... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Kesepahaman Kekuatan Asing Bentuk “Zona Pengaruh” di Suriah

Foto: Suriah

KIBLAT.NET, Damaskus – Nota kesepahaman yang disepakati secara rahasia oleh AS-Rusia, di satu sisi, dan Moskow-Ankara-Teheran, di sisi lain, telah membuat wilayah Suriah di bawah “zona pengaruh” sementara. Siapa yang paling berpengaruh di sebuah wilayah dialah yang memegang kendali daerah tersebut.

Sekutu AS mengontrol sepertiga wilayah Suriah dan 90% hasil minyak (yang mampu menghasilkan 360 ribu barel perhari) negara tersebut. Di sisi lain, Moskow menguasai setengah dari wilayah Suriah. Rusia juga membangun dua pangkalan besar di dekat Laut Tengah. Sementara wilayah Suriah sisanya dikontrol oleh Turki dan kekuatan oposisi.

Donald Trump, Selasa (03/04), menggelar pertemuan Dewan Keamanan Nasional untuk membuat keputusan akhir tentang keberadaan militer AS di Suriah. Di saat yang sama, sumber Turki mengatakan bahwa koalisi AS mengirim 300 tentara ke Manbij, di mana ratusan dan mungkin ribuan tentara AS berada di kota tersebut bersama milisi Kurdi.

Pada waktu yang sama, pertemuan Rusia-Iran-Turki digelar di Ankara untuk membahas pengaturan militer. Di antara poin yang dibahas, masa depan operasi Turki di Tal Rafa’at setelah Ankara dan faksi FSA berupaya bergerak menuju Manbij.

Sumber: aawsat.com
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

PWNU Jatim: Puisi Sukmawati Ancam Kebersamaan Bangsa

Meski demikian, ia tetap mengimbau umat Islam untuk tetap tenang. Agar ketertiban masyarakat masih terbangun.

Rabu, 04/04/2018 06:46 0

Indonesia

PKS Imbau Sukmawati Akui Kesalahan dan Minta Maaf Terbuka

"Sangat tidak elok memuji konde, kidung, dan perangai ibu Indonesia sambil merendahkan hijab, cadar, dan suara azan. Tidak perlu dan tidak pantas. Kenapa pujian harus dengan cara itu? Kita semua sangat mencitai dan menghormati Ibu Indonesia, tapi tidak menyinggung perasaan dan keyakinan umat beragama," katanya kepada Kiblat.net melalui keterangan tertulis pada Selasa (03/04/2018).

Rabu, 04/04/2018 06:33 0

Indonesia

Mantan Presiden Afghanistan Kutuk Serangan AS ke Madrasah

Mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai angkat bercara terkait serangan udara AS di utara Kunduz yang menewaskan banyak korban.

Selasa, 03/04/2018 20:52 0

Indonesia

Advokat GNPF Ulama Akan Laporkan Sukmawati ke Bareskrim

Advokat Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama) akan melaporkan Sukmawati atas dugaan penodaan agama. Hal itu diungkapkan oleh anggota GNPF Ulama, Nasrullah Nasution.

Selasa, 03/04/2018 19:29 0

Indonesia

Nominal Utang Negara Mengkhawatirkan, Kemenkeu Salahkan SDM Bangsa

Utang Pemerintah dalam APBN 2018 ditingkat mengkhawatirkan, dinyatakan Kementerian Keuangan utang pemerintah mencapai Rp4.772 triliun.

Selasa, 03/04/2018 18:33 0

Indonesia

Rendahkan Syariat Islam, Puisi Sukmawati Dianggap Bukan Seni

Advokat GNPF Ulama, Nasrullah Nasution menegaskan bahwa puisi yang berjudul Ibu Indonesia, dibacakan oleh Sukmawati terkesan merendahkan Islam. Sukmawati dinilai bisa terjerat pasal penodaan agama.

Selasa, 03/04/2018 17:02 0

Indonesia

MUI: Cadar dan Adzan Menyangkut Keyakinan, Bukan Keindahan

Kiai Cholil menegaskan bahwa azan adalah syiar Islam untuk memberi tahu dan memanggil untuk mendirikan shalat. Ia menjelaskan adzan bukan sekedar soal merdu suara muadzin di telinga para pendengarnya.

Selasa, 03/04/2018 14:58 0

Indonesia

Puisi Sukmawati Dinilai Penuhi Unsur Penodaan Agama

Puisi Sukmawati Dinilai Penuhi Unsur Penodaan Agama

Selasa, 03/04/2018 14:08 0

Indonesia

Anggota DPR Ingatkan Sukmawati Jangan Sampai Kasus Ahok Terulang Lagi

Kader PAN asal Aceh itu mengingatkan agar kejadian Ahok jangan kembali terulang. Menurutnya, walaupun Ahok di kala itu sudah minta maaf namun kemarahan umat sudah tak lagi terbendung.

Selasa, 03/04/2018 13:23 0

Indonesia

Polisi: Penyebar Video Ustadz Fadlan Bukan Orang Papua

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal mengatakan bahwa ceramah Ustadz Fadlan Garamatan yang viral merupakan ceramah beberapa tahun lalu. Video ceramah tersebut lama, kemudian dipotong beberapa detik.

Selasa, 03/04/2018 13:00 0

Close