... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Editorial: Sukmawati Memantik Api

Foto: Sukmawati Soekarnoputri

KIBLAT.NET – Sukmawati Soekarnoputri memantik api. Didaulat sebagai pembaca puisi di sebuah acara peragaan busana, putri Soekarno membawakan “Ibu Indonesia. “Bukan pujian yang datang, banjir kecaman justeru dialamatkan kepada anak Putera Sang Fajar, buntut dari puisi SARA.

Kecaman itu bukan tanpa alasan. Dalam puisinya Sukmawati terang-terangan menyinggung simbol-simbol keislaman dalam bait-bait kontroversial. Di awal, Sukmawati telah mendeklarasikan diri tak tahu syariat Islam. Tapi pengakuannya itu diikuti dengan ungkapan sari konde lebih cantik dari cadar.

Tak cukup sampai di situ, di bait-bait selanjutnya Sukmawati mengagungkan suara kidung, yang dikatakannya sangatlah elok. Kejinya, kidung disebut Ketua Umum Partai Nasionalis Indonesia (PNI) Marhaenisme lebih merdu dari alunan adzan. Sikapnya nyata, mengagungkan simbol-simbol kebangsaan sempit lalu di saat yang sama metelakkan simbol-simbol Islam yang agung pada posisi yang lebih rendah.

Kekejian itu yang menyulut reaksi keras umat Islam. Ya, hampir semua kalangan muslim sepakat mengatakan Sukmawati telah melakukan kesalahan. Cadar, juga azan merupakan bagian tak terpisahkan dalam syariat yang ada dalam Islam.

Puisi itu sebenarnya jadi bukti bahwa Sukmawati buta sejarah. Teriakan takbir Allahu Akbar, bagian tak terpisahkan dari azan, telah tercatat sebagai bagian penting dalam kobaran semangat melawan penjajahan. Ketika merendahkan azan, dia sebenarnya telah menghina para pejuang yang telah berjasa dalam memerdekakan Indonesia. Udara kemerdekaan itu kini juga dihirup oleh Sukmawati.

BACA JUGA  Editorial: Tafsir Baru UU Terorisme Baru

Namun, sangat tak pantas jika seorang anak Proklamator tak mau tahu tentang itu. Pasti alasan kuat dari dalam diri Sukmawati yang mendorong munculnya ekspresi seperti tertuang pada Ibu Indonesia. Sulit diterima jika alasan ketidaktahuan yang diajukan. Jika memang ekspresi itu bagian dari islamofobia, maka tak lain dan tak bukan sikap itu muncul dari rasa kebencian.

Kebencian pula yang selama ini menghinggapi kelompok ultranasionalis di Barat, yang akhir-akhir ini terang menunjukkan sikap perlawanan terhadap Islam. Tokoh-tokoh penganut nasionalis berlebih di Amerika Serikat, Perancis, Jerman, hingga Belanda begitu nyata sikap permusuhannya terhadap simbol-simbol Islam dan kaum muslim.

Berkaca pada kondisi itu, apakah sikap Ketua umum PNI Marhaenisme merupakan bagian dari tren yang tengah tumbuh di kalangan pemuja nasionalisme? Di Barat, ekspresi permusuhan kelompok ultranasionalis kepada Islam begitu terlihat meski mereka tak berkuasa. Semestinya, siapa pun tak boleh berpikiran untuk mengadopsinya di Indonesia, negara yang kemerdekaannya dipenuhi gaung takbir para syuhada.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

KAHMI: Puisi Sukmawati Berbahaya bagi Nilai Keindonesiaan

Presidium Majelis Nasional Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Ahmad Doli Kurnia sangat menyayangkan puisi Sukmawati yang kembali memanaskan suasana pertentangan antara Islam dengan Indonesia.

Rabu, 04/04/2018 15:15 0

Suara Pembaca

Puisi “Ajari Anak Kita Syariat Islam”

Ajari Anak Kita Syariat Islam

Rabu, 04/04/2018 15:10 0

Manhaj

Penerapan Fikih Istidh’af di Masa Kenabian

Isyarat-isyarat ini didukung dengan praktek-praktek yang menunjukkan bahwa kondisi istidh’af, menuntut adanya suatu pengecualian dari hukum yang umum berlaku.

Rabu, 04/04/2018 14:30 1

Indonesia

MUI Kembali Terima Laporan Penodaan Agama, Begini Kasusnya

Keluarga Oey Huei Beng dan beberapa eks-karyawan PT. Sariyunika Jaya mendatangi kantor pusat Majelis Ulama Indonesia (MUI). Mereka hadir untuk melaporkan Oey Han Bing selaku direktur perusahaan yang dianggap menistakan Islam.

Rabu, 04/04/2018 13:58 0

Amerika

Terjadi Penembakan di Kantor Pusat Youtube, Aksi Terorisme?

Motif penembakan belum jelas, kata dia. Polisi menyatakan dia tidak tahu apakah penembakan itu merupakan kasus insiden kekerasan domestik.

Rabu, 04/04/2018 12:53 0

Indonesia

Polisikan Sukmawati, GMII: Puisinya Melecehkan Syariat Islam

Pengurus Nasional Gerakan Mahasiswa Islam Indonesia (GMII) Jatiwaringin Raya hari ini melaporkan Soekmawati Soekarno Putri ke Bareskrim Mabes Polri karena puisinya yang mnyinggung agama Islam.

Rabu, 04/04/2018 11:35 0

Mesir

Pemilu Mesir Menangkan Al-Sisi, Hastag “Pembohong” Ramai di Medsos

Sejumlah aktivis media sosial mempertanyakan legitimasi dan kredibilitas pemilihan. Mereka juga menyoroti kemunafikan para pemimpin Barat karena mendukung seorang diktator yang terkenal jahat karena pelanggaran hak asasi manusianya.

Rabu, 04/04/2018 11:08 0

Yaman

Syiah Hutsi Targetkan Kapal Tanker Minyak Saudi

“Kapal tempur koalisi segera melakukan operasi ‘intervensi cepat’ dan berhasil menggagalkan serangan tanpa diketahui jenis senjata yang digunakan untuk menyerang,” kata pernyataan koalisi Arab, seperti dinukil Reuters Arabic.

Rabu, 04/04/2018 09:46 0

Indonesia

HNW: Seharusnya Sukmawati Belajar, Bukan Cari Masalah

"Sebagai putri pendiri bangsa, Sukmawati tidak seharusnya mengeluarkan kata-kata yang menyudutkan umat Islam," ungkapnya di gedung DPR RI, Jakarta Pusat pada Selasa (03/04/2018).

Rabu, 04/04/2018 09:16 0

News

Kesepahaman Kekuatan Asing Bentuk “Zona Pengaruh” di Suriah

Donald Trump, Selasa (03/04), menggelar pertemuan Dewan Keamanan Nasional untuk membuat keputusan akhir tentang keberadaan militer AS di Suriah. Di saat yang sama, sumber Turki mengatakan bahwa koalisi AS mengirim 300 tentara ke Manbij, di mana ratusan dan mungkin ribuan tentara AS berada di kota tersebut bersama milisi Kurdi.

Rabu, 04/04/2018 08:36 0

Close