... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

INDEF: Jangan Remehkan Kenaikan BBM Walau Hanya 200 Rupiah

Foto: Bahan bakar minyak (BBM) Pertamina

KIBLAT.NET, Jakarta – Institut for Development of Economics and Finance (INDEF) menilai kenaikan harga BBM non subsidi dan hilangnya BBM subsidi jenis premium bisa memicu inflasi dan hilangnya kedaulatan ekonomi Indonesia.

Direktur Eksekutif INDEF, Enny Sri Hartati mengatakan persoalan harga BBM adalah komoditi sensitif, di mana persoalan BBM bisa memicu ekspektasi inflasi. Yakni kekhawatiran masyarakat menyeluruh, sehingga respon masyarakat akhirnya membeli komoditi lebih untuk cadangan.

“Jangan remehkan kenaikan BBM walau hanya Rp200,00, sebab kontribusi BBM sangat besar dalam memicu kenaikan harga kebutuhan pokok,” katanya katanya saat dihubungi Kiblat.net, Jumat, (30/3/2018).

Jadi kalau ada yang menganalisa bahwa Indonesia akan bubar itu bisa jadi benar. Dinilainya bubarnya Indonesia bukan secara fisiknya tetapi hilangnya kedaulatan ekonomi. Bukti filosofinya apabila eksistensi kedaulatan kita sudah tidak ada, sebenarnya cita-cita proklamasi sudah bubar.

Dia menjelaskan jika pemerintah beralibi bahwa pengalihan subsidi energi dialihkan untuk pembangunan infrastruktur, tetapi jika dilihat komposisi belanja modal di infrastruktur justru tidak ada kenaikan yang signifikan hanya 15 persen. Justru yang naik dalam proporsi anggaran APBN adalah di belanja barang, belanja pegawai dan belanja lainnya.

“Seharusnya jangan ada dusta lah di pemerintah dalam alokasi APBN, pemerintah wajib ‘apple to apple’.” ujarnya.

Enny menilai solusi yang seharusnya diambil pemerintah, segera mencegah pemicu berbagai resiko penurunan daya beli masyarakat. Sebab, bila daya beli menurun yang menjadi andalan pertumbuhan ekonomi Indonesia ini, maka pertumbuhan ekonomi tidak akan tercapai.

BACA JUGA  Polri Nilai Kebakaran Kejagung Tak Disengaja

“Ini sudah kadung turun daya belinya, maka dampaknya akan mengurangi daya produksi di periode berikutnya. Sebagai penentu persoalan ini juga bergantung pada evaluasi masyarakat melalui politik lima tahunan,” katanya.

Artinya dalam mengelola negara, kita harus merencanakan dengan komprehensif dan matang, tidak hanya sekedar mengeluarkan kebijakan yang bersifat ‘populis’ pokoknya ada pembangunan. Meskipun pemerintah berasumsi pembangunan infrastruktur adalah untuk jangka panjang.

“Memang benar infrastruktur pasti punya manfaatnya untuk jangka panjang, tetapi kan juga harus dipilih dan dipilah infrastruktur mana saja yang mendukung percepatan akselerasi sektor-sektor ekonomi yang mempunyai nilai daya tambah,” pungkasnya.

Reporter : Hafidz Syarif
Editor: Imam S.


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Turki Ancam Habisi Milisi Kurdi di Manbij, Suriah Utara

KIBLAT.NET, Ankara – Menyusul sebuah pertemuan dengan Dewan Keamanan Nasional Turki, Presiden Recep Tayyip Erdogan...

Sabtu, 31/03/2018 09:43 0

Manhaj

Mengenal Fikih Istidh’af, Panduan Berislam di Kala Lemah

Wilayah Islam dipecah-pecah menjadi lebih dari lima puluh negara berdasarkan nasionalisme atau kebangsaan. Kondisi ini lantas membuat umat Islam di berbagai belahan dunia menjadi lemah dan mudah tertindas.

Sabtu, 31/03/2018 05:00 0

Video Kajian

Khutbah Jumat: Semangat Mencari Kematian!

Khutbah Jumat: Semangat Mencari Kematian! Kapan Anda merasa siap untuk menghadapi kematian? Atau hati dan perasaan selalu dihantui oleh cita-cita dunia yang belum tercapai? Simak pesan Rasulullah dalam hal ini!

Jum'at, 30/03/2018 17:35 0

Arab Saudi

Muhammad Bin Salman: Perang Arab Saudi-Iran Mungkin Terjadi dalam 10-15 Tahun

Dalam wawancara dengan The Wall Street Journal Muhammad Bin Salman mengatakan jika sanksi kepada Iran tak terwujud maka akan berpotensi menimbulkan konfrontasi di kawasan

Jum'at, 30/03/2018 16:34 0

Mesir

Menangi Pemilu, Al-Sisi Kembali Jadi Presiden Mesir

Mousa Mostafa Mousa menjadi satu-satunya lawan al-Sisi, dengan perolehan 721.000 suara. Sementara beberapa calon potensial lain mengundurkan diri atau ditangkap.

Jum'at, 30/03/2018 15:16 0

Arab Saudi

Arab Saudi Dilanda Badai Pasir

Badai pasir menyebabkan penutupan sementara 6 bandara di Arab Saudi utara karena angin kencang yang bercampur dengan debu.

Jum'at, 30/03/2018 11:20 0

Amerika

Kata Trump, Pasukan Amerika Akan Secepatnya Keluar dari Suriah

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa pihaknya tidak diberitahu tentang keputusan penarikan pasukan dari Suriah setelah pernyataan Trump.

Jum'at, 30/03/2018 10:50 0

Suriah

AS Bangun Pangkalan Militer di Dekat Ladang Minyak Terbesar Suriah

Dia menunjukkan, dua helikopter Black Hawk Amerika telah mendarat di Al-Umar. Helikopter tersebut mengangkut puluhan tentara dan peralatan militer lainnya.

Jum'at, 30/03/2018 08:56 0

Palestina

Israel Sebar 100 Penembak Jitu Hadapi Demo Tahunan Palestina

Israel mengerahkan 100 penembak jitu di sekitar perbatasan Jalur Gaza guna menghalau warga Palestina yang dikabarkan hendak menggelar demonstrasi besar.

Kamis, 29/03/2018 18:33 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Kemuliaan Tanpa Islam, Itu Kepalsuan!

Khutbah Jumat: Kemuliaan Tanpa Islam, Itu Kepalsuan! "Seandainya yang menyatakan seperti ini bukan dirimu, wahai Abu Ubaidah, tentu akan saya pukul!" Ia kemudian berkata, "Kita ini kaum yang dimuliakan dengan Islam! Maka siapa pun yang mencari kemulian bukan dengan Islam maka Allah pasti akan menghinakannya."

Kamis, 29/03/2018 18:10 0

Close
CLOSE
CLOSE