga Suriah yang keluar dari Ghouta Timur sebanyak 175 ribu lebih, menurut data yang dikeluarkan Rusia pada Rabu (05/04). Sedikitnya 33 ribu dari mereka berasal dari Kota Duma, kota paling akhir yang menyepakati pergi.

Jum'at, 06/04/2018 08:10 0

News

LBH Street: Siapapun yang Menghina Islam Kami Laporkan

"Dulu waktu kasus Ahok, pernah ada pertanyaan, apakah ketika Ahok muslim dan menghina Islam akan tetap dilaporkan, ini buktinya. Sukmawati yang KTP nya Islam kami laporkan," ungkap Kamil saat mendampingi kliennya, Irfan Noviandana, melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Bareskrim Polri, Rabu (04/04/2018).

Jum'at, 06/04/2018 07:39 0

Arab Saudi

Kembali Muncul, Hamzah Bin Laden Kritisi Hubungan Saudi dengan Amerika

Hamzah mendorong orang-orang untuk membebaskan kota suci dari Tentara Salib dan mengingatkan janji Al-Qaidah untuk menyalurkan kembali kekayaan negara kepada orang-orang miskin dan membutuhkan.

Kamis, 05/04/2018 21:19 0

Artikel

Tak Seperti Anggapan Sukmawati, Inilah Keutamaan Azan

Pasalnya Sukmawati mengungkapkan bahwa suara kidung lebih merdu dari suara azan. Sedang azan itu sendiri dalam Islam sangat tinggi kedudukannya. Bagi muazin dan orang yang menjawab azan akan mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah ta’ala.

Kamis, 05/04/2018 20:00 0

Close