... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

BBM Naik Salah Pertamina atau Pemerintah? INDEF Ungkap Fakta Mengejutkan

Foto: Direktur Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Dr. Enny Sri Hartati

KIBLAT.NET, Jakarta – Kelangkaan BBM subsidi Premium dan naiknya harga BBM non subsidi merupakan dampak ketidakefisienan Pemerintah mengelola anggaran subsidi BBM yang dialihkan ke infrastruktur. Demikian hasil kajian evaluasi INDEF (Institut for Development of Economics and Finance).

Direktur Eksekutif INDEF, Enny Sri Hartati mengatakan kelangkaan Premium dan naiknya BBM tidak semata karena ketidakefisienan PT. Pertamina. Pasalnya beban Pertamina kian berat lantaran harga minyak dunia naik, sedangkan kualitas kilang berkurang dan daya beli impor BBM jadi (bukan mentah) besar dari harga minyak dunia.

“Artinya biaya produksi Pertamina naik. Tetapi ketidakefisienan Pertamina bukan semata kesalahan Pertamina, melainkan ada persoalan kebijakan pemerintah dan politik dalam maupun luar negeri,” katanya saat dihubungi Kiblat.net, Jumat, (30/03/2018).

Dia menjelaskan kebijakan Pemerintah di Tahun 2014-2015 ada penurunan besar anggaran subsidi BBM dari kisaran Rp300 triliun menjadi Rp100 triliun. Kebijakan mengurangi subsidi BBM memang benar saat itu, sebab harga minyak mentah dunia turun. Akan tetapi, pengalihan anggaran untuk peningkatan infrastruktur justru tidak dipergunakan pemerintah membangun infrastruktur yang produktif, tetapi hanya memperbanyak jalan tol.

“Penurunan harga minyak dunia tidak terus menerus. Harusnya Pemerintah saat itu menjalankan kebijakan ‘diversifikasi’ dengan membangun kilang minyak atau memperkuat cadangan stok Pertamina, (tapi) ini kok cuma bangun jalan tol. Pemerintah harusnya jujur dong, jangan bohong umbar kebijakan,” tegasnya.

BACA JUGA  PKS: Satu Tahun Jokowi Masih Jauh dari Capaian Keberhasilan

Enny menilai saat ini justru ketika harga minyak dunia naik, lucunya Pemerintah menuntut Pertamina untuk menanggung semua ketersediaan BBM dengan tidak menaikkan harga BBM. Pasalnya pemerintah sudah kadung janji untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi karena dikhawatirkan memicu inflasi.

“Pertamina tidak akan mungkin menanggung terus-menerus selisih biaya produksi dengan harga jual, ditambah lagi ada kebijakan BBM satu harga di seluruh wilayah Indonesia. Akhirnya Pertamina terpaksa mengurangi volume BBM bersubsidi (Premium),” ujarnya.

Dia mengungkapkan kebijakan pengurangan BBM Premium sudah dimulai dengan munculnya BBM Pertalite. Tetapi karena selisih harga Pertalite tidak jauh dengan Premium maka masyarakat mau membeli Pertalite dan tidak mempermasalahkan kelangkaan Premium. Dengan Premium hilang dan harga Pertalite naik menjadi sebab Pertamina tidak bisa lagi menanggung beban tersebut.

“Selama pencabutan subsidi, pengiriman BBM ke seluruh wilayah kan biaya operasionalnya ditanggung oleh Pertamina, jelas kebijakan satu harga BBM juga memperberat Pertamina. Saya tidak ingin Pemerintah mengambil kebijakan yang salah lagi, dengan memprivatisasi Pertamina,” pungkasnya.

 

Reporter: Hafidz Syarif
Editor: M. Rudy


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Arab Saudi

Arab Saudi Dilanda Badai Pasir

Badai pasir menyebabkan penutupan sementara 6 bandara di Arab Saudi utara karena angin kencang yang bercampur dengan debu.

Jum'at, 30/03/2018 11:20 0

Amerika

Kata Trump, Pasukan Amerika Akan Secepatnya Keluar dari Suriah

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengatakan bahwa pihaknya tidak diberitahu tentang keputusan penarikan pasukan dari Suriah setelah pernyataan Trump.

Jum'at, 30/03/2018 10:50 0

Suriah

AS Bangun Pangkalan Militer di Dekat Ladang Minyak Terbesar Suriah

Dia menunjukkan, dua helikopter Black Hawk Amerika telah mendarat di Al-Umar. Helikopter tersebut mengangkut puluhan tentara dan peralatan militer lainnya.

Jum'at, 30/03/2018 08:56 0

Palestina

Israel Sebar 100 Penembak Jitu Hadapi Demo Tahunan Palestina

Israel mengerahkan 100 penembak jitu di sekitar perbatasan Jalur Gaza guna menghalau warga Palestina yang dikabarkan hendak menggelar demonstrasi besar.

Kamis, 29/03/2018 18:33 0

Khutbah Jum'at

Khutbah Jumat: Kemuliaan Tanpa Islam, Itu Kepalsuan!

Khutbah Jumat: Kemuliaan Tanpa Islam, Itu Kepalsuan! "Seandainya yang menyatakan seperti ini bukan dirimu, wahai Abu Ubaidah, tentu akan saya pukul!" Ia kemudian berkata, "Kita ini kaum yang dimuliakan dengan Islam! Maka siapa pun yang mencari kemulian bukan dengan Islam maka Allah pasti akan menghinakannya."

Kamis, 29/03/2018 18:10 0

Afrika

AS Klaim Bunuh Musa Abu Dawud, Petinggi AQIM di Libya

Amerika Serikat mengumumkan kematian tokoh Al Qaidah di Libya, Musa Abu Dawud dalam serangan udara akhir pekan lalu. Serangan tersebut terjadi di daerah dekat perbatasan Aljazair, Niger dan Chad.

Kamis, 29/03/2018 17:12 0

Mesir

Kematian Dini Mengintai Muhammad Mursi di Penjara

Mantan Presiden Mesir, Muhammad Mursi dikabarkan ditahan di sel dengan kondisi buruk, minim perhatian medis dan jauh dari standar penjara pada umumnya.

Kamis, 29/03/2018 16:13 0

Suriah

5 Hal Tentang Tragedi Ghouta Timur; Motif hingga Jumlah Korban

Pada hari Ahad 19 Februari, pasukan pemerintah Suriah yang didukung oleh pesawat tempur Rusia meningkatkan serangan di Ghouta Timur, menewaskan ratusan orang dalam beberapa hari.

Kamis, 29/03/2018 15:26 0

Suriah

Nasib Jaisyul Islam di Ghouta Timur Belum Jelas

Jaisyul Islam mengirim surat kepada negara-negara Dewan Keamanan menginformasikan isi proposal mereka kepada Rusia. Proposal itu sebagai solusi terbaik menurut Jaisyul Islam untuk Ghouta Timur.

Kamis, 29/03/2018 09:06 0

Amerika

Al-Qaidah: Musuh Utama Kami Masih Amerika Serikat

“(Secara tidak langsung) kebijakan-kebijakan Amerika dan pemimpin pasukan salib mereka yang culas, tidak diragukan lagi merupakan klarifikasi bahwa cara paling efektif dalam menghadapi agresi mereka adalah dengan jalan dakwah dan jihad,” kata adz-Dzawahiri.

Kamis, 29/03/2018 06:24 0

Close
CLOSE
CLOSE