... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ini Penjelasan Ahli Fiqih Soal Larangan Memelihara Anjing

Foto: DR. Ahmad Zain An-Najah

KIBLAT.NET, Jakarta – Pakar Ilmu Fiqih, Dr. Ahmad Zain An-Najah memberikan tanggapan soal berita wanita bercadar yang memelihara anjing. Ia mengatakan bahwa memang zaman Bani Israil ada seorang pelacur yang memberi minum anjing, kemudian Allah meridhoi perbuatan pelacur tersebut.

Namun, ia menegaskan bahwa kisah tersebut tidak bisa digunakan untuk dalil agar bisa memelihara anjing. Sebab, pelacur tersebut hanya sebatas menolong, kemudian pergi. Bukan dipelihara.

“Pelacur itu setelah memberi minum kemudian pisah dengan anjing, dan kejadiannya di tengah padang pasir. Itu nggak bisa dikiaskan dengan yang memelihara anjing, mencucinya, dijilat-jilat, kemudian kotorannya ada dimana-mana,” katanya saat dihubungi Kiblat.net pada Ahad (01/04/2018).

Ia juga menegaskan bahwa di dalam Islam, anjing adalah binatang najis. Menurutnya, sebagian ulama berbeda pendapat dalam beberapa rinciannya. Ada yang mengatakan najisnya hanya di mulutnya, ada mengatakan najisnya seluruh badannya.

“Karena seandainya mulutnya najis maka seluruh badannya juga najis. Dan di antara dalil yang bisa dipakai adalah dalil hadits shohih bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda jika salah satu anjing melihat salah satu bejana kalian maka hendaknya dicuci 7 kali salah satunya dengan tanah. Itu menunjukkan bahwa anjing itu jilatannya itu najis mugholadoh, najis besar,” ucapnya.

Zain juga menjelaskan bahwa ada hadist yang menunjukkan ancaman bagi yang memelihara anjing, selain anjing buruan dan penjaga. Yaitu barangsiapa memelihara anjing, maka amalan setiap harinya berkurang satu qirath (sebesar gunung Uhud.red).

BACA JUGA  HNW Tegaskan Penersangkaan Ustadz Bachtiar Nasir Bentuk Kriminalisasi Ulama

“Seandainya dia muslimah sangat disayangkan setiap harinya amal perbuatannya hilang 1 harinya sebesar gunung Uhud. Di hadits elain sebanyak dua Gunung Uhud,” paparnya.

Menurutnya, Islam memang memperbolehkan anjing dijadikan anjing pelacak atau penjaga. Namun, tetap dilarang untuk memegang dan dikandangkan di luar rumah.

“Kalau penjaga itu di luar, tidak dalam rumah. Biasanya diikat di luar pagar untuk menjaga rumah jika memang banyak bahaya atau penjaga di kebun kebun. Ada juga anjing pelacak anjing pelacak juga dipegang secara khusus, ditutup mulutnya. Tetap diusahakan tidak megang dan seterusnya,” ungkapnya.

Lebih lanjut ia mengatakan bahwa memelihara anjing dengan dalih kasih sayang tidak dapat dibenarkan. Ia menegaskan, kasih sayang sesama manusia seharusnya dikedepankan.

“Manusia dibunuh, digusur orang-orang dibiarkan miskin, kenapa nggak kita bicara sama manusia, sebelum sama anjing. Dan ini dalil orang Barat ketika mereka dengan anjingnya sangat sayang, tapi di sisi lain dia membunuhi orang-orang Islam di negara lain,” jelasnya.

“Jadi tidak sepadan lebih sayang sama anjingnya daripada sama orang lain. Maka, sebelum sayang sama anjing kita kasih sayang dulu sama tetangga, sama manusia itu dulu itu dijalankan. Sebelum sama anjing sama hewan-hewan lain dulu,” sambungnya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: Izhar Zulfikar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

One comment on “Ini Penjelasan Ahli Fiqih Soal Larangan Memelihara Anjing”

  1. Muhammad Adi Nugroho

    se-ekor anjing bahkan diberi nama di Al Qur’an. di Surah Al kahfi yang menceritakan sejumlah orang dan Qarim se-ekor anjing, di sebuah gua karena dikejar-kejar pemimpin yang berusaha membelokkan agama orang.

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Turki

Erdogan: Turki Akan Serang Pasukan Perancis Jika Dukung Milisi Kurdi

Dukungan untuk pasukan Kurdi menjadikan Perancis dapat menjadi target pasukan Turki. Presiden Tayyip Erdogan mengatakan Prancis telah mengambil "jalan" yang salah di Suriah.

Ahad, 01/04/2018 06:17 0

Palestina

Protes Kebrutalan Tentara Zionis, Palestina Gelar Aksi Mogok Massal

Pemerintah Nasional Palestina mengumumkan meliburkan seluruh lembaga pemerintah, sekolah dan universitas sesuai perintah Presiden Mahmud Abbas. Presiden menyeru menggelar aksi bergabung atas gugurnya belasan demonstran pada Jumat.

Sabtu, 31/03/2018 20:24 0

Amerika

Muhammad bin Salman: Pasukan AS Harus Tetap di Suriah

“Kami yakin, pasukan AS harus tetap (di Suriah) setidaknya selama periode menengah, jika tidak dapat dalam jangka lama,”

Sabtu, 31/03/2018 16:27 0

Suriah

Tentara Amerika dan Inggris Tewas dalam Serangan Bom di Manbij, Suriah

Tentara Amerika dan Inggris Tewas dalam Serangan Bom di Suriah

Sabtu, 31/03/2018 15:26 0

Palestina

Kesaksian Relawan ACT dalam Aksi Kembalinya Tanah Palestina di Gaza

Kesaksian Relawan ACT dalam Aksi Kembalinya Tanah Palestina di Gaza

Sabtu, 31/03/2018 11:31 0

Palestina

Penjajah Israel Serang Aksi Kembalinya Tanah Palestina, 14 Warga Gugur

Aksi Kembalinya Tanah Palestina yang diikuti ratusan ribu warga Palestina diserang pasukan Israel, 14 gugur dan ribuan terluka

Sabtu, 31/03/2018 10:48 0

Suriah

Turki Ancam Habisi Milisi Kurdi di Manbij, Suriah Utara

KIBLAT.NET, Ankara – Menyusul sebuah pertemuan dengan Dewan Keamanan Nasional Turki, Presiden Recep Tayyip Erdogan...

Sabtu, 31/03/2018 09:43 0

Manhaj

Mengenal Fikih Istidh’af, Panduan Berislam di Kala Lemah

Wilayah Islam dipecah-pecah menjadi lebih dari lima puluh negara berdasarkan nasionalisme atau kebangsaan. Kondisi ini lantas membuat umat Islam di berbagai belahan dunia menjadi lemah dan mudah tertindas.

Sabtu, 31/03/2018 05:00 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Semangat Mencari Kematian!

Khutbah Jumat: Semangat Mencari Kematian! Kapan Anda merasa siap untuk menghadapi kematian? Atau hati dan perasaan selalu dihantui oleh cita-cita dunia yang belum tercapai? Simak pesan Rasulullah dalam hal ini!

Jum'at, 30/03/2018 17:35 0

Arab Saudi

Muhammad Bin Salman: Perang Arab Saudi-Iran Mungkin Terjadi dalam 10-15 Tahun

Dalam wawancara dengan The Wall Street Journal Muhammad Bin Salman mengatakan jika sanksi kepada Iran tak terwujud maka akan berpotensi menimbulkan konfrontasi di kawasan

Jum'at, 30/03/2018 16:34 0

Close