Cabang Istimewa Muhammadiyah Pakistan Ikut Berkomentar Soal Puisi Sukmawati

KIBLAT.NET, Islamabad – Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Pakistan ikut memberikan tanggapan terkait puisi Sukmawati Soekarnoputeri, yang dinilai mengandung unsur penistaan agama Islam.

Ketua Umum Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Pakistan, Hafidzh El-Hudzaifie menegaskan lewat puisinya Sukmawati telah menistakan agama Islam. Menurutnya, puisi tersebut juga berpotensi memecah-belah persatuan.

“Puisi yang berjudul Ibu Indonesia mengandung unsur penistaan agama Islam yang menyakiti hati kaum muslimin dan berpotensi memecah-belah persatuan dan kesatuan bangsa,” katanya dalam pernyataan tertulis pada Jumat (06/04/2018).

Ditinjau dari sisi hukum, kata Hafidz, Sukmawati Soekarnoputri dinilai melanggar hukum dan dapat dijerat pasal 156 KUHP tentang penodaan agama. Sukmawati juga bisa dijerat dengan pasal 16 UU Nomor 40 Tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi ras dan etnis.

Hafizh mengungkapkan selaku Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Pakistan telah menerima permohonan maaf Sukmawati Soekarnoputri. Pihaknyaa berharap Sukmawati tidak mengulangi kejadian serupa di masa mendatang.

“Namun, kami meminta pihak Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk melanjutkan proses hukum dengan transparan dan Sadila dunia demi tegaknya supremasi hukum,” tuturnya.

Terakhir, Hafizh menghimbau kepada seluruh pihak dan seluruh lapisan masyarakat agar bersikap tenang dan bertindak sesuai produk hukum yang berlaku di negara ini demi terciptanya situasi yang kondusif.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Imam S.

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat