... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Nominal Utang Negara Mengkhawatirkan, Kemenkeu Salahkan SDM Bangsa

Foto: Direktur Strategi dan Portofolio Pembiayaan Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Scenaider Siahaan (foto: Hafidz/Kiblat.net).

KIBLAT.NET, Jakarta- Ekonom menilai utang Pemerintah dalam APBN 2018 ditingkat mengkhawatirkan. Dinyatakan Kementerian Keuangan utang pemerintah mencapai Rp4.772 triliun. Kekhawatiran ekonomi tersebut dinilai Kementerian Keuangan lantaran kesalahan seluruh stakeholder bangsa.

Direktur Strategi dan Portofolio Pembiayaan Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu, Scenaider Siahaan mengatakan transformasi ekonomi dipicu melalui Sumber Daya Manusianya. Sehingga bila ekonomi Indonesia buruk itu kesalahan seluruh bangsa.

“Kalau ekonomi kita tidak benar, itu salah kita semua. Sebab transformasi ekonomi adalah melalui SDM, solusinya adalah meningkatkan kualitas mutu pendidikan SDM,” katanya dalam diskusi ILUNI UI bertema “Meningkatnya Utang: Keharusan atau Salah Kelola?” di Gedung Rektorat UI Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (03/04/2018).

Dia menampik kritik-kritik ekonom yang mengkritisi utang negara dinilai mengkhawatirkan, menurutnya utang negara saat ini masih dalam kondisi aman. Alasannya utang aman, selama pemerintah mampu menjamin membayar utang tersebut.

“Utang ada karena belanjanya ada. Pemerintah nggak pernah berutang tiba-tiba tanpa ada kebutuhan. Jadi logikanya bukan utang buat apa, tetapi uang belanja buat apa,” ujarnya.

Scenaider mengatakan utang dilakukan untuk memenuhi kebutuhan yang tidak bisa dipenuhi dari pembiayaan APBN. Sebab lainnya, penerimaan negara lebih kecil dibandingkan pendapatan dari perpajakan. Dalam APBN 2018 misalnya dirancang belanja Rp 2.220,7 triliun dengan pendapatan Rp 1.894,7 triliun.

Jika dilihat, ada ruang sekitar Rp 325,9 triliun. Akan tetapi, pemerintah berencana menarik utang Rp 399,2 triliun yang Rp 65,7 triliun di antaranya untuk investasi.

BACA JUGA  Anies Baswedan: Reuni 212 Membawa Pesan Damai

“APBN ada belanjanya kebutuhannya kemudian sumber penerimaannya kalau perpajakannya kurang atau defisitkan ditutup dari utang,” katanya.

Ia menambahkan, pembiayaan dari utang dilakukan untuk belanja yang tidak bisa ditunda seperti belanja pendidikan, fasilitas kesehatan, hingga pembangunan infrastruktur. Penarikan utang juga dilakukan untuk mengembangkan pasar uang melalui penerbitan Surat Berharga Negara (SBN).

“Utang menjaga dan mempercepat pertumbuhan ekonomi dan bisa dipakai mengembangkan pasar uang. Menjadi alternatif investasi bagi masyarakat dan mengurangi biaya operasi moneter BI menggunakan SBN,” tuturnya.

Kemenkeu berharap, ekonom untuk tidak menyampaikan hal-hal yang memicu kekhawatiran. “Seharusnya duduknya ekonom dalam diskusi-diskusi ini untuk mencarikan solusi,” pungkas Scenaider.

Reporter: Hafidz Syarif
Redaktur: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Afghanistan

AS Bom Acara Kelulusan Madrasah di Afghanistan

Puluhan warga tewas akibat serangan udara Amerika Serikat saat acara kelulusan di sebuah madrasah yang dihadiri oleh 1.000 orang. Serangan tak hanya menyasar madrasa tetapi juga masjid sekolah dan rumah warga.

Selasa, 03/04/2018 18:09 0

Myanmar

U Win Myint Terpilih sebagai Presiden Baru Myanmar

Mantan Ketua Perwakilan Rakyat (DPR) yang juga manta Wakil Presiden Myanmar, U Win Myint terpilih sebagai presiden Myanmar yang baru.

Selasa, 03/04/2018 16:32 0

Qatar

Qatar Uji Coba Teknologi Pendeteksi Autisme dalam Hitungan Menit

Para peneliti di Qatar Biomedical Research Institute sedang menguji alat yang dapat mendiagnosis autisme pada bayi berusia enam bulan dengan melacak gerakan mata mereka.

Selasa, 03/04/2018 14:25 0

Myanmar

Myanmar Dorong Warga Buddha Bermukim di Desa yang Ditinggalkan Rohingya

Pemerintah Myanmar telah memikat puluhan orang yang sebagian besar beragama Buddha untuk menyeberangi perbatasan dan bermukim kembali di tanah yang ditinggalkan warga Muslim Rohingya.

Selasa, 03/04/2018 13:45 0

Analisis

Privatisasi Jihad; Ketika Penguasa Absen dari Tugasnya

Privatisasi Jihad; Ketika Penguasa Absen dari Tugasnya KIBLAT.NET – Dalam hubungan elit dan masyarakat, gerakan...

Selasa, 03/04/2018 08:54 0

Amerika

Putra Mahkota: Warga Israel Berhak Hidup Aman di Negara Mereka

Dia menambahkan bahwa negaranya terlibat dalam banyak kepentingan dengan Israel jika perdamaian terwujud. Bahkan, kepentingan itu juga akan terjadi antara Israel dan negara-negara Teluk.

Selasa, 03/04/2018 08:16 0

Suriah

ISIS Tewaskan 19 Pasukan Pemerintah di Suriah Timur

Memang ada sejumlah pernyataan yang timbul tenggelam dari kelompok ISIS bahwa mereka tengah mencoba konsolidasi dan merebut kembali wilayah yang hilang.

Selasa, 03/04/2018 05:58 0

Pakistan

Bentrokan Meletus Antara Pejuang Kashmir dan Pasukan India

Pejuang Kashmir terlibat bentrokan dengan tentara India di dua lokasi berbeda, Ahad (02/04/2018)

Senin, 02/04/2018 17:04 0

Suara Pembaca

Hadirilah! Tabligh Akbar Meraih Ridho Allah dalam Pernikahan Penuh Berkah

Hadirilah! Tabligh Akbar Meraih Ridho Allah dalam Pernikahan Penuh Berkah

Senin, 02/04/2018 13:33 0

Inggris

Larangan Jilbab di Sekolah Picu Protes Keras di Inggris

Para guru di Inggris merespon pernyataan Amanda Spielman, Kepala Ofsted (lembaga pengawas sekolah negari) yang mendukung larangan jilbab di sekolah.

Senin, 02/04/2018 13:25 0

Close