... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Akhir Negosiasi Alot Jaisyul Islam dan Rusia di Ghouta Timur

Foto: Kondisi salah satu kota di Ghouta Timur s

KIBLAT.NET, Damaskus – Negosiasi yang diupayakan Jaisyul Islam kepada Rusia berakhir dengan kesepakatan tak boleh adanya satu pun penentang rezim Suriah di Ghouta Timur. Seluruh kelompok anti Bashar Assad harus keluar bersama keluarga mereka. Bagi yang ingin bertahan harus tunduk di bawah rezim.

Media Perang milik milisi Syiah Hizbullah Lebanon, Ahad (01/04), mengatakan bahwa “perjanjian yang disepakati melarang keberadaan senjata ringan di kota Duma, dan pelaksanaan kesepakatan ini setelah pembentukan Dewan Lokal di Duma akan disetujui oleh rezim Suriah.”

Negosiasi alot antara Jaisyul Islam dan Rusia mencapai kesepakatan akhir untuk mengevakuasi warga sipil dan pejuang yang ingin keluar dari Kota Duma, kota terakhir yang dikontrol oposisi di Ghouta Timur. Hasil kesepakatan ini sebagai awal bagi rezim untuk merebut seluruh wilayah yang beberapa pekan lalu dibombardir habis-habisan itu. Evakuasi pun dimulai dari sisa-sisa anggota Faylaq Ar-Rahman yang masih di Duma.

Kesepakatan itu muncul sehari setelah tentara rezim Suriah mengumumkan melanjutkan kampanye militer untuk merebut Duma. Rezim juga mengumumkan telah merebut seluruh kota dan desa di Ghouta Timur.

Sementara itu, Jaisyul Islam tidak berkomentar atas keluarnya kesepakatan ini. Sumber oposisi yang terlibat negosiasi mengatakan bahwa kesepakatan itu tercapai pada Jumat malam. Jaisyul Islam direncanakan akan menuju Suriah utara. Sejumlah informasi menyeutkan, faksi yang terlibat dalam berbagai negosiasi internasional itu kemungkinan besar menuju ke kota Jarabulus, wilayah kontrol faksi Dar’ul Furat (faksi oposisi dukungan Turki).

BACA JUGA  Pengamat: Amerika Kembali Mengkhianati Kurdi

Masih menurut sumber tersebut, kesepakatan Duma ini tak seperti penjanjian di kota-kota Ghouta Timur lainnya, yang dikontrol Faylaq Ar-Rahman dan Ahrar Al-Syam, yang mengharuskan seluruh pejuang dan warga keluar dari Ghouta Timur. Kesepakatan di wilayah kontrol Jaisyul Islam itu masih membolehkan anggota faksi oposisi atau warga yang tidak ingin dievakuasi tetap berada di Duma dengan syarat tunduk kepada rezim. Bahkan, anggota faksi boleh menjadi anggota pasukan keamanan namun harus di bawah bendera pemerintah Bashar Assad.

Proses itu, jelas sumber yang tidak disebutkan namanya tersebut, diawali dengan penyerahan seluruh senjata berat dan menengah yang dimiliki faksi oposisi kepada rezim. Pejuang oposisi yang menolak menetap di Duma dipersilahkan keluar terlebih dahulu. Sementara yang tidak ingin keluar, hanya dibolehkan membawa senjata ringan. Kemudian polisi militer Rusia disebar di seluruh kota untuk menjaga keamanan di masa transisi.

Sumber: Al-Sarq Al-Ausath
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Komisi I DPR: Terkutuklah Zionis Israel

"Kebiadaban dan apalagi kata yang tepat buat negara Zionis yang membantai ribuan demonstrasi damai di Gaza, terkutuklah Israel dan pendukungnya," katanya dalam rilis yang diterima Kiblat.net pada Ahad (01/04/2018).

Senin, 02/04/2018 07:22 0

Artikel

AS dan NATO Gagal Pahami Strategi Taliban?

Setelah hampir 17 tahun menginvasi Afghanistan, misi NATO pimpinan AS “Resolute Support” dianggap masih belum bisa memahami strategi Taliban.

Senin, 02/04/2018 06:57 0

Artikel

Tak Banyak Diungkap, 5 Fakta di Balik Kemenangan Al-Sisi dalam Pemilu Mesir

Partai Salafi An-Nuur Mesir muncul sebagai salah satu pendukung utama Al-Sisi selama pemilu. Partai itu memberikan kontribusi dengan memobilisasi anggota partainya untuk memilih dan menolak seruan boikot.

Ahad, 01/04/2018 17:38 1

Indonesia

Satgas Tinombala Diterjunkan Cari 5 Warga Hilang di Hutan Poso

Lima warga yang hilang itu itu adalah Leonar Geso, Nikson Geso, Yoel Losong, Karni Farno, dan Juan Tudai.

Ahad, 01/04/2018 15:24 0

Artikel

Setelah Ghouta Jatuh, Assad Perkuat Negara Alawi di Suriah

Jangan lupa bahwa tujuan rezim Suriah adalah mendirikan negara Alawi yang membentang ke pantai dengan Damaskus sebagai ibukotanya.

Ahad, 01/04/2018 14:33 0

Indonesia

Viral Wanita Bercadar Pelihara Anjing, Dr. Zain: Ada Standar Ganda

Dr. Ahmad Zain An-Najah lantas menyoroti sikap sebagian masyarakat yang merespon positif wanita bercadar yang memelihara anjing, di sisi lain mendukung larangan cadar di kampus.

Ahad, 01/04/2018 14:01 0

Indonesia

Ini Penjelasan Ahli Fiqih Soal Larangan Memelihara Anjing

Pakar Ilmu Fiqih, Dr. Ahmad Zain An-Najah memberikan tanggapan soal berita wanita bercadar yang memelihara anjing.

Ahad, 01/04/2018 11:51 1

Indonesia

Ustad Abdul Somad Yakin Umat Islam Bisa Bersatu

Dia meyakinkan bahwa umat Islam di Indonesia dengan berbagai macam latar belakang organisasi seperti Persis, NU, Muhammadiyah, Nahdhatul Wathan dapat bersatu. 

Ahad, 01/04/2018 11:11 0

Indonesia

INDEF: Jangan Remehkan Kenaikan BBM Walau Hanya 200 Rupiah

"Jangan remehkan kenaikan BBM walau hanya Rp200,00, sebab kontribusi BBM sangat besar dalam memicu kenaikan harga kebutuhan pokok,"

Sabtu, 31/03/2018 09:50 0

Manhaj

Mengenal Fikih Istidh’af, Panduan Berislam di Kala Lemah

Wilayah Islam dipecah-pecah menjadi lebih dari lima puluh negara berdasarkan nasionalisme atau kebangsaan. Kondisi ini lantas membuat umat Islam di berbagai belahan dunia menjadi lemah dan mudah tertindas.

Sabtu, 31/03/2018 05:00 0

Close