... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

AS Bom Acara Kelulusan Madrasah di Afghanistan

Foto: Drone Amerika Serikat (Ilustrasi)

KIBLAT.NET, Kabul- Puluhan warga tewas akibat serangan udara Amerika Serikat saat acara kelulusan di sebuah madrasah yang dihadiri oleh 1.000 orang. Serangan tak hanya menyasar madrasa tetapi juga masjid sekolah dan rumah warga.

Serangan terjadi di distrik Dasht-e-Archi, utara Kunduz, Afghanistan pada Senin (02/03/2018). Serangan tersebut dibenarkan oleh Gubernur distrik Dasht-e-Archi, Nasruddin Saadi dan dikecam oleh mantan Presiden Afghanistan Hamid Karza.

Gubernur distrik Dasht-e-Archi, Nasruddin Saadi mengatakan, sekitar 1.000 orang menghadirkan pesta kelulusan tersebut. Di mana, di komplek madrasah tersebut terdapat masjid dan terletak di dekat pemukiman warga sipil.

Menurut data kantor berita lokal Khaama Press News Agency korban tewas mencapai 70 jiwa dan lebih dari 30 orang mengalami luka. Sementara juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid melalui lamannya, Alemarah menyebutkan bahwa korban tewas mencapai 150 jiwa.

Sementara itu, juru bicara Departemen Pertahanan Afghanistan Brigadir Jenderal Mohammad Radmanish menyatakan bahwa dari jumlah korban yang disebutkan, 20 diantaranya merupakan anggota Taliban. Namun belum ada pernyataan resmi dari Taliban yang mengkofirmasi hal tersebut.

Sementara itu, Radmanish menampik informasi tersebut. Ia berdalih lokasi penyerangan bukanlah kawasan pemukiman ataupun madrasah melainkan markas Taliban.

“Taliban dan kelompok gerilyawan lainnya berencana untuk menyerang pasukan Afghanistan, tetapi rencana mereka berhasil diketahui oleh pasukan kami,” katanya. “Itu bukan daerah pemukiman, dan hanya teroris dan Taliban yang aktif di tempat itu. Tidak ada warga sipil di daerah itu.”

BACA JUGA  Taliban Kembali Izinkan ICRC Beroperasi di Wilayahnya

Pernyataan Radmanish tersebut dibantah oleh Taliban. Taliban menegaskan, korban terdiri dari pelajar, ulama dan penduduk desa. Serangan terjadi tiba-tiba, pesawat AS membom sebuah madrasah dan rumah-rumah warga sipil di distrik Dasht-e-Archi provinsi Kunduz utara.

“Membombardir warga lokal kemudian menyuguhkan berita bahwa semua korban adalah mujahidin (Taliban) adalah kebiasaan Amerika dan sekutunya. Mereka yang bertanggung jawab membunuh warga sipil dan menghina agama akan dibawa ke pengadilan,” ungkap Zabihullah Mujahid.

Sumber: Alemarah, Khaama Press News Agency
Redaktur: Syafi’i Iskadnar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Rendahkan Syariat Islam, Puisi Sukmawati Dianggap Bukan Seni

Advokat GNPF Ulama, Nasrullah Nasution menegaskan bahwa puisi yang berjudul Ibu Indonesia, dibacakan oleh Sukmawati terkesan merendahkan Islam. Sukmawati dinilai bisa terjerat pasal penodaan agama.

Selasa, 03/04/2018 17:02 0

Indonesia

MUI: Cadar dan Adzan Menyangkut Keyakinan, Bukan Keindahan

Kiai Cholil menegaskan bahwa azan adalah syiar Islam untuk memberi tahu dan memanggil untuk mendirikan shalat. Ia menjelaskan adzan bukan sekedar soal merdu suara muadzin di telinga para pendengarnya.

Selasa, 03/04/2018 14:58 0

Indonesia

Puisi Sukmawati Dinilai Penuhi Unsur Penodaan Agama

Puisi Sukmawati Dinilai Penuhi Unsur Penodaan Agama

Selasa, 03/04/2018 14:08 0

Indonesia

Anggota DPR Ingatkan Sukmawati Jangan Sampai Kasus Ahok Terulang Lagi

Kader PAN asal Aceh itu mengingatkan agar kejadian Ahok jangan kembali terulang. Menurutnya, walaupun Ahok di kala itu sudah minta maaf namun kemarahan umat sudah tak lagi terbendung.

Selasa, 03/04/2018 13:23 0

Indonesia

Polisi: Penyebar Video Ustadz Fadlan Bukan Orang Papua

Kabid Humas Polda Papua, Kombes Polisi Ahmad Musthofa Kamal mengatakan bahwa ceramah Ustadz Fadlan Garamatan yang viral merupakan ceramah beberapa tahun lalu. Video ceramah tersebut lama, kemudian dipotong beberapa detik.

Selasa, 03/04/2018 13:00 0

Indonesia

Tak Mau Puisinya Disebut Singgung SARA, Begini Dalih Sukmawati

Sukmawati mengatakan isi puisi tersebut merupakan pendapatnya secara jujur. Ia merasa tak bersalah telah menganggap suara kidung pertiwi lebih indah dari lantunan adzan.

Selasa, 03/04/2018 11:31 4

Indonesia

Ustadz Fadlan Minta Maaf, Ketua MUI Papua: Beliau Belum Tentu Salah

Viral video potongan ceramah Ustadz Fadlan Garamatan terkait kondisi masyarakat Papua. Setelah beredarnya video itu, dia dilaporkan oleh segelintir orang atas tuduhan pencemaran nama baik.

Selasa, 03/04/2018 10:29 0

Indonesia

Puisi SARA Sukmawati Dapat Picu Kegaduhan dan Konflik Horizontal

"Seharusnya Sukmawati belajar dari kasus Ahok tentang penistaan agama yang telah menimbulkam kegaduhan luar biasa di masyarakat, dan kasus tersebut telah berkekuatan hukum tetap," ungkap Djuju melalui rilisnya, Selasa (03/04/2018).

Selasa, 03/04/2018 09:36 0

Analisis

Privatisasi Jihad; Ketika Penguasa Absen dari Tugasnya

Privatisasi Jihad; Ketika Penguasa Absen dari Tugasnya KIBLAT.NET – Dalam hubungan elit dan masyarakat, gerakan...

Selasa, 03/04/2018 08:54 0

Indonesia

MUI Papua Desak MUI Pusat Perkarakan Puisi SARA Sukmawati

"MUI Papua mengutuk keras atas puisi yang provokatif Sukmawati. Dan mendorong MUI Pusat untuk mengambil langkah untuk proses hukum," katanya kepada wartawan di Restoran Abu Nawas, Jakarta pada Senin (02/04/2018).

Selasa, 03/04/2018 07:15 0

Close