... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Myanmar Dorong Warga Buddha Bermukim di Desa yang Ditinggalkan Rohingya

Foto: Anggota-anggota Komando Penjaga Perbatasan Bangladesh (BGB) kepada orang-orang Rohingya untuk tidak menyeberangi kanal, yang berlindung di No Man's Land di antara perbatasan Bangladesh-Myanmar, di Cox's Bazar, Bangladesh [Reuters]

KIBLAT.NET, Rakhine – Pemerintah Myanmar telah memikat puluhan orang yang sebagian besar beragama Buddha untuk menyeberangi perbatasan dan bermukim kembali di tanah yang ditinggalkan warga Muslim Rohingya.

Sekitar 50 keluarga dari bukit terpencil dan kawasan hutan di sisi Bangladesh, tertarik dengan tawaran tanah dan makanan gratis. Mereka telah pindah ke Negara Bagian Rakhine di Myanmar, tempat terjadinya penumpasan brutal oleh tentara yang mendorong ratusan ribu Rohingya melarikan diri.

Serangkaian proyek dibangun di kawasan tersebut, baik yang disponsori pemerintah maupun militer atau didanai oleh pihak swasta. Para pengamat mengatakan pemerintah Myanmar sedang melaksanakan skema rekayasa sosial yang sistematis di Rakhine State utara ketika ditinggal warga Rohingyai.

Menurut laporan anggota dewan lokal Muing Swi Thwee, Senin (02/04/2018), keluarga-keluarga dari suku Marma dan Mro telah meninggalkan rumah mereka di distrik perbukitan Bandarban. Dia mengatakan 22 keluarga berangkat dari desa mereka di Suaka Hutan Sangu bulan lalu.

Keluarga-keluarga itu -sebagian besar beragama Buddha dengan beberapa orang Kristen- dibujuk oleh pemerintah Myanmar ke Rakhine. Di sana mereka akan diberikan tanah gratis, kewarganegaraan, dan makanan gratis selama lima tahun.

“Mereka pergi ke sana untuk mengisi tanah yang ditinggalkan oleh Rohingya yang telah meninggalkan Burma (Myanmar). Mereka sangat miskin,” kata Muing Swi Thwee.

Dua pejabat Bangladesh di wilayah itu mengkonfirmasi migrasi itu. Mereka mengatakan 55 keluarga telah pergi ke Myanmar.

BACA JUGA  Khutbah Jumat: Dakwah Santun Ala Para Nabi

“Mereka dibujuk oleh beberapa orang di Myanmar dengan imbalan rumah gratis, makanan gratis selama lima-tujuh tahun. Beberapa keluarga telah pindah ke sana setelah tertarik dengan tawaran ini,” kata Jahangir Alam, seorang administrator distrik pemerintah.

Seperti diketahui, hampir 700.000 warga Rohingya telah melarikan diri dari Negara Bagian Rakhine ke kamp-kamp pengungsian di Bangladesh sejak Myanmar melancarkan kampanye pembersihan etnis pada Agustus tahun lalu.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Ibas Fuadi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Anggota DPR Ingatkan Sukmawati Jangan Sampai Kasus Ahok Terulang Lagi

Kader PAN asal Aceh itu mengingatkan agar kejadian Ahok jangan kembali terulang. Menurutnya, walaupun Ahok di kala itu sudah minta maaf namun kemarahan umat sudah tak lagi terbendung.

Selasa, 03/04/2018 13:23 0

Indonesia

Polisi: Penyebar Video Ustadz Fadlan Bukan Orang Papua

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal mengatakan bahwa ceramah Ustadz Fadlan Garamatan yang viral merupakan ceramah beberapa tahun lalu. Video ceramah tersebut lama, kemudian dipotong beberapa detik.

Selasa, 03/04/2018 13:00 0

Indonesia

Tak Mau Puisinya Disebut Singgung SARA, Begini Dalih Sukmawati

Sukmawati mengatakan isi puisi tersebut merupakan pendapatnya secara jujur. Ia merasa tak bersalah telah menganggap suara kidung pertiwi lebih indah dari lantunan adzan.

Selasa, 03/04/2018 11:31 4

Indonesia

Ustadz Fadlan Minta Maaf, Ketua MUI Papua: Beliau Belum Tentu Salah

Viral video potongan ceramah Ustadz Fadlan Garamatan terkait kondisi masyarakat Papua. Setelah beredarnya video itu, dia dilaporkan oleh segelintir orang atas tuduhan pencemaran nama baik.

Selasa, 03/04/2018 10:29 0

Indonesia

Puisi SARA Sukmawati Dapat Picu Kegaduhan dan Konflik Horizontal

"Seharusnya Sukmawati belajar dari kasus Ahok tentang penistaan agama yang telah menimbulkam kegaduhan luar biasa di masyarakat, dan kasus tersebut telah berkekuatan hukum tetap," ungkap Djuju melalui rilisnya, Selasa (03/04/2018).

Selasa, 03/04/2018 09:36 0

Analisis

Privatisasi Jihad; Ketika Penguasa Absen dari Tugasnya

Privatisasi Jihad; Ketika Penguasa Absen dari Tugasnya KIBLAT.NET – Dalam hubungan elit dan masyarakat, gerakan...

Selasa, 03/04/2018 08:54 0

Indonesia

MUI Papua Desak MUI Pusat Perkarakan Puisi SARA Sukmawati

"MUI Papua mengutuk keras atas puisi yang provokatif Sukmawati. Dan mendorong MUI Pusat untuk mengambil langkah untuk proses hukum," katanya kepada wartawan di Restoran Abu Nawas, Jakarta pada Senin (02/04/2018).

Selasa, 03/04/2018 07:15 0

Indonesia

Begini Perkembangan Kasus Pembangunan Menara Masjid di Jayapura

“Pertama masalah menara masjid Al-Aqsa, itu tidak akan ditinggikan lagi. Cukup sampai di situ,” katanya kepada wartawan di Restoran Abu Nawas, Jakarta pada Senin (02/04/2018).

Selasa, 03/04/2018 06:38 0

Indonesia

Puisi Sukmawati Soekarnoputri Dinilai Benturkan Islam dengan Indonesia

Puisi Ibu Indonesia yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri dinilai sebagai bentuk upaya pembenturan Islam dengan Indonesia

Senin, 02/04/2018 18:52 3

Indonesia

Ustadz Fadlan Minta Maaf atas Kesalahpahaman Video Ceramah yang Viral

Ustadz Fadlan Rabbani Garamatan menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat adat Papua

Senin, 02/04/2018 17:54 0

Close