... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Qatar Uji Coba Teknologi Pendeteksi Autisme dalam Hitungan Menit

Foto: Faisal (11 th) yang didiagnosis menderita autisme.

KIBLAT.NET, Doha – Teknologi sedang diuji coba di Qatar dapat membantu dokter mendiagnosis autisme dalam hitungan menit, bukan bulan. Demikian menurut laporan Al-Jazeera, Selasa (03/04/2018).

Para peneliti di Qatar Biomedical Research Institute sedang menguji alat yang dapat mendiagnosis autisme pada bayi berusia enam bulan dengan melacak gerakan mata mereka.

Dengan tingkat keberhasilan 85 persen, alat tersebut melihat kelainan pandangan mata terkait dengan gangguan spektrum autisme (ASD).

Pemimpin tim peneliti Dr. Omar El-Agnaf mengatakan diagnosis dini dapat membuat sebuah perubahan.

“Semakin lama seorang anak autis berjalan tanpa bantuan, intervensi yang lebih keras terjadi. Oleh karena itu intervensi awal adalah kunci untuk (mengantisipasi) autisme,” katanya.

Sementara itu, mendapatkan diagnosis untuk ASD di Qatar tidak selalu mudah. Sebagai contoh Faisal (11 th) yang didiagnosis delapan tahun lalu.

“Pada hari itu, kemana saya harus pergi sekarang? Saya (waktu itu) melakukan perjalanan ke US tro mencoba untuk mendapatkan diagnosis yang tepat,” kata ibunya, Hasna.

Dalam studi pertama dari jenisnya di wilayah tersebut, para ilmuwan menemukan bahwa setidaknya satu dari 100 anak di Qatar menderita beberapa bentuk ASD.

Dokter berharap temuan penelitian ini menunjukkan faktor genetik yang dapat mempengaruhi autisme dan terbukti berguna ketika datang untuk melakukan pengecekan.

Gangguan spektrum autisme (ASD) adalah kumpulan gangguan kompleks yang mempengaruhi perkembangan otak seseorang.

Pusat Pengendalian Penyakit AS memperkirakan bahwa 1 dari 68 anak terkena autisme, sementara Organisasi Kesehatan Dunia menyarankan tingkat prevalensi 1 persen, dengan anak laki-laki menjadi lima kali lebih mungkin terkena gangguan dibandingkan anak perempuan.

Anak-anak yang menderita gangguan biasanya menunjukkan berbagai gejala yang meliputi kesulitan dengan komunikasi, interaksi sosial, dan perilaku repetitif yang terbatas.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Puisi Sukmawati Dinilai Penuhi Unsur Penodaan Agama

Puisi Sukmawati Dinilai Penuhi Unsur Penodaan Agama

Selasa, 03/04/2018 14:08 0

Indonesia

Anggota DPR Ingatkan Sukmawati Jangan Sampai Kasus Ahok Terulang Lagi

Kader PAN asal Aceh itu mengingatkan agar kejadian Ahok jangan kembali terulang. Menurutnya, walaupun Ahok di kala itu sudah minta maaf namun kemarahan umat sudah tak lagi terbendung.

Selasa, 03/04/2018 13:23 0

Indonesia

Polisi: Penyebar Video Ustadz Fadlan Bukan Orang Papua

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal mengatakan bahwa ceramah Ustadz Fadlan Garamatan yang viral merupakan ceramah beberapa tahun lalu. Video ceramah tersebut lama, kemudian dipotong beberapa detik.

Selasa, 03/04/2018 13:00 0

Indonesia

Tak Mau Puisinya Disebut Singgung SARA, Begini Dalih Sukmawati

Sukmawati mengatakan isi puisi tersebut merupakan pendapatnya secara jujur. Ia merasa tak bersalah telah menganggap suara kidung pertiwi lebih indah dari lantunan adzan.

Selasa, 03/04/2018 11:31 4

Indonesia

Ustadz Fadlan Minta Maaf, Ketua MUI Papua: Beliau Belum Tentu Salah

Viral video potongan ceramah Ustadz Fadlan Garamatan terkait kondisi masyarakat Papua. Setelah beredarnya video itu, dia dilaporkan oleh segelintir orang atas tuduhan pencemaran nama baik.

Selasa, 03/04/2018 10:29 0

Indonesia

Puisi SARA Sukmawati Dapat Picu Kegaduhan dan Konflik Horizontal

"Seharusnya Sukmawati belajar dari kasus Ahok tentang penistaan agama yang telah menimbulkam kegaduhan luar biasa di masyarakat, dan kasus tersebut telah berkekuatan hukum tetap," ungkap Djuju melalui rilisnya, Selasa (03/04/2018).

Selasa, 03/04/2018 09:36 0

Analisis

Privatisasi Jihad; Ketika Penguasa Absen dari Tugasnya

Privatisasi Jihad; Ketika Penguasa Absen dari Tugasnya KIBLAT.NET – Dalam hubungan elit dan masyarakat, gerakan...

Selasa, 03/04/2018 08:54 0

Indonesia

MUI Papua Desak MUI Pusat Perkarakan Puisi SARA Sukmawati

"MUI Papua mengutuk keras atas puisi yang provokatif Sukmawati. Dan mendorong MUI Pusat untuk mengambil langkah untuk proses hukum," katanya kepada wartawan di Restoran Abu Nawas, Jakarta pada Senin (02/04/2018).

Selasa, 03/04/2018 07:15 0

Indonesia

Begini Perkembangan Kasus Pembangunan Menara Masjid di Jayapura

“Pertama masalah menara masjid Al-Aqsa, itu tidak akan ditinggikan lagi. Cukup sampai di situ,” katanya kepada wartawan di Restoran Abu Nawas, Jakarta pada Senin (02/04/2018).

Selasa, 03/04/2018 06:38 0

Indonesia

Puisi Sukmawati Soekarnoputri Dinilai Benturkan Islam dengan Indonesia

Puisi Ibu Indonesia yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri dinilai sebagai bentuk upaya pembenturan Islam dengan Indonesia

Senin, 02/04/2018 18:52 3

Close