... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Polisi: Penyebar Video Ustadz Fadlan Bukan Orang Papua

Foto: Kabid Humas Polda Papua, Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal .

KIBLAT.NET, Jakarta – Kabid Humas Polda Papua, Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal mengatakan bahwa ceramah Ustadz Fadlan Garamatan yang viral merupakan ceramah beberapa tahun lalu. Video ceramah tersebut lama, kemudian dipotong beberapa detik.

“Ceramahnya sudah dilakukan beberapa tahun lalu. Videonya dua jam lebih, diambil beberapa detik. Ini yang jadi masalah,” katanya kepada awak media di Restoran Abu Nawas, Jakarta pada Senin (03/04/2018).

“Karena itu, perlu diberikan pemahaman, karena jika seseorang itu tidak paham tentang sesuatu yang diinformasikan tentu akan menjadi kesalahan jika disampaikan ke orang lain,” sambungnya.

Kamal kemudian mengapresiasi tindakan Ustadz Fadlan yang menyampaikan permintaan maaf. Menurutnya, langkah tersebut merupakan langkah positif.

“Itikad dari Kyai Fadlan untuk menyampaikan maaf itu sangat luar biasa,” tuturnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa Polda Papua sudah mengantongi beberapa nama yang memviralkan potongan video tersebut. Ia mengatakan pelakunya orang-orang yang berasal dari luar Papua.

“Akan dilakukan gelar perkara, sudah ditemukan beberapa nama yang memviralkan video dan yang jelas bukan dari dalam Papua. Ini yang perlu kita pahami kita bersama bahwa ada orang yang ingin mengacaukan republik ini melalui isu SARA,” tukasnya.

Untuk diketahui, potongan ceramah Ustadz Fadlan yang dispermasalahkan tentang teori sabun mandi. Video diunggah di akun Youtube, SalingSapa dengan judul besar USTADZ FADZLAN GARAMATAN – DAKWAH UNTUK MEMPERBAIKI NEGERI. Isinya sebagai berikut:

BACA JUGA  Bamsoet: Uni Eropa dan Amerika Merusak Tatanan Perdagangan Global

“27 tahun berdakwah di Irian. Awal 78 saya hijrah ke Makassar. di saat itu banyak orang mencurigai bukan seorang muslim dari irian.

Setelah saya pulang dari Irian, bagaimana mengubah keadaan, tidak ada jalan lain, jalan satu-satunya untuk kita mengubah dengan dakwah harus langsung menyentuh ke masyarakat pedalaman.

Karena orang-orang di pedalaman Irian itu semua, hampir dikasih bodoh oleh misionaris-misionaris yang datang ke sana. sehingga saya mencoba untuk melakukan dakwah dengan I dengan peta untuk wilayah pegunungan. Wilayah Asmat, wilayah sungai. Saya bisa menggunakan teori menggunakan sabun mandi.

Kenapa saya menggunakan sabun mandi? karena saudara-saudara kita di pegunungan itu, di sungai-sungai itu, di lembah-lembah itu, diajarkan oleh misionaris tidak boleh mandi menggunakan air bersih. Mereka boleh mandi tapi menggunakan lemak bagi.

Daging babinya dia bakar, dia tampung sesudah itu mereka habis makan itu daging babi, mereka berpesta, setelah itu menggosok tubuh badannya dengan minyak atau lemak babi.

Yang disampaikan misionaris adalah, itu untuk mengusir nyamuk dan membuat tubuh badan hangat.”

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: M. Rudy

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Analisis

Privatisasi Jihad; Ketika Penguasa Absen dari Tugasnya

Privatisasi Jihad; Ketika Penguasa Absen dari Tugasnya KIBLAT.NET – Dalam hubungan elit dan masyarakat, gerakan...

Selasa, 03/04/2018 08:54 0

Amerika

Putra Mahkota: Warga Israel Berhak Hidup Aman di Negara Mereka

Dia menambahkan bahwa negaranya terlibat dalam banyak kepentingan dengan Israel jika perdamaian terwujud. Bahkan, kepentingan itu juga akan terjadi antara Israel dan negara-negara Teluk.

Selasa, 03/04/2018 08:16 0

Suriah

ISIS Tewaskan 19 Pasukan Pemerintah di Suriah Timur

Memang ada sejumlah pernyataan yang timbul tenggelam dari kelompok ISIS bahwa mereka tengah mencoba konsolidasi dan merebut kembali wilayah yang hilang.

Selasa, 03/04/2018 05:58 0

Pakistan

Bentrokan Meletus Antara Pejuang Kashmir dan Pasukan India

Pejuang Kashmir terlibat bentrokan dengan tentara India di dua lokasi berbeda, Ahad (02/04/2018)

Senin, 02/04/2018 17:04 0

Suara Pembaca

Hadirilah! Tabligh Akbar Meraih Ridho Allah dalam Pernikahan Penuh Berkah

Hadirilah! Tabligh Akbar Meraih Ridho Allah dalam Pernikahan Penuh Berkah

Senin, 02/04/2018 13:33 0

Inggris

Larangan Jilbab di Sekolah Picu Protes Keras di Inggris

Para guru di Inggris merespon pernyataan Amanda Spielman, Kepala Ofsted (lembaga pengawas sekolah negari) yang mendukung larangan jilbab di sekolah.

Senin, 02/04/2018 13:25 0

Opini

Membaca Manuver Rusia VS Inggris dan Implikasinya

Usir mengusir diplomat sedang ramai dilakukan negara barat. Dimulai adanya tudingan Perdana Menteri Inggris, Theresa May terhadap penyerangan warga Inggris yang pernah menjadi agen intelijen militer Rusia, Sergei Skripal dan Putrinya, Yulia.

Senin, 02/04/2018 11:39 0

Suriah

Akhir Negosiasi Alot Jaisyul Islam dan Rusia di Ghouta Timur

Bagi yang ingin bertahan harus tunduk di bawah rezim.

Senin, 02/04/2018 09:36 0

Turki

Erdogan: Benyamin Netanyahu Teroris

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu teroris pada Ahad (01/04)

Senin, 02/04/2018 08:17 0

Artikel

AS dan NATO Gagal Pahami Strategi Taliban?

Setelah hampir 17 tahun menginvasi Afghanistan, misi NATO pimpinan AS “Resolute Support” dianggap masih belum bisa memahami strategi Taliban.

Senin, 02/04/2018 06:57 0

Close