... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

AS dan NATO Gagal Pahami Strategi Taliban?

Foto: Pasukan NATO di Afghanistan

KIBLAT.NET, – Setelah hampir 17 tahun menginvasi Afghanistan, misi NATO pimpinan AS “Resolute Support” dianggap masih belum bisa memahami strategi Taliban. Atau, para komandan dan pimpinan militer NATO memang secara sengaja “pura-pura bodoh” di setiap pernyataan publik mereka demi menggenjot popularitas dan dukungan bagi militer dan pemerintah Afghanistan. Ini merupakan bagian dari kampanye komunikasi massa.

Juru bicara Resolute Support, Kapten Tom Gresback mengklaim bahwa operasi-operasi militer Taliban di berbagai pusat distrik non-perkotaan menunjukkan ambisi Taliban mengalami penurunan signifikan. Berikut komentar & pernyataan lengkap Gresback seperti dilansir Reuters yang sangat kontradiktif dengan capaian signifikan Taliban dalam pertempuran di provinsi Helmand dan Farah.

“Serangan-serangan Taliban di berbagai area pinggiran kota menunjukkan adanya penurunan signifikan ambisi mereka menyusul kegagalan kelompok itu merebut ibukota provinsi selama tahun 2017,” kata perwira Angkatan Laut AS Kapten Tom Gresback yang juga jubir NATO di Afghanistan melalui email.

Sebagai bawahan, Gresback barangkali hanya membebek dan mengikuti petunjuk atasannya, yaitu Jenderal John Nicholson sebagai komandan tertinggi Resolute Support. Dua bulan yang lalu, Nicholson dengan bangga mengklaim pasukan Afghan sekutu lokal mereka telah meraih sukses selama 2017. Sebaliknya, menurut Nicholson, Taliban gagal mencapai tujuan-tujuan mereka di berbagai pertempuran. Sekali lagi menurut Nicholson, selama 2017 tidak ada satu pun ibukota provinsi yang berhasil dikuasai Taliban.

BACA JUGA  Heal the World, Make it Better Place

Tentu saja, dalam hal ini Nicholson secara sepihak mendefinisikan atau menentukan sendiri tujuan strategis Taliban yang notabene tidak pernah dinyatakan oleh Taliban.

Secara eksplisit, Taliban menyatakan bahwa bagian dari strategi mereka adalah menguasai wilayah-wilayah non-perkotaan sebagai upaya menekan wilayah lain yang berpenduduk lebih padat, termasuk pusat-pusat distrik dan ibukota provinsi. Dan faktanya pun, strategi seperti ini pernah dipaparkan langsung oleh gubernur bayangan Taliban untuk Uruzgan, Mullah Aminullah Yousuf pada bulan April 2016.

Menurut data statistik militer AS sendiri, Taliban diakui meraih kemajuan signifikan dalam operasi militer. Kelompok insurjensi terkuat di dunia itu telah dan hampir menguasai setengah dari jumlah distrik yang ada di seluruh Afghanistan.

Jika seandainya militer AS dan Resolute Support betul-betul tidak mampu memahami strategi Taliban selama hampir 17 tahun penjajahan mereka di Afghanistan, para komandan dan ahli strategi mereka disarankan untuk mengambil mata kuliah sejarah. Tapi hal itu menjadi sesuatu yang naif. Dalam konsep Perang Rakyat, tokoh revolusi komunis Cina Mao Zedong meyakini pentingnya memelihara dukungan masyarakat dan pentingnya menjaga ritme pertempuran di daerah pinggiran non-perkotaan dalam rangka menggerogoti kekuatan musuh (pasukan pemerintah) dan memperluas jaringan dan komunikasi pasukan sendiri.

Faktanya Taliban menang besar dan meraih kemajuan baik di wilayah pinggiran maupun perkotaan. Taliban selalu berhasil memenangkan hati rakyat, dan secara jelas terus memelihara dukungan bangsa Afghan dalam rangka mendukung insurjensi di seluruh wilayah Afghanistan. Sebaliknya, pasukan keamanan Afghan terus mengalami degradasi kekuatan, demikian juga basis-basis & markas militer mereka kerap dipecundangi Taliban dan dikuras habis senjata plus amunisinya.

BACA JUGA  Peran Alim Ulama di Tengah Wabah Corona

Apabila ternyata pihak militer secara sengaja mencoba mengaburkan fakta dan situasi aktual di Afghanistan dalam rangka mempromosikan pasukan keamanan Afghan, maka langkah itu dinilai lebih parah. Tanpa penilaian/evaluasi yang jelas & jujur mengenahi situasi riil Afghanistan, masyarakat dan para penentu kebijakan akan kehilangan kepercayaan terhadap militer. Selain itu, perang akan kehilangan legitimasi dan akhirnya publik pun tidak lagi mendukung mereka.

Dalam banyak kasus, tingkat dukungan publik terus merosot. Selama hampir satu dekade, para pimpinan militer AS terlalu over-optimis dalam memberikan laporan mengenahi kemampuan pasukan keamanan Afghan. Sebaliknya, mereka mengecilkan status & kekuatan insurjensi Taliban. Padahal, entitas Taliban hari ini berada pada titik terkuat mereka dalam semua aspek sejak invasi AS di akhir 2001 yang lalu.

Penulis: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Palestina

Belasan Warga Palestina Tewas, Netanyahu Puji Pasukan Israel

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji pasukan keamanan Israel setelah pembunuhan 17 warga Palestina di Jalur Gaza. Meskipun banyak kecaman bermunculan karena aksi represif tersebut. 

Ahad, 01/04/2018 16:16 0

Indonesia

Satgas Tinombala Diterjunkan Cari 5 Warga Hilang di Hutan Poso

Lima warga yang hilang itu itu adalah Leonar Geso, Nikson Geso, Yoel Losong, Karni Farno, dan Juan Tudai.

Ahad, 01/04/2018 15:24 0

Indonesia

Viral Wanita Bercadar Pelihara Anjing, Dr. Zain: Ada Standar Ganda

Dr. Ahmad Zain An-Najah lantas menyoroti sikap sebagian masyarakat yang merespon positif wanita bercadar yang memelihara anjing, di sisi lain mendukung larangan cadar di kampus.

Ahad, 01/04/2018 14:01 0

Yaman

Kebakaran Gudang Makanan di Al-Hudaydah, Yaman Isyaratkan Pelakunya Hutsi

Kebakaran menghancurkan gudang yang penuh dengan bahan bakar untuk memasak dan bahan makanan.

Ahad, 01/04/2018 13:11 0

Palestina

Negara Arab Kutuk Serangan Israel Terhadap Demonstran Damai Palestina

Setidaknya 14 demonstran Palestina terbunuh dan 1.500 lainnya terluka ketika pasukan Israel bertindak represif menanggapi aksi demonstrasi damai. 

Ahad, 01/04/2018 12:21 0

Indonesia

Ini Penjelasan Ahli Fiqih Soal Larangan Memelihara Anjing

Pakar Ilmu Fiqih, Dr. Ahmad Zain An-Najah memberikan tanggapan soal berita wanita bercadar yang memelihara anjing.

Ahad, 01/04/2018 11:51 1

Indonesia

Ustad Abdul Somad Yakin Umat Islam Bisa Bersatu

Dia meyakinkan bahwa umat Islam di Indonesia dengan berbagai macam latar belakang organisasi seperti Persis, NU, Muhammadiyah, Nahdhatul Wathan dapat bersatu. 

Ahad, 01/04/2018 11:11 0

Turki

Erdogan: Turki Akan Serang Pasukan Perancis Jika Dukung Milisi Kurdi

Dukungan untuk pasukan Kurdi menjadikan Perancis dapat menjadi target pasukan Turki. Presiden Tayyip Erdogan mengatakan Prancis telah mengambil "jalan" yang salah di Suriah.

Ahad, 01/04/2018 06:17 0

Palestina

Protes Kebrutalan Tentara Zionis, Palestina Gelar Aksi Mogok Massal

Pemerintah Nasional Palestina mengumumkan meliburkan seluruh lembaga pemerintah, sekolah dan universitas sesuai perintah Presiden Mahmud Abbas. Presiden menyeru menggelar aksi bergabung atas gugurnya belasan demonstran pada Jumat.

Sabtu, 31/03/2018 20:24 0

Amerika

Muhammad bin Salman: Pasukan AS Harus Tetap di Suriah

“Kami yakin, pasukan AS harus tetap (di Suriah) setidaknya selama periode menengah, jika tidak dapat dalam jangka lama,”

Sabtu, 31/03/2018 16:27 0

Close