... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

KSHUMI: Maaf Sukmawati Tak Gugurkan Proses Hukum

Foto: Ketua KSHUMI, Chandra Purna Irawan

KIBLAT.NET, Jakarta – Ketua Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia (KSHUMI), Chandra Purna Irawan, mengatakan bahwa setiap Muslim pasti memaafkan Sukmawati. Namun, permintaan maaf Sukmawati tidak menggugurkan perbuatan pidana.

“Sebagai Muslim, sudah pasti masyarakat Muslim Indonesia akan memberikan maaf kepada Ibu Sukmawati. Tetapi secara hukum, permohonan maaf tidak bisa menghapuskan atau menggugurkan perbuatan pidana,” katanya kepada Kiblat.net melalui keterangan tertulis pada Kamis (05/04/2018).

Ia juga menjelaskan bahwa dalam ilmu hukum pidana dikenal alasan penghapus pidana. Alasan pemaaf menurut Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) adalah alasan yang menghapus kesalahan dari si pelaku suatu tindak pidana, sedangkan perbuatannya tetap melawan hukum.

“Jadi, dalam alasan pemaaf dilihat dari sisi orang/pelakunya (subjektif). Misalnya, lantaran pelakunya tak waras atau gila sehingga tak dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya itu (Pasal 44 KUHP),” jelasnya.

Menurutnya, dugaan penistaan agama ini seharusnya sudah masuk tahap penyidikan. Sebab, soal penistaan agama jika dilihat dari sisi hukum ialah delik formil (Formeel Delictien) yang tidak perlu dilakukan pembuktian ada atau tidaknya suatu dugaan tindak pidana.

“Delik Pasal 156a ini delik formil, delik selesai. Sama seperti kalau orang membunuh dengan pisau, pisaunya jadi alat bukti. Kalau dugaan penistaan agama ini, puisi yang isinya membandingkan terkait cadar, azan dan syariah islam, sebagai alat. Jadi faktanya, peristiwanya ada dan dilakukan,” tuturnya.

BACA JUGA  Meriahkan Hari Pahlawan, DSKS Adakan Parade Perjuangan

Maka, ia menegaskan bahwa KSHUMI Mendorong kepada pihak penegak hukum untuk, menegak hukum dengan adil agar tercipta keadilan sosial ditengah-tengah masyarakat.

Sukmawati akhirnya meminta maaf atas puisinya SARA-nya yang menyinggung umat Islam. Permintaan maaf itu sendiri disampaikannya setelah banyak desakan dari umat. Awalnya, dia enggan meminta maaf karena beralasan bahwa puisinya itu merupakan karya seni.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Hunef Ibrahim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Video Kajian

Orientasi Dunia Merusak Alam Dunia dan Akhirat

Orientasi Dunia Merusak Alam Dunia dan Akhirat. Ayat tersebut menjadi panduan umat Islam untuk keseimbangan dunia dan akhirat. Bagaimana penjelasannya? Simak dalam kajian berikut ini!

Kamis, 05/04/2018 09:20 0

Asia

AS Masukkan Gerakan Politik Pakistan ke Daftar Teroris

Tuduhan ini, tegasnya, telah mencederai kedaulatan dan konstitusi Pakistan.

Kamis, 05/04/2018 08:46 0

Suriah

Antisipasi Operasi Militer Turki, AS Tambah Kekuatan di Manbij

Ankara berniat menggelar operasi militer untuk membersihkan Manbij dari milisi YPG setelah berhasil merebut Afrin.

Kamis, 05/04/2018 07:34 0

Editorial

Editorial: Sukmawati Memantik Api

Di Barat, ekspresi permusuhan kelompok ultranasionalis kepada Islam begitu terlihat meski mereka tak berkuasa. Semestinya, siapa pun tak boleh berpikiran untuk mengadopsinya di Indonesia, negara yang kemerdekaannya dipenuhi gaung takbir para syuhada.

Rabu, 04/04/2018 15:24 0

Suara Pembaca

Puisi “Ajari Anak Kita Syariat Islam”

Ajari Anak Kita Syariat Islam

Rabu, 04/04/2018 15:10 1

Manhaj

Penerapan Fikih Istidh’af di Masa Kenabian

Isyarat-isyarat ini didukung dengan praktek-praktek yang menunjukkan bahwa kondisi istidh’af, menuntut adanya suatu pengecualian dari hukum yang umum berlaku.

Rabu, 04/04/2018 14:30 1

Amerika

Terjadi Penembakan di Kantor Pusat Youtube, Aksi Terorisme?

Motif penembakan belum jelas, kata dia. Polisi menyatakan dia tidak tahu apakah penembakan itu merupakan kasus insiden kekerasan domestik.

Rabu, 04/04/2018 12:53 0

Mesir

Pemilu Mesir Menangkan Al-Sisi, Hastag “Pembohong” Ramai di Medsos

Sejumlah aktivis media sosial mempertanyakan legitimasi dan kredibilitas pemilihan. Mereka juga menyoroti kemunafikan para pemimpin Barat karena mendukung seorang diktator yang terkenal jahat karena pelanggaran hak asasi manusianya.

Rabu, 04/04/2018 11:08 0

Yaman

Syiah Hutsi Targetkan Kapal Tanker Minyak Saudi

“Kapal tempur koalisi segera melakukan operasi ‘intervensi cepat’ dan berhasil menggagalkan serangan tanpa diketahui jenis senjata yang digunakan untuk menyerang,” kata pernyataan koalisi Arab, seperti dinukil Reuters Arabic.

Rabu, 04/04/2018 09:46 0

News

Kesepahaman Kekuatan Asing Bentuk “Zona Pengaruh” di Suriah

Donald Trump, Selasa (03/04), menggelar pertemuan Dewan Keamanan Nasional untuk membuat keputusan akhir tentang keberadaan militer AS di Suriah. Di saat yang sama, sumber Turki mengatakan bahwa koalisi AS mengirim 300 tentara ke Manbij, di mana ratusan dan mungkin ribuan tentara AS berada di kota tersebut bersama milisi Kurdi.

Rabu, 04/04/2018 08:36 0

Close