... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Anggota DPR Ingatkan Sukmawati Jangan Sampai Kasus Ahok Terulang Lagi

Foto: Sukmawati Soekarnoputri saat mendukung pencalonan Ahok kembali sebagai Gubernur DKI Jakarta.
KIBLAT.NET, Jakarta – Puisi berjudul “Ibu Indonesia” yang dibacakan oleh putri Bung Karno, Sukmawati Soekarnoputri beberapa hari lalu menjadi buah bibir di publik.

Dalam puisi yang dibacakan di Indonesia Fashion Week 2018, puteri Bung Karno menyinggung perasaan umat muslim dengan menyebut adzan yang kalah merdu dengan budaya Indonesia.

Terkait soal itu, politisi PAN Muslim Ayub mengimbau agar Sukma segera meminta maaf kepada seluruh umat muslim.

“Sebaiknya dia (Sukma) minta maaf sama umat Islam sebelum kemarahan umat Islam ini menjadi persoalan di kemudian hari,” tandasnya di gedung DPR, pada Selasa, (03/04).

Seperti dilansir dari RMOL, kader PAN asal Aceh itu mengingatkan agar kejadian Ahok jangan kembali terulang. Menurutnya, walaupun Ahok di kala itu sudah minta maaf namun kemarahan umat sudah tak lagi terbendung.

“Kita berharap Sukmawati ini dia muslim, secepatnya menyampaikan klarifikasinya secara sah. Selesai persoalan,” tegasnya.

Anggota Komisi III DPR RI ini menilai bahwa Sukmawati selaku budayawati tak seharusnya menyelipkan kata yang dia tahu akan melukai umat Islam. Hal ini menunjukan bahwa nilai Islam tak menjiwai mantan Ketua PNI Marhaenisme tersebut.

“Kalau dia menjiwai syariat Islam, dia tidak akan menyatakan demikian,” pungkasnya.

Diketahui bahwa beberapa pengacara muslim dan Persaudaraan Alumni (PA) 212 sudah berniat melaporkan Sukmawati dengan tuduhan penistaan agama.

BACA JUGA  Komisi VI: Sertifikasi Halal Tidak Boleh Hilang Dari Omnibus Law

 

Reporter: Bunyanun Marsus
Editor: Fajar Shadiq

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Analisis

Privatisasi Jihad; Ketika Penguasa Absen dari Tugasnya

Privatisasi Jihad; Ketika Penguasa Absen dari Tugasnya KIBLAT.NET – Dalam hubungan elit dan masyarakat, gerakan...

Selasa, 03/04/2018 08:54 0

Amerika

Putra Mahkota: Warga Israel Berhak Hidup Aman di Negara Mereka

Dia menambahkan bahwa negaranya terlibat dalam banyak kepentingan dengan Israel jika perdamaian terwujud. Bahkan, kepentingan itu juga akan terjadi antara Israel dan negara-negara Teluk.

Selasa, 03/04/2018 08:16 0

Suriah

ISIS Tewaskan 19 Pasukan Pemerintah di Suriah Timur

Memang ada sejumlah pernyataan yang timbul tenggelam dari kelompok ISIS bahwa mereka tengah mencoba konsolidasi dan merebut kembali wilayah yang hilang.

Selasa, 03/04/2018 05:58 0

Pakistan

Bentrokan Meletus Antara Pejuang Kashmir dan Pasukan India

Pejuang Kashmir terlibat bentrokan dengan tentara India di dua lokasi berbeda, Ahad (02/04/2018)

Senin, 02/04/2018 17:04 0

Suara Pembaca

Hadirilah! Tabligh Akbar Meraih Ridho Allah dalam Pernikahan Penuh Berkah

Hadirilah! Tabligh Akbar Meraih Ridho Allah dalam Pernikahan Penuh Berkah

Senin, 02/04/2018 13:33 0

Inggris

Larangan Jilbab di Sekolah Picu Protes Keras di Inggris

Para guru di Inggris merespon pernyataan Amanda Spielman, Kepala Ofsted (lembaga pengawas sekolah negari) yang mendukung larangan jilbab di sekolah.

Senin, 02/04/2018 13:25 0

Opini

Membaca Manuver Rusia VS Inggris dan Implikasinya

Usir mengusir diplomat sedang ramai dilakukan negara barat. Dimulai adanya tudingan Perdana Menteri Inggris, Theresa May terhadap penyerangan warga Inggris yang pernah menjadi agen intelijen militer Rusia, Sergei Skripal dan Putrinya, Yulia.

Senin, 02/04/2018 11:39 0

Suriah

Akhir Negosiasi Alot Jaisyul Islam dan Rusia di Ghouta Timur

Bagi yang ingin bertahan harus tunduk di bawah rezim.

Senin, 02/04/2018 09:36 0

Turki

Erdogan: Benyamin Netanyahu Teroris

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu teroris pada Ahad (01/04)

Senin, 02/04/2018 08:17 0

Artikel

AS dan NATO Gagal Pahami Strategi Taliban?

Setelah hampir 17 tahun menginvasi Afghanistan, misi NATO pimpinan AS “Resolute Support” dianggap masih belum bisa memahami strategi Taliban.

Senin, 02/04/2018 06:57 0

Close