... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

In Depth

Tak Banyak Diungkap, 5 Fakta di Balik Kemenangan Al-Sisi dalam Pemilu Mesir

Foto: Presiden Mesir, Abdul Fattah Al-Sisi.

KIBLAT.NET, Kairo – Abdul Fattah al-Sisi kembali menjadi presiden Mesir setelah memenangkan pemilihan umum tahun 2018. Berdasarkan hasil penghitungan cepat atau quick count, Rabu (28/03/2018), Al-Sisi mendapat sekitar 92 persen dari total pemilih Mesir. Al-Sisi mengalahkan satu-satunya kandidat pesaing, yakni Moussa Mustafa Moussa.

Banyak hal menarik yang dapat dicermati di balik kemenangan Al-Sisi dalam pemilu kali ini. Sebelumnya, jenderal Mesir itu kerap disoroti terkait dugaan korupsi dan penyalahgunaan dana sehingga memicu krisis ekonomi di Mesir. Dari sini, apa yang menjadikannya kembali terpilih setelah periode jabatan 2014 lalu?

1. Kandidat Capres yang Ditangkapi dan Mengundurkan Diri 

Pihak berwenang secara berturut-turut telah menyingkirkan para penantang utama yang ingin mencalonkan diri sebagai presiden. Mereka telah menangkap dua calon potensial, pensiunan Letnan Jenderal Sami Anan dan Kolonel Ahmed Konsowa. Calon potensial ketiga, Ahmed Shafik, mantan perdana menteri dan komandan angkatan udara, tampaknya ditempatkan di bawah tahanan rumah rahasia di sebuah hotel sampai ia mundur dari arena pertarungan pemilu.

Dua kandidat potensial utama lainnya, pengacara hak asasi manusia Khaled Ali dan mantan anggota parlemen, Mohamed Anwar al-Sadat, mundur dalam pendaftaran resmi. Mereka mengkhawatirkan tindakan represif dan keselamatan pendukung mereka, selain praktik manipulasi oleh pemerintah.

Satu-satunya kandidat yang tersis adalah Mousa Mostafa Mousa, pemimpin Partai Al-Ghad, yang mendukung pemerintah. Dia mendaftarkan pencalonannya pada detik-detik akhir tanggal 29 Januari. Hal itu terjadi setelah adanya upaya dari anggota parlemen pro-pemerintah yang mendorongnya untuk mencalonkan diri. Sampai hari sebelum dia mendaftarkan pencalonannya, dia adalah anggota tim sukses al-Sisi untuk masa jabatan kedua.

BACA JUGA  Di Bawah Guyuran Hujan, Aksi Bela Rohingya Serukan Usir Kedubes Myanmar

2. Pemerintah Terapkan Aturan Ketat dalam Pemilu 

Untuk meningkatkan jumlah pemilih, kantor berita Mesir memberi ultimatum kepada warga Mesir bagi yang gagal memberikan suara dianggap melanggar hukum dan dijatuhi denda hingga $ 28 (Rp 385 rb). Sebuah ancaman yang jarang terjadi dalam pemilihan sebelumnya.

“Mereka jelas mengharapkan jumlah pemilih menjadi rendah sehingga mereka mengatakan bahwa untuk membuat orang takut tidak memilih. Mereka berpikir bahwa (peringatan) mungkin mendorong mereka untuk memilih, sehingga berpotensi meningkatkan perolehan suara,” kata salah satu warga bernama Magdy saat diwawancarai Al-Jazeera.

Sementara itu, warga lain bernama Maha mengaku tidak peduli dengan peringatan itu. Ia menganggap pemilu tidak penting karena hasilnya sudah bisa dipastikan. “Aku lebih suka membayar karena saya tidak berpikir itu layak untuk membuang-buang waktuku. Ini adalah lebih dari referendum daripada pemilihan,” katanya.

Sebuah video yang dibagikan di Twitter menunjukkan seorang perwakilan dari Kementerian Pendidikan Mesir meminta kepada para guru di sebuah sekolah agar mereka menunjukkan bukti suara mereka dengan menandatangani kartu yang akan dikirim ke pihak berwenang menggunakan ujung jari mereka yang terkena celupan tinta.

3. Politik Uang dan Janji Kemakmuran

Gubernur Beheira, sebuah provinsi Delta Nil di utara Kairo, mengatakan kepada seorang pewawancara TV bahwa desa-desa dan kota-kota dengan tingkat partisipasi pemilih yang tinggi akan dijanjikan dengan perbaikan layanan air dan sanitasi. Pejabat lainnya, Gubernur Magdy Hegazy dari provinsi Aswan di selatan, menjanjikan imbalan uang tertentu ke kabupaten dengan partisipasi tertinggi.

BACA JUGA  Jonru Beberkan Fakta-fakta Persidangan yang Jarang Diungkap

Sekretaris jenderal provinsi New Valley di Mesir barat mengirim memo kepada kepala dewan kota dan distriknya. Dalam memo itu dijanjikan dana yang akan digunakan untuk meningkatkan layanan publik ke enam daerah dengan jumlah pemilih terbesar. Nilai tertinggi untuk 3.000 suara atau lebih adalah sebesar 5 juta pound (sekitar $ 284.000).

Aya Kamal, seorang penduduk di pinggiran kota Kairo, Matariya, mengatakan dia dijanjikan jatah makanan ekstra jika dapat menunjukkan bukti memberikan suara (untuk Al-Sisi) kepada penjaga toko di sebuah toko yang ditunjuk negara. Dia mengatakan rencana itu didanai oleh koalisi parlemen terbesar yang mendukung pemerintah.

Sebuah badan amal yang dipimpin oleh anggota parlemen pro-pemerintah lainnya, Saad el-Gamal, menyediakan  bus gratis untuk membawa pemilih ke tempat pemungutan suara di el-Aqwaz, sebuah desa sekitar 80 kilometer (50 mil) selatan Kairo.

Fatima Abdel-Latif (66 tahun) mengatakan dirinya dan penduduk desa lainnya dijanjikan masing-masing 100 pound ($ 5,70) jika mereka pergi ke kantor amal dan menunjukkan jari-jari mereka yang bernoda tinta.

Baca halaman selanjutnya: 4. Absennya Pemilih dari...

Halaman Selanjutnya 1 2
Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Tak Banyak Diungkap, 5 Fakta di Balik Kemenangan Al-Sisi dalam Pemilu Mesir”

  1. HENDI

    mesir negeri dagelan…wkwkwkw

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Palestina

Belasan Warga Palestina Tewas, Netanyahu Puji Pasukan Israel

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memuji pasukan keamanan Israel setelah pembunuhan 17 warga Palestina di Jalur Gaza. Meskipun banyak kecaman bermunculan karena aksi represif tersebut. 

Ahad, 01/04/2018 16:16 0

Indonesia

Satgas Tinombala Diterjunkan Cari 5 Warga Hilang di Hutan Poso

Lima warga yang hilang itu itu adalah Leonar Geso, Nikson Geso, Yoel Losong, Karni Farno, dan Juan Tudai.

Ahad, 01/04/2018 15:24 0

Indonesia

Viral Wanita Bercadar Pelihara Anjing, Dr. Zain: Ada Standar Ganda

Dr. Ahmad Zain An-Najah lantas menyoroti sikap sebagian masyarakat yang merespon positif wanita bercadar yang memelihara anjing, di sisi lain mendukung larangan cadar di kampus.

Ahad, 01/04/2018 14:01 0

Yaman

Kebakaran Gudang Makanan di Al-Hudaydah, Yaman Isyaratkan Pelakunya Hutsi

Kebakaran menghancurkan gudang yang penuh dengan bahan bakar untuk memasak dan bahan makanan.

Ahad, 01/04/2018 13:11 0

Palestina

Negara Arab Kutuk Serangan Israel Terhadap Demonstran Damai Palestina

Setidaknya 14 demonstran Palestina terbunuh dan 1.500 lainnya terluka ketika pasukan Israel bertindak represif menanggapi aksi demonstrasi damai. 

Ahad, 01/04/2018 12:21 0

Indonesia

Ini Penjelasan Ahli Fiqih Soal Larangan Memelihara Anjing

Pakar Ilmu Fiqih, Dr. Ahmad Zain An-Najah memberikan tanggapan soal berita wanita bercadar yang memelihara anjing.

Ahad, 01/04/2018 11:51 1

Indonesia

Ustad Abdul Somad Yakin Umat Islam Bisa Bersatu

Dia meyakinkan bahwa umat Islam di Indonesia dengan berbagai macam latar belakang organisasi seperti Persis, NU, Muhammadiyah, Nahdhatul Wathan dapat bersatu. 

Ahad, 01/04/2018 11:11 0

Turki

Erdogan: Turki Akan Serang Pasukan Perancis Jika Dukung Milisi Kurdi

Dukungan untuk pasukan Kurdi menjadikan Perancis dapat menjadi target pasukan Turki. Presiden Tayyip Erdogan mengatakan Prancis telah mengambil "jalan" yang salah di Suriah.

Ahad, 01/04/2018 06:17 0

Palestina

Protes Kebrutalan Tentara Zionis, Palestina Gelar Aksi Mogok Massal

Pemerintah Nasional Palestina mengumumkan meliburkan seluruh lembaga pemerintah, sekolah dan universitas sesuai perintah Presiden Mahmud Abbas. Presiden menyeru menggelar aksi bergabung atas gugurnya belasan demonstran pada Jumat.

Sabtu, 31/03/2018 20:24 0

Amerika

Muhammad bin Salman: Pasukan AS Harus Tetap di Suriah

“Kami yakin, pasukan AS harus tetap (di Suriah) setidaknya selama periode menengah, jika tidak dapat dalam jangka lama,”

Sabtu, 31/03/2018 16:27 0

Close