... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ikut Polisikan Sukmawati, Ini Alasan Tim Pembela Ulama dan Aktifis

KIBLAT.NET, Jakarta- Tim Pembela Ulama dan Aktifis turut melaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Bareskrim Mabes Polri. Pelaporan tersebut dilakukan langsung oleh Azzam Khan sebagai Wakil Koordinator LSM tersebut.

Sukmawati dinilai telah menodai agama Islam melalui puisi yang berjudul Ibu Indonesia. Di mana, Sukmawati membandingkan lantunan azan dengan kidung dan hijab dengan sari konde. Laporan tersebut diterima oleh polisi dengan Nomor : LP/450/IV/2018/BARESKRIM. Barang bukti yang ia bawa berupa video dan hasil tangkap layar teks puisi Ibu Indonesia.

“Kami Umat Islam meminta keadilan terkait kasus Sukmawati Soekarnoputri ia bukan menyamakan cadar dengan konde, ia malah mengatakan cadar kalah dengan konde, juga Azan kalah dari lagu kidung, ini ngaco,” ungkap Azzam di Bareskrim Polri, Gambir, Rabu (04/04/2018).

Ia menilai bahwa Sukmawati dapat dikenakan pasal 156a tentang penodaan agama. Namun ia mengatakan sebelun melaporkan, pihaknya dan GMII sempat kesulitan membuat laporan karena sudah ada pelapor lain dalam kasus yang sama.

“Kita agak sulit laporan karena sudah ada laporan dari awal, ini banyak yang melaporan dalam kasus ini, seharusnya Bareskrim menerima laporan ini, dan jangan menolak. Artinya ini bergulir laporan ini, silahkan menerima semua laporan, dan ketika nantinya dijadikan satu lalu dibedah apakah unsurnya terpenuhi tidak dalam pasal 156a,” ungkapnya.

Azzam menambahkan, alasan ia turut melaporkan Sukmawati ialah untuk timbul efek jera, dan jangan dengan mudahnya melecehkan agama. Ia melihat, puisi Ibu Indonesia menggambarkan bahwa Sukmawati tidak paham syariat Islam.

BACA JUGA  Raker Komisi XI Dengan Kemenkeu, Penerimaan Negara di 2019 Cuma Tumbuh 3,2%

“Jangan dikaitkan dengan apapun jika itu berkaitan dengan syariat. Hukumnya itu adalah Allah yang menentukan. Dalam Al-Qur’an yang merupakan Kalamullah bagi kita orang muslim wajib untuk menjalankannya,” ungkapnya.

Ia melanjutkan, kasus puisi Sukmawati sebenarnya sederhana. Namun yang menjadi permasalahan, akibat yang ditimbulkan dari puisi tersebut sangat berbahaya karena menyangkut persoalan agama dan keyakinan orang lain.

“Bukan hanya muslim saya kira, jika Agama lain juga diperlakukan serupa, dihina, di sinilah (Bareskrim) muara untuk melaporkan,” ujarnya.

Sukmawati Minta Maaf, Akankah Laporan Dicabut?

Kendati demikian, Azzam mengaku akan menerima permintaan maaf Sukmawati dengan asalkan menarik puisi dan pandangan tersebut. Ia pun bersedia mencabut laporan tersebut.

“Tapi selama belum ada itikad baik, untuk meminta maaf, maka saya kira seperti itu. Saya tidak memberi batasan waktu, hanya saja ketika dia mengaku muslim, dan merasa harus mengkoreksi tentang apa yang disampaikan itu salah, maka dia harus segera konfrensi pers dan minta maaf, dengan mengundang pelapor, MUI, Muhammadiyah, NU, dan yang lainnya,” ungkapnya.

“Karena Islam rahmatan lil alamin, jika dia minta maaf akan diterima, asal caranya rasional. Kalau dia melakukan publikasi, maka harus melalui publikasi juga. Jangankan itu, qisos saja jika ada org yg membunuh dan ahli warisnya memaafkan maka itu selesai,” tukasnya.

Sebagaimana diketahui, Sukmawati Soekarnoputri akhirnya buka suara di publik soal puisi ‘Ibu Indonesia’ yang ia bawakan dalam even Indonesia Fashion Week 2018. Ia mengaku tidak berniat menghina Islam ketika menyampaikan puisi tersebut.

BACA JUGA  Empat Masalah Ini Jadi Prioritas Kerja Mahfud MD

“Saya mewakili pribadi tidak ada niatan untuk menghina umat Islam Indonesia dengan puisi Ibu Indonesia saya adalah seorang muslimah yang bersyukur dan bangga akan keislaman saya,” katanya dalam konferensi pers di Warung Daun, Jakarta pada Rabu (04/04/2018).

Karena puisi ini telah memantik kontroversi di berbagai kalangan baik pro dan kontra khususnya di kalangan umat Islam, Sukmawati menyampaikan permintaan maaf.

“Saya mohon maaf lahir batin kepada umat Islam Indonesia khususnya bagi yang merasa tersinggung dan berkeberatan dengan puisi ibu Indonesia,” tuturnya sembari sesenggukan.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Arab Saudi

Gandeng Perusahaan AS, Saudi Sebentar Lagi Resmikan Gedung Bioskop

Sejumlah ulama ditahan setelah mengkritik Hai’ah Tarfiyah. Suara kritikan ulama pun saat ini sudah tidak terdengar lagi

Kamis, 05/04/2018 14:45 0

Video Kajian

Orientasi Dunia Merusak Alam Dunia dan Akhirat

Orientasi Dunia Merusak Alam Dunia dan Akhirat. Ayat tersebut menjadi panduan umat Islam untuk keseimbangan dunia dan akhirat. Bagaimana penjelasannya? Simak dalam kajian berikut ini!

Kamis, 05/04/2018 09:20 0

Asia

AS Masukkan Gerakan Politik Pakistan ke Daftar Teroris

Tuduhan ini, tegasnya, telah mencederai kedaulatan dan konstitusi Pakistan.

Kamis, 05/04/2018 08:46 0

Suriah

Antisipasi Operasi Militer Turki, AS Tambah Kekuatan di Manbij

Ankara berniat menggelar operasi militer untuk membersihkan Manbij dari milisi YPG setelah berhasil merebut Afrin.

Kamis, 05/04/2018 07:34 0

Editorial

Editorial: Sukmawati Memantik Api

Di Barat, ekspresi permusuhan kelompok ultranasionalis kepada Islam begitu terlihat meski mereka tak berkuasa. Semestinya, siapa pun tak boleh berpikiran untuk mengadopsinya di Indonesia, negara yang kemerdekaannya dipenuhi gaung takbir para syuhada.

Rabu, 04/04/2018 15:24 0

Suara Pembaca

Puisi “Ajari Anak Kita Syariat Islam”

Ajari Anak Kita Syariat Islam

Rabu, 04/04/2018 15:10 1

Manhaj

Penerapan Fikih Istidh’af di Masa Kenabian

Isyarat-isyarat ini didukung dengan praktek-praktek yang menunjukkan bahwa kondisi istidh’af, menuntut adanya suatu pengecualian dari hukum yang umum berlaku.

Rabu, 04/04/2018 14:30 1

Amerika

Terjadi Penembakan di Kantor Pusat Youtube, Aksi Terorisme?

Motif penembakan belum jelas, kata dia. Polisi menyatakan dia tidak tahu apakah penembakan itu merupakan kasus insiden kekerasan domestik.

Rabu, 04/04/2018 12:53 0

Mesir

Pemilu Mesir Menangkan Al-Sisi, Hastag “Pembohong” Ramai di Medsos

Sejumlah aktivis media sosial mempertanyakan legitimasi dan kredibilitas pemilihan. Mereka juga menyoroti kemunafikan para pemimpin Barat karena mendukung seorang diktator yang terkenal jahat karena pelanggaran hak asasi manusianya.

Rabu, 04/04/2018 11:08 0

Yaman

Syiah Hutsi Targetkan Kapal Tanker Minyak Saudi

“Kapal tempur koalisi segera melakukan operasi ‘intervensi cepat’ dan berhasil menggagalkan serangan tanpa diketahui jenis senjata yang digunakan untuk menyerang,” kata pernyataan koalisi Arab, seperti dinukil Reuters Arabic.

Rabu, 04/04/2018 09:46 0

Close