... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Puisi Sukmawati Soekarnoputri Dinilai Benturkan Islam dengan Indonesia

Foto: Sukmawati Soekarnoputri membacakan puisi berjudul Ibu Indonesia

KIBLAT.NET, Jakarta – Puisi Ibu Indonesia yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri dinilai sebagai bentuk upaya pembenturan Islam dengan Indonesia.

Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), KH. Tengku Zulkarnain turut menanggapi puisi Ibu Indonesia yang dibacakan oleh Sukmawati Soekarnoputri dalam acara peragaan busana di Indonesia Fashion Week (IFW) 2018, JCC, Kamis (29/3/2018). Dia menilai puisi itu bagian dari upaya membenturkan Islam dengan Indonesia.

“Bisa jadi pembenturan antara Islam dan Indonesia,” kata KH Tengku Zulkarnain saat dihubungi Kiblat.net pada Senin (02/04/2018).

Wasekjen MUI itu juga menduga lewat puisi tersebut putri Soekarno itu ingin menunjukkan bahwa dia sejatinya bukan orang Islam, tetapi orang yang menganut animisme. Yaitu, paham yang dianut orang di Nusantara sebelum agama samawi datang.

Kiai Tengku juga mengecam isi dari puisi yang dibacakan Sukmawati. Isi puisi itu dinilianya menunjukkan ketidaksukaan dengan ajaran Islam, yang sebenarnya dilindungi undang-undang.

“Selain tidak elok itu menunjukkan ketidaksukaannya dengan ajaran Islam. Azan itu syariat Islam, ajaran Islam, dilindungi oleh UUD 1945,” tegasnya.

“Tidak layak ajaran agama dibenturkan dengan budaya nasional. Sangat tidak pantas,” ujar Kiai Tengku.

Indonesia merupakan masyarakat majemuk dengan didominasi umat Islam. Sisanya Kristen, Katolik, Hindhu, Budhha, dan Kong Hu Cu. Sehingga, hanya sedikit sekali yang masih menganut animisme di negeri ini.

“Maka sangat berbahaya membenturkan ajaran agama dengan budaya,” pungkas Kiai Tengku.

BACA JUGA  Anies: Perjuangan Palestina Adalah Perjuangan Kita

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Imam S.

... shares
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

3 comments on “Puisi Sukmawati Soekarnoputri Dinilai Benturkan Islam dengan Indonesia”

  1. Saeful hadi

    Knp puisi gak dilawan puisi aja ya? Kalau cuma puisi kmd dibawa ke ranah hukum, kok sptnya orang Islam jd spt tak punya daya utk melawan. Kalau puisi dilawan puisi kan jd seimbang. Maaf ini hanya pendapat saya yg bodoh.

  2. Armand

    To Saiful Hadi. Apabila puisi dibalas puisi yang kontennya merendahkan syariah islam. Apa yang akan terjadi? puisi akan dibalas lagi dengan konten baru yg kemungkinan juga berpotensi merendahkan syariah islam lagi. Pastilah hancur sudah harmoni kehidupan beragama, berbangsa dan bermasyarakat. Makanya hukum perlu ditegakkan secara tegas dan adil agar harmoni itu tetap terjaga. Semoga Ente Paham.

  3. Dyara

    to Saeful Hadi,

    Banyak lho yg sudah bikin puisi lewat surat terbuka utk Ibu Sukma, dari mbak Anis Tri Anisah misalnya, monggo dicek di facebooknya. Hanya saja apa yg beliau lakukan pun melanggar pasal terkait SARA dan jelas diproses secara hukum. Kalau tidak, dikhawatirkan akan makin marak penistaan terhadap agama merajalela di negeri ini.

    Proses hukum ini menurut saya adalah bentuk daya dan ikhtiar kaum Muslimin dalam membela agamanya. Seperti kata Buya Hamka, “Jika diam saat agamamu dihina, maka gantilah pakaianmu dengan kain kafan”

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Pakistan

Bentrokan Meletus Antara Pejuang Kashmir dan Pasukan India

Pejuang Kashmir terlibat bentrokan dengan tentara India di dua lokasi berbeda, Ahad (02/04/2018)

Senin, 02/04/2018 17:04 0

Suara Pembaca

Hadirilah! Tabligh Akbar Meraih Ridho Allah dalam Pernikahan Penuh Berkah

Hadirilah! Tabligh Akbar Meraih Ridho Allah dalam Pernikahan Penuh Berkah

Senin, 02/04/2018 13:33 0

Inggris

Larangan Jilbab di Sekolah Picu Protes Keras di Inggris

Para guru di Inggris merespon pernyataan Amanda Spielman, Kepala Ofsted (lembaga pengawas sekolah negari) yang mendukung larangan jilbab di sekolah.

Senin, 02/04/2018 13:25 0

Opini

Membaca Manuver Rusia VS Inggris dan Implikasinya

Usir mengusir diplomat sedang ramai dilakukan negara barat. Dimulai adanya tudingan Perdana Menteri Inggris, Theresa May terhadap penyerangan warga Inggris yang pernah menjadi agen intelijen militer Rusia, Sergei Skripal dan Putrinya, Yulia.

Senin, 02/04/2018 11:39 0

Suriah

Akhir Negosiasi Alot Jaisyul Islam dan Rusia di Ghouta Timur

Bagi yang ingin bertahan harus tunduk di bawah rezim.

Senin, 02/04/2018 09:36 0

Turki

Erdogan: Benyamin Netanyahu Teroris

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan meyebut Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu teroris pada Ahad (01/04)

Senin, 02/04/2018 08:17 0

Artikel

AS dan NATO Gagal Pahami Strategi Taliban?

Setelah hampir 17 tahun menginvasi Afghanistan, misi NATO pimpinan AS “Resolute Support” dianggap masih belum bisa memahami strategi Taliban.

Senin, 02/04/2018 06:57 0

Artikel

Tak Banyak Diungkap, 5 Fakta di Balik Kemenangan Al-Sisi dalam Pemilu Mesir

Partai Salafi An-Nuur Mesir muncul sebagai salah satu pendukung utama Al-Sisi selama pemilu. Partai itu memberikan kontribusi dengan memobilisasi anggota partainya untuk memilih dan menolak seruan boikot.

Ahad, 01/04/2018 17:38 1

Palestina

Belasan Warga Palestina Tewas, Netanyahu Puji Pasukan Israel

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji pasukan keamanan Israel setelah pembunuhan 17 warga Palestina di Jalur Gaza. Meskipun banyak kecaman bermunculan karena aksi represif tersebut. 

Ahad, 01/04/2018 16:16 0

Artikel

Setelah Ghouta Jatuh, Assad Perkuat Negara Alawi di Suriah

Jangan lupa bahwa tujuan rezim Suriah adalah mendirikan negara Alawi yang membentang ke pantai dengan Damaskus sebagai ibukotanya.

Ahad, 01/04/2018 14:33 0

Close