... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ancam Oposisi di Qalamun, Rusia: Menyerah Atau Pergi

Foto: Wilayah Qalamun

KIBLAT.NET, Damaskus – Juru bicara faksi Free Syrian Army (FSA) di Qalamun, pedesaan Damaskus, Selasa (03/04), mengungkapkan bahwa seorang perwira Rusia dan Suriah menyampaikan kepada pejuang oposisi di Qalamun timur yang terkepung, memilih tunduk pada rezim atau meninggalkan wilayah tersebut.

Juru bicara faksi Al-Syahid Ahmed al-‘Abdu, Said Saif, mengatakan kepada Reuters bahwa ancaman itu disampaikan kepada warga sipil saat menggelar pertemuan dengan dengan seorang kolonel Rusia dan seorang perwira intelijen angkatan udara Suriah.

Dia menambahkan dalam pernyataan pers lain bahwa “pesan jelas yang ditujukan kepada faksi-faksi FSA di Qalamun, menyerahkan senjata kepada pemerintah Suriah atau keluar.” Untuk itu, lanjutnya, faksi-faksi oposisi mengajukan usulan bahwa pejuang oposisi bersedia menarik diri dari wilayah-wilayah pegunungan dan warga sipil dibiarkan tetap tinggal.

“Saat ini kami tengah menunggu jawaban pihak Rusia,” kata Saif seraya menunjukkan, proposal ini bertujuan untuk menghindari pengusiran massal warga sipil.

Persatuan faksi-faksi oposisi di Qalamun di pedesaan Damaskus menolak pemindahan massal seperti yang dilakukan di Ghouta Timur dan tempat-tempat lainnya. Mereka menegaskan akan berkomitmen untuk bertahan dan melawan segela serangan milisi atau faksi ekstrem, menurutnya.

Mereka juga mengatakan siap bernegosiasi dengan pihak lain dengan tetap menjamin keselamatan kota-kota di Qalamun. Tidak ada pengusiran dan pengubahan demografi warga atau kehancuran.

Sebelumnya, Rusia menawarkan tiga pilihan bagi warga Qalamun: meninggalkan wilayah itu dan menyerahkannya kepada pasukan rezim, menerima “rekonsiliasi nasional” atau serangan militer skala besar di wilayah tersebut.

BACA JUGA  Penyelidik PBB: Koalisi AS, Rusia, Suriah dan Milisi Kurdi Lakukan Kejahatan Perang

Wilayah timur Qalamun terletak 40 kilometer dari Damaskus, dan terpisah dari Ghouta timur. Mayoritas daerah ini berstruktur pegunungan. Kendati pedesaan, daerah ini sangat strategis karena dilintasi jalur antara Damaskus dan Lebanon.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

PWNU Jatim: Puisi Sukmawati Ancam Kebersamaan Bangsa

Meski demikian, ia tetap mengimbau umat Islam untuk tetap tenang. Agar ketertiban masyarakat masih terbangun.

Rabu, 04/04/2018 06:46 0

Indonesia

PKS Imbau Sukmawati Akui Kesalahan dan Minta Maaf Terbuka

"Sangat tidak elok memuji konde, kidung, dan perangai ibu Indonesia sambil merendahkan hijab, cadar, dan suara azan. Tidak perlu dan tidak pantas. Kenapa pujian harus dengan cara itu? Kita semua sangat mencitai dan menghormati Ibu Indonesia, tapi tidak menyinggung perasaan dan keyakinan umat beragama," katanya kepada Kiblat.net melalui keterangan tertulis pada Selasa (03/04/2018).

Rabu, 04/04/2018 06:33 0

Indonesia

Mantan Presiden Afghanistan Kutuk Serangan AS ke Madrasah

Mantan Presiden Afghanistan Hamid Karzai angkat bercara terkait serangan udara AS di utara Kunduz yang menewaskan banyak korban.

Selasa, 03/04/2018 20:52 0

Indonesia

Advokat GNPF Ulama Akan Laporkan Sukmawati ke Bareskrim

Advokat Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF Ulama) akan melaporkan Sukmawati atas dugaan penodaan agama. Hal itu diungkapkan oleh anggota GNPF Ulama, Nasrullah Nasution.

Selasa, 03/04/2018 19:29 0

Indonesia

Nominal Utang Negara Mengkhawatirkan, Kemenkeu Salahkan SDM Bangsa

Utang Pemerintah dalam APBN 2018 ditingkat mengkhawatirkan, dinyatakan Kementerian Keuangan utang pemerintah mencapai Rp4.772 triliun.

Selasa, 03/04/2018 18:33 0

Indonesia

Rendahkan Syariat Islam, Puisi Sukmawati Dianggap Bukan Seni

Advokat GNPF Ulama, Nasrullah Nasution menegaskan bahwa puisi yang berjudul Ibu Indonesia, dibacakan oleh Sukmawati terkesan merendahkan Islam. Sukmawati dinilai bisa terjerat pasal penodaan agama.

Selasa, 03/04/2018 17:02 0

Indonesia

MUI: Cadar dan Adzan Menyangkut Keyakinan, Bukan Keindahan

Kiai Cholil menegaskan bahwa azan adalah syiar Islam untuk memberi tahu dan memanggil untuk mendirikan shalat. Ia menjelaskan adzan bukan sekedar soal merdu suara muadzin di telinga para pendengarnya.

Selasa, 03/04/2018 14:58 0

Indonesia

Puisi Sukmawati Dinilai Penuhi Unsur Penodaan Agama

Puisi Sukmawati Dinilai Penuhi Unsur Penodaan Agama

Selasa, 03/04/2018 14:08 0

Indonesia

Anggota DPR Ingatkan Sukmawati Jangan Sampai Kasus Ahok Terulang Lagi

Kader PAN asal Aceh itu mengingatkan agar kejadian Ahok jangan kembali terulang. Menurutnya, walaupun Ahok di kala itu sudah minta maaf namun kemarahan umat sudah tak lagi terbendung.

Selasa, 03/04/2018 13:23 0

Indonesia

Polisi: Penyebar Video Ustadz Fadlan Bukan Orang Papua

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal mengatakan bahwa ceramah Ustadz Fadlan Garamatan yang viral merupakan ceramah beberapa tahun lalu. Video ceramah tersebut lama, kemudian dipotong beberapa detik.

Selasa, 03/04/2018 13:00 0

Close