... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Puisi Sukmawati Dinilai Penuhi Unsur Penodaan Agama

Foto: Sukmawati Soekarnoputri membacakan puisi berjudul "Ibu Indonesia".

KIBLAT.NET, Jakarta- Ketua Komunitas Sarjana Hukum Muslim Indonesia (KSHUMI), Chandra Purna Irawan menegaskan bahwa Sukmawati telah memenuhi unsur tindak pidana penodaan agama karena membawakan puisi Ibu Indonesia.

“Ibu Sukmawati telah memenuhi unsur tindak pidana penodaan agama yang diatur dalam pasal 156 A huruf a,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Rabu (03/04/2018).

Dia menjelaskan, unsur Pasal 156a huruf a KUHP yaitu dengan sengaja, dimuka umum, mengeluarkan perasaan atau melakukan perbuatan yang bersifat permusuhan, penyalahgunaan atau penodaan terhadap suatu agama yang dianut di Indonesia.

Soal unsur dengan sengaja, dia menerangkan unsurnya cukup pernyataan atau perbuatan itu dilakukan dengan kesadaran yang bersifat menodai atau merendahkan suatu agama. Menurutnya, unsur ini terpenuhi dengan membaca puisi yang isinya merendahkan syariat Islam berupa cadar dan adzan yang merupakan bagian dari ajaran Islam.

Untuk unsur di muka umum, kata Chandra, terpenuhi yaitu apabila pernyataan atau perbuatan cukup diucapkan di hadapan pihak ketiga, yaitu cukup dihadiri satu orang saja sudah cukup memenuhi unsur di muka umum. Atau pernyataannya atau perbuatannya didengar publik ini termasuk di muka umum.

“Dan Ibu Sukmawati membacakan puisi di acara pagelaran busana 29 tahun Anne Avantie (perancang busana wanita). Maka unsur di muka umum terpenuhi,” imbuh Chandra.

Sementara itu, unsur penyalahgunaan atau penodaan terhadap sesuatu agama yang dianut di Indonesia, terpenuhi. Perbuatan Ibu Sukmawati yang terpenuhi disini adalah penodaan terhadap agama. Ia menilai, unsur penodaan agama ada dalam penggalan puisi, yaitu “Aku tak tahu Syariat Islam yang kutahu sari konde Ibu Indonesia sangatlah Indah lebih cantik dari cadar dirimu”.

BACA JUGA  Ditangkap KPK, Komisioner KPU Wahyu Setiawan Minta Didoakan Sabar

“Dan frasa kalimat lainnya ‘Aku tak tahu syariat Islam yang kutahu suara kidung Ibu Indonesia, sangat elok Lebih merdu dari alunan adzan mu,” tandas Chandra.

Oleh sebab itu, ia menyeru penegak hukum untuk memproses sesuai hukum yang berlaku tanpa memandang status dan kedudukan, demi terwujudnya kesamaan dihadapan hukum (equality before the law).

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Myanmar

Myanmar Dorong Warga Buddha Bermukim di Desa yang Ditinggalkan Rohingya

Pemerintah Myanmar telah memikat puluhan orang yang sebagian besar beragama Buddha untuk menyeberangi perbatasan dan bermukim kembali di tanah yang ditinggalkan warga Muslim Rohingya.

Selasa, 03/04/2018 13:45 0

Analisis

Privatisasi Jihad; Ketika Penguasa Absen dari Tugasnya

Privatisasi Jihad; Ketika Penguasa Absen dari Tugasnya KIBLAT.NET – Dalam hubungan elit dan masyarakat, gerakan...

Selasa, 03/04/2018 08:54 0

Amerika

Putra Mahkota: Warga Israel Berhak Hidup Aman di Negara Mereka

Dia menambahkan bahwa negaranya terlibat dalam banyak kepentingan dengan Israel jika perdamaian terwujud. Bahkan, kepentingan itu juga akan terjadi antara Israel dan negara-negara Teluk.

Selasa, 03/04/2018 08:16 0

Suriah

ISIS Tewaskan 19 Pasukan Pemerintah di Suriah Timur

Memang ada sejumlah pernyataan yang timbul tenggelam dari kelompok ISIS bahwa mereka tengah mencoba konsolidasi dan merebut kembali wilayah yang hilang.

Selasa, 03/04/2018 05:58 0

Pakistan

Bentrokan Meletus Antara Pejuang Kashmir dan Pasukan India

Pejuang Kashmir terlibat bentrokan dengan tentara India di dua lokasi berbeda, Ahad (02/04/2018)

Senin, 02/04/2018 17:04 0

Suara Pembaca

Hadirilah! Tabligh Akbar Meraih Ridho Allah dalam Pernikahan Penuh Berkah

Hadirilah! Tabligh Akbar Meraih Ridho Allah dalam Pernikahan Penuh Berkah

Senin, 02/04/2018 13:33 0

Inggris

Larangan Jilbab di Sekolah Picu Protes Keras di Inggris

Para guru di Inggris merespon pernyataan Amanda Spielman, Kepala Ofsted (lembaga pengawas sekolah negari) yang mendukung larangan jilbab di sekolah.

Senin, 02/04/2018 13:25 0

Opini

Membaca Manuver Rusia VS Inggris dan Implikasinya

Usir mengusir diplomat sedang ramai dilakukan negara barat. Dimulai adanya tudingan Perdana Menteri Inggris, Theresa May terhadap penyerangan warga Inggris yang pernah menjadi agen intelijen militer Rusia, Sergei Skripal dan Putrinya, Yulia.

Senin, 02/04/2018 11:39 0

Suriah

Akhir Negosiasi Alot Jaisyul Islam dan Rusia di Ghouta Timur

Bagi yang ingin bertahan harus tunduk di bawah rezim.

Senin, 02/04/2018 09:36 0

Turki

Erdogan: Benyamin Netanyahu Teroris

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu teroris pada Ahad (01/04)

Senin, 02/04/2018 08:17 0

Close