... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Rendahkan Syariat Islam, Puisi Sukmawati Dianggap Bukan Seni

Foto: Advokat dari GNPF Ulama, Nasrullah Nasution

KIBLAT.NET, Jakarta- Advokat GNPF Ulama, Nasrullah Nasution menegaskan bahwa puisi yang berjudul Ibu Indonesia, dibacakan oleh Sukmawati terkesan merendahkan Islam.  Pasal penodaan agama pun kini mengintai Sukmawati.

“Kalau nggak tau syariat Islam diam saja, dia tidak tahu tapi seolah merendahkan. Azan itu bagi umat Islam panggilan sholat, dengan seperti ini kesannya merendahkan,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Selasa (04/03/2018).

“Di pasal 156 dikatakan, salah satu poinnya itu merendahkan terhadap satu atau beberpa golongan, dalam kasus ini umat Islam,” sambungnya.

Ia juga menegaskan bahwa negara ini tidak bisa memberikan tempat untuk orang yang coba mengusik suatu golongan tertentu. Nasrullah juga membantah jika Sukmawati menyinggung syariat Islam hanya dengan alasan seni.

“Puisi Sukmawati saya kira jauh dari seni, tapi lebih pada perendahan syariat Islam. Karena dalam isi puisi dia memperbandingkan tentang Islam dengan selainnya,” tuturnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Syafi’i Iskandar


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Myanmar

U Win Myint Terpilih sebagai Presiden Baru Myanmar

Mantan Ketua Perwakilan Rakyat (DPR) yang juga manta Wakil Presiden Myanmar, U Win Myint terpilih sebagai presiden Myanmar yang baru.

Selasa, 03/04/2018 16:32 0

Qatar

Qatar Uji Coba Teknologi Pendeteksi Autisme dalam Hitungan Menit

Para peneliti di Qatar Biomedical Research Institute sedang menguji alat yang dapat mendiagnosis autisme pada bayi berusia enam bulan dengan melacak gerakan mata mereka.

Selasa, 03/04/2018 14:25 0

Myanmar

Myanmar Dorong Warga Buddha Bermukim di Desa yang Ditinggalkan Rohingya

Pemerintah Myanmar telah memikat puluhan orang yang sebagian besar beragama Buddha untuk menyeberangi perbatasan dan bermukim kembali di tanah yang ditinggalkan warga Muslim Rohingya.

Selasa, 03/04/2018 13:45 0

Analisis

Privatisasi Jihad; Ketika Penguasa Absen dari Tugasnya

Privatisasi Jihad; Ketika Penguasa Absen dari Tugasnya KIBLAT.NET – Dalam hubungan elit dan masyarakat, gerakan...

Selasa, 03/04/2018 08:54 0

Amerika

Putra Mahkota: Warga Israel Berhak Hidup Aman di Negara Mereka

Dia menambahkan bahwa negaranya terlibat dalam banyak kepentingan dengan Israel jika perdamaian terwujud. Bahkan, kepentingan itu juga akan terjadi antara Israel dan negara-negara Teluk.

Selasa, 03/04/2018 08:16 0

Suriah

ISIS Tewaskan 19 Pasukan Pemerintah di Suriah Timur

Memang ada sejumlah pernyataan yang timbul tenggelam dari kelompok ISIS bahwa mereka tengah mencoba konsolidasi dan merebut kembali wilayah yang hilang.

Selasa, 03/04/2018 05:58 0

Pakistan

Bentrokan Meletus Antara Pejuang Kashmir dan Pasukan India

Pejuang Kashmir terlibat bentrokan dengan tentara India di dua lokasi berbeda, Ahad (02/04/2018)

Senin, 02/04/2018 17:04 0

Suara Pembaca

Hadirilah! Tabligh Akbar Meraih Ridho Allah dalam Pernikahan Penuh Berkah

Hadirilah! Tabligh Akbar Meraih Ridho Allah dalam Pernikahan Penuh Berkah

Senin, 02/04/2018 13:33 0

Inggris

Larangan Jilbab di Sekolah Picu Protes Keras di Inggris

Para guru di Inggris merespon pernyataan Amanda Spielman, Kepala Ofsted (lembaga pengawas sekolah negari) yang mendukung larangan jilbab di sekolah.

Senin, 02/04/2018 13:25 0

Opini

Membaca Manuver Rusia VS Inggris dan Implikasinya

Usir mengusir diplomat sedang ramai dilakukan negara barat. Dimulai adanya tudingan Perdana Menteri Inggris, Theresa May terhadap penyerangan warga Inggris yang pernah menjadi agen intelijen militer Rusia, Sergei Skripal dan Putrinya, Yulia.

Senin, 02/04/2018 11:39 0

Close