... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Tak Seperti Anggapan Sukmawati, Inilah Keutamaan Azan

Foto: Menara masjid

KIBLAT.NET – Puisi berjudul Ibu Indonesia  yang dibacakan oleh Sukmawati Soekarnoputri menuai kontroversi. Pasalnya Sukmawati mengungkapkan bahwa suara kidung lebih merdu dari suara azan. Sedang azan itu sendiri dalam Islam sangat tinggi kedudukannya. Bagi muazin dan orang yang menjawab azan akan mendapatkan pahala yang besar di sisi Allah ta’ala.

Siapa yang tidak tahu azan? Azan adalah panggilan untuk shalat, atau dengan bahasa ulama adalah pemberitahuan masuknya waktu shalat dengan, lafal-lafal yang khusus. (Al Mughni, 2/53). Selain untuk panggilan shalat, azan juga dalam rangka menampakkan syiar Islam. Meskipun disuarakan oleh manusia, pada hakikatnya azan adalah panggilan Allah kepada segenap hamba-Nya untuk menunaikan shalat.

Karena tingginya kedudukan azan dalam Islam, Allah memberikan banyak keutamaan azan dan muadzin serta orang yang menjawabnya. Dianta keutamaan tersebut adalah :

Keutamaan Azan

Setan akan Lari Terkentut-kentut

Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

إِذَا نُوْدِيَ لِلصَّلاَةِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ وَلَهُ ضُرَاطٌ، حَتَّى لاَ يَسْمَعَ التَّأْذِيْنَ، فَإِذَا قَضَى النِّدَاءَ أَقْبَلَ حَتَّى إِذَا ثَوَّبَ بِالصَّلاَةِ أَدْبَر

Artinya“Apabila diserukan azan untuk shalat, syaitan pergi membelakangi suara azan sampai terkentut-kentut hingga tidak mendengar azan. Bila muadzin selesai mengumandangkan azan, syaitan datang kembali hingga ketika diserukan iqamat ia pergi lagi …” (HR. Bukhari no. 608 dan Muslim no. 1267)

Pahalanya Tidak Terhitung

Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu  mengabarkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :

لَوْ يَعْلَمُ النَّاسُ مَا فِي النِّدَاءِ وَالصَّفِّ الْأَوَّلِ ثُمَّ لَمْ يَجِدُوا إِِلَّا أَنْ يَسْتَهِمُوْا عَلَيْهِ لاَسْتَهَمُوْا

Artinya,“Seandainya orang-orang mengetahui besarnya pahala yang didapatkan dalam azan dan shaf pertama, kemudian mereka tidak dapat memperolehnya kecuali dengan undian, niscaya mereka rela berundi untuk mendapatkannya..” (HR. Bukhari no. 615 dan Muslim no. 980)

Keutamaan Mu’adzin :

Selamat di Padang Mahsyar

Mu’awiyah radhiallahu ‘anhu berkata, Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

الْمؤَذِّنُوْنَ أَطْوَلُ النَّاسِ أَعْنَاقًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Para muadzin adalah orang yang paling panjang lehernya pada hari kiamat (padang mahsyar).” (HR. Muslim no. 850)

Tentang makna “orang yang paling panjang lehernya”, para ulama berbeda pendapat. Diantaranya Imam Al-Baghawi yang mengatakan dari Ibnul A’rabi :

أكثرهم أعمالا

“Yang paling banyak amalnya di antara manusia.” (Syarhus Sunnah, 2/277)

Dalam Syarh Sunan Ibni Majah disebutkan : Abu Bakar bin Abu Daud berkata: aku mendengar Ayahku berkata :

لَيْسَ معنى الحَدِيث ان اعناقهم تطول بل معنى ذَلِك ان النَّاس يعطشون يَوْم الْقِيَامَة فَإِذا عَطش الْإِنْسَان انطوت عُنُقه والمؤذنون لَا يعطشون فاعناقهم قَائِمَة

“Maksud hadits ini bukan lehernya benar-benar menjadi panjang, tetapi pada hari itu manusia kehausan, jika mereka haus maka leher mereka mengerut, sementara para muadzin mereka tidak kehausan dan leher mereka tetap tegak.” (Syarh Sunan Ibni Majah, 1/53)

Seluruh Makhluk Menjadi Saksi Kebaikan Mu’adzin

Abu Sa’id Al-Khudri radhiallahu ‘anhu mengabarkan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam :

لاَ يَسْمَعُ مَدَى صَوْتِ الْمُؤَذِّنِ جِنٌّ وَلاَ إِنْسٌ وَلاَ شَيْءٌ إِلاَّ شَهِدَ لَهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ

“Tidaklah jin dan manusia serta tidak ada sesuatu pun yang mendengar suara lantunan azan dari seorang mu’adzin melainkan akan menjadi saksi kebaikan bagi si mu’adzin pada hari kiamat.” (HR. Bukhari no. 609)

Dimintakan Ampunan Oleh Rasulullah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mendoakan para imam dan muadzin :

اللَّهُمَّ أَرْشِدِ الْأَئِمّةَ وَاغْفِرْ لِلَمْؤَذِّنِيْنَ

BACA JUGA  Sufi-sufi Jihadis

”Ya Allah berikan kelurusan bagi para imam dan ampunilah para mu’adzin.” (HR. Abu Dawud no. 517 dan At-Tirmidzi no. 207, dishahihkan oleh Al-Albani dalam Al-Irwa’ no. 217)

Aisyah radhiallahu ‘anha berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

الْإِمَامُ ضَامِنٌ وَالْمُؤَذِّنُ مُؤْتَمَنٌ، فَأَرْشَدَ اللهُ الْأَئِمّةَ وَعَفَا عَنِ المْؤَذِّنِيْنَ

“Imam adalah penjamin sedangkan muadzin adalah orang yang diamanahi. Semoga Allah memberikan kelurusan kepada para imam dan memaafkan para mu’adzin.” (HR. Ibnu Hibban dalam Shahih-nya no.1669, dan hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Albani dalam Shahih At-Targhib wat Tarhib no. 239)

Dimintakan Ampun Oleh Seluruh Makhluk yang Mendengar Azannya

Ibnu ’Umar radhiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda ;

يُغْفَرُ لِلْمْؤَذِّنِ مُنْتَهَى أََذَانِهِ وَيَسْتَغْفِرُ لَهُ كُلُّ رَطْبٍ وَيَابِسٍ سَمِعَهُ

“Diampuni bagi muadzin hingga akhir azannya. Dan setiap yang basah atau pun yang kering yang mendengar azannya akan memintakan ampun untuknya.” (HR. Ahmad 2/136. Ia berkata bahwa sanad hadits ini shahih)

Tentang makna “diampuni hingga akhir azannya”, al-Khattabi berkata :

وَفِيهِ وَجْهٌ آخَرُ وَهُوَ أَنَّهُ كَلَامُ تَمْثِيلٍ وَتَشْبِيهٍ، يُرِيدُ أَنَّ الْمَكَانَ الَّذِي يَنْتَهِي إِلَيْهِ الصَّوْتُ لَوْ يُقَدَّرُ أَنْ يَكوُنَ مَا بَيْنَ أَقْصَاهُ وَبَيْنَ مَقَامِهِ الَّذِي هُوَ فِيهِ ذُنُوبُهُ تَمْلَأُ تِلْكَ الْمَسَافَةَ غَفَرَهَا اللَّهُ.

“Pada kalimat ini ada makna yang lain, ini adalah ucapan tasybih dan tamtsil, maknanya adalah bahwa sepanjang tempat yang dicapai oleh suaranya sampai akhir, yang seandainya dosa-dosa dia sepenuh  antara ujung terjauh dari suaranya sampai tempat dia berdiri, maka Allah akan mengampuni semuanya.” (Ittihaf Al-Khairah, 1/475)

Allah Membanggakan Para Mu’adzin di Hadapan Malaikat.

Dari Uqbah bin Amir, aku mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

يَعْجَبُ رَبُّكُمْ مِنْ رَاعِي غَنَمٍ فِي رَأْسِ شَظِيَّةٍ بِجَبَلٍ، يُؤَذِّنُ بِالصَّلَاةِ، وَيُصَلِّي، فَيَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ: انْظُرُوا إِلَى عَبْدِي هَذَا يُؤَذِّنُ، وَيُقِيمُ الصَّلَاةَ، يَخَافُ مِنِّي، قَدْ غَفَرْتُ لِعَبْدِي وَأَدْخَلْتُهُ الْجَنَّةَ

“Tuhanmu takjub kepada seorang penggembala domba di puncak bukit gunung, dia mengumandangkan azan untuk shalat lalu dia shalat. Maka Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Lihatlah hamba-Ku ini, dia mengumandangkan azan dan beriqamat untuk shalat, dia takut kepada-Ku. Aku telah mengampuni hamba-Ku dan memasukkannya ke dalam surga” (HR. Abu Dawud no. 1203. Dinyatakan shahih oleh al-Albani)

Para Mu’adzin akan Dimasukan ke Surga

Dari Abu Hurairah, ia berkata :

كُنَّا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَامَ بِلَالٌ يُنَادِي، فَلَمَّا سَكَتَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَنْ قَالَ مِثْلَ هَذَا يَقِينًا دَخَلَ الْجَنَّةَ»

Kami pernah bersama Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam, lalu Bilal berdiri mengumandangkan azan. Ketika selesai, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Barangsiapa mengucapkan seperti ini dengan yakin, niscaya dia masuk surga’.” (HR. An Nasa’i no. 674. Al-Albani menyatakan : hadist hasan)

Dari Ibnu Umar Radhiallahu ‘Anhu, bahwa Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ أَذَّنَ ثِنْتَيْ عَشْرَةَ سَنَةً وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ، وَكُتِبَ لَهُ بِتَأْذِينِهِ فِي كُلِّ يَوْمٍ سِتُّونَ حَسَنَةً، وَلِكُلِّ إِقَامَةٍ ثَلَاثُونَ حَسَنَةً

“Barang siapa azan selama dua belas tahun maka wajib baginya mendapatkan surga, dan  dengan azannya itu dicatat baginya setiap hari enam puluh kebaikan, dan setiap iqamah yang dia lakukan dia mendapatkan tiga puluh kebaikan.” (HR. Ibnu Majah no. 728, Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman no. 2795, dan Ath-Thabarani dalam Al-Mu’jam Al-Awsath no. 8733)

Keutamaan Menjawab Azan

Menjawab Azan Bisa Menjadi Sebab Masuk Surga

BACA JUGA  212 dan Ketidakadilan Media

إِذَا قَالَ الْمُؤَذِّنُ: اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، فَقَالَ أَحَدُكُمْ: اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، ثُمَّ قَالَ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، قَالَ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، ثُمَّ قَالَ: أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ قَالَ: أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ، ثُمَّ قَالَ: حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ، قَالَ: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ، ثُمَّ قَالَ: حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ، قَالَ: لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللهِ، ثُمَّ قَالَ: اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، قَالَ: اللهُ أَكْبَرُ اللهُ أَكْبَرُ، ثُمَّ قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، قَالَ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ مِنْ قَلْبِهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ

“Apabila muadzin mengucapkan Allohu Akbar, Allohu Akbar maka salah seorang dari kalian menjawab Allohu Akbar, Allohu Akbar. Lalu apabila muadzin mengucapkan Asyhadu alla ilaaha illalloh maka salah seorang dari kalian menjawab Asyhadu allaa ilaaha illalloh. Apabila Muadzin mengucapkan Asyhadu anna muhammadar rosuululloh maka salah seorang dari kalian menjawab Asyhadu anna muhammadar rosuululloh. Apabila muadzin mengucapkan Hayya ala ash-shalah maka salah seorang dari kalian menjawab Laa haula walaa quwwata illaa bilaah. Apabila muadzin mengucapkan Hayya ‘ala al falaah, maka salah seorang dari kalian menjawab Laa haula walaa auwwata illaa billaah. Apabila muadzin mengucapkan Allohu Akbar, Allohu Akbar maka salah seorang dari kalian menjawab Allohu Akbar, Allohu Akbar. Apabila muadzin mengucapkan, Laa ilaahaa illalloh dia menjawab, Laa ilaaha illallohu dengan setulus hatinya, maka ia akan masuk surga.” (HR. Muslim, no. 385)

Sebab Diampuninya Dosa-dosa

مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ الْمُؤَذِّنَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، رَضِيتُ بِاللهِ رَبًّا وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا، وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا، غُفِرَ لَهُ ذَنْبُهُ

“Barang siapa ketika mendengar muadzin mengucapkan Asyhadu allaa ilaaha illallohu wahdahuu laa syarikalah, wa anna muhammadan ‘abduhu wa rasuuluh. Radhitu billahi rabba, wa bimuhammadin rasuula, wabil islami diina (Saya bersaksi bahwa tiada tuhan selain Alloh, Dialah tuhan satu-satunya, tiada sekutu baginya. Dan bahwasanya Muhammad adalah hamba Alloh dan utusan-Nya, saya rela Alloh sebagai tuhan, Muhammad sebagai Rasul, dan Islam sebagai agama), maka dosanya akan diampuni” (HR. Muslim, no. 386)

Sebab Mendapat Syafa’at

إِذَا سَمِعْتُمُ الْمُؤَذِّنَ، فَقُولُوا مِثْلَ مَا يَقُولُ ثُمَّ صَلُّوا عَلَيَّ، فَإِنَّهُ مَنْ صَلَّى عَلَيَّ صَلَاةً صَلَّى الله عَلَيْهِ بِهَا عَشْرًا، ثُمَّ سَلُوا اللهَ لِيَ الْوَسِيلَةَ، فَإِنَّهَا مَنْزِلَةٌ فِي الْجَنَّةِ، لَا تَنْبَغِي إِلَّا لِعَبْدٍ مِنْ عِبَادِ اللهِ، وَأَرْجُو أَنْ أَكُونَ أَنَا هُوَ، فَمَنْ سَأَلَ لِي الْوَسِيلَةَ حَلَّتْ لَهُ الشَّفَاعَةُ

“Apabila kamu sekalian mendengar muadzin, maka ucapkanlah seperti apa yang diucapkannya, kemudian bacalah shalawat kepadaku. Karena barangsiapa membaca shatawat untukku satu kali, maka Alloh membalasnya dengan sepuluh shalawat. Lalu mintakanlah kepada Alloh Wasilah untukku. Wasilah adalah sebuah kedudukan di surga yang tidak layak kecuali bagi hamba Alloh dan aku berharap agar aku adalah hamba Alloh tersebut. Barangsiapa memintakan wasilah untukku, maka ia mendapat syafaatku” (HR. Muslim, no. 384)

Demikianlah keutamaan-keutamaan yang terdapat pada azan, muadzin dan menjawab azan. Sangat tinggi kedudukan azan dalam Islam, sehingga umat Islam menganggapnya sebagai sesuatu yang sakral. Diharamkan bagi orang Islam untuk bermain-main dengan azan, karena itu merupakan bentuk pelecehan terhadap azan. Wallahu a’lam bis Showab...

Penulis: Zamroni
Editor: Arju

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Palestina

Bakar Ribuan Ban, Strategi Pemuda Gaza Halau Tembakan Pasukan Israel

Asap hitam mengepul dari ribuan ban yang dibakar para pemuda Palestina yang berunjuk rasa menuntut kemerdekaan tanah kelahirannya. Hal itu ditujukan untuk menghindari peluru-peluru pasukan Israel yang mendapat instruksi menembak.

Kamis, 05/04/2018 19:41 0

Turki

KTT Ankara: Turki, Rusia dan Iran Sepakat Gencatan Senjata di Suriah

Turki, Rusia dan Iran berkomitmen untuk gencatan senjata di Suriah. Hal itu disampaikan dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan seusai pertemuan KTT Ankara yang diselenggarakan oleh Presiden Recep Tayyip Erdogan.

Kamis, 05/04/2018 18:57 0

Video Kajian

Ust. Abu Rusydan: Fir’aun-Fir’aun Masa Kini

Ust. Abu Rusydan: Fir'aun-Fir'aun Masa Kini. Banyak orang berbuat jahat, melemparkan tuduhan kepada orang-orang yang tak bersalah untuk menutupi kejahatannya. Apalagi soal hukum Allah, mereka yang jujur sering menjadi korban. Simak lebih lanjut fenomena ini dalam kajian berikut ini!

Kamis, 05/04/2018 17:14 0

Indonesia

MUI Nilai Sukmawati Tak Perhatikan Dampak Puisi

Sukmawati Soekarnoputri hari ini mendatangi kantor Majelis Ulama Indonesia (MUI) pusat. Kedatangan putri Soekarno ini diterima langsung oleh Ketua Umum MUI, KH. Ma’ruf Amin.

Kamis, 05/04/2018 16:55 0

Inggris

Tudingan Terhadap Rusia Sulit Dibuktikan, Pemerintah Inggris Frustrasi

Tudingan Inggris yang mengarah kepada Rusia terkait kasus pembunuhan dengan menggunakan racun terhadap seorang mantan agen intelijen di Salisbury mulai menuai badai.

Kamis, 05/04/2018 16:35 0

Indonesia

Ikut Polisikan Sukmawati, Ini Alasan Tim Pembela Ulama dan Aktifis

Tim Pembela Ulama dan Aktifis turut melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Bareskrim Mabes Polri. Pelaporan tersebut dilakukan langsung oleh Azzam Khan sebagai Wakil Koordinator LSM tersebut.

Kamis, 05/04/2018 15:01 0

Indonesia

Bertemu Bos Walt Disney, Muhammad Bin Salman Bicarakan Kerjasama Dunia Hiburan

Putra Mahkota Muhammad Bin Salman bertemu dengan bos Walt Disney, Robert Bob Allen Iger

Kamis, 05/04/2018 14:56 0

Arab Saudi

Gandeng Perusahaan AS, Saudi Sebentar Lagi Resmikan Gedung Bioskop

Sejumlah ulama ditahan setelah mengkritik Hai’ah Tarfiyah. Suara kritikan ulama pun saat ini sudah tidak terdengar lagi

Kamis, 05/04/2018 14:45 0

Indonesia

Forum Anti Penodaan Agama Ikut Laporkan Sukmawati

Forum Anti Penodaan Agama (FAPA) laporkan Sukmawati atas dugaan penodaan agama ke Bareskrim Mabes Polri

Kamis, 05/04/2018 13:59 0

Indonesia

Menteri Luar Negeri Bertemu ACT Bahas Bantuan Kemanusiaan untuk Suriah

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melakukan pertemuan dengan organisasi kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) terkait pengiriman bantuan kemanusiaan untuk Suriah

Kamis, 05/04/2018 13:44 0

Close