... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Nasib Jaisyul Islam di Ghouta Timur Belum Jelas

Foto: Jaisyul Islam

KIBLAT.NET, Damaskus – Negosiasi langsung antara faksi Jaisyul Islam dan Rusia mengenai nasib Kota Duma, Ghouta Timur bagian utara, masih berjalan. Pembicaraan terfokus pada menjadikan kota terakhir oposisi di Ghouta Timur itu sebagai kota rekonsiliasi, dengan membiarkan Jaisyul Islam masih berada di kota itu.

Seperti dilansir dari Al-Jazeera, Rabu (28/03), negosiasi itu tampaknya menghadapi beberapa kendala. Pasalnya, rezim Assad dan Rusia mengancam akan tetap meluncurkan operasi militer ke Duma kecuali Jaisyul Islam setuju meninggalkan kota itu. Saat ini, rezim dan sekutunya telah menempatkan kekuatan militer untuk mengepung Duma.

Sumber oposisi terpercaya mengugkapkan kepada AFP, pada akhir pertemuan Senin lalu, Rusia hanya memberi dua pilihan kepada Jaisyul Islam; menyerah atau serangan militer. Jaisyul Islam diberi waktu beberapa hari untuk menentukan dua pilihan itu.

Di sisi lain, juru bicara militer Jaisyul Islam, Hamzah Biqari, menegaskan kepada AFP bahwa pihaknya akan bertahan untuk tetap di Duma. Dia menunjukkan, pertemuan dengan Rusia dan Komite Negosiasi akan kembali digelar pada Rabu kemarin.

Dalam konteks ini, Jaisyul Islam mengirim surat kepada negara-negara Dewan Keamanan menginformasikan isi proposal mereka kepada Rusia. Proposal itu sebagai solusi terbaik menurut Jaisyul Islam untuk Ghouta Timur.

Menurut surat itu, pihak Rusia menolak inisiatif ini, termasuk gencatan senjata segera, pengiriman bantuan kemanusiaan, dan pengaturan keamanan dengan koordinasi langsung antara Jaisyul Isla, pasukan Rusia dan polisi lokal. Proposal Jaisyul Islam itu juga membolehkan lembaga-lembaga pemeritah Assad berdiri di Duma dan membentuk Komite Lokal dengan koordinasi dengan pemerintah Assad. Komite itu diusulkan di bawah pengawasan langsung PBB.

BACA JUGA  Seorang Tentara Suriah "Menghilang" Usai Lamar Putri Assad Via Online

Proposal itu menekankan bahwa status Ghouta timur di bawah perlindungan Rusia selama masa transisi. Kesepakatan harus ditandatangani dengan menghadirkan negara-negara penjamin dan di bawah pengawasan PBB.

Di sisi lain, informasi yang didapat Al-Jazeera menyebutkan bahwa pihak Rusia menawarkan anggota faksi oposisi untuk tetap tinggal di Ghouta Timur bagi yang ingin, atau meninggalkan kota itu. Sumber itu juga mengatakan bahwa negosiasi tersebut digelar di wilayah kontrol rezim.

Faksi-faksi pejuang di Ghouta Timur telah menandatangani kesepakatan dengan Rusia untuk meninggalkan kampung halaman mereka. Kota Harasta yang berada di tengah Ghouta Timur, yang dikontrol Ahrar Al-Syam, dan kota-kota di bagian selatan yang dikontrol Faylaq Ar-Rahman telah diserahkan kepada rezim. Pejuang dan warga di daerah-daerah itu dipindahkan sejak Kamis lalu. Mereka diangkut dengan ratusan bis menuju ke wilayah oposisi di Idlib.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Kemenag Kembangkan Layanan Haji dan Umroh Berbasis Elektronik

Ia menjelaskan, prinsip kerja SIPATUH memberi ruang bagi jamaah untuk dapat memantau rencana perjalanan ibadah umrahnya. Semuanya dapat dipantau sejak mendaftar di biro haji hingga kembali ke tanah air.

Kamis, 29/03/2018 07:39 0

Indonesia

Jaringan Mahasiswa Indonesia Desak Jokowi Copot Puan dan Pramono

"Mendesak KPK untuk tangkap dan adili Puan Maharani dan Pramono Anung yang terindikasi menerima anggaran Proyek E-KTP, masing-masing sebesar USD 500 ribu dari orang kepercayaan Setiya Novanto yaitu Made Oka Masagung dari pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong," katanya dalam rilis yang diterima Kiblat.net pada Rabu (28/03/2018).

Kamis, 29/03/2018 07:29 0

Indonesia

Banyak Penipuan, Penyelenggara Umrah Diwajibkan Terapkan Sistem Syariah

"Misalnya penjualan dengan skema Ponzi, penggunaan dana talangan yang berpontensi menjerat jamaah dan lainnya," katanya.

Kamis, 29/03/2018 06:47 0

Indonesia

Kasus Dugaan Gratifikasi Uang Duka Cita Keluarga Siyono akan Terus Ditagih

Kasus Dugaan Gratifikasi Uang Duka Cita Keluarga Siyono akan Terus Ditagih

Rabu, 28/03/2018 23:09 0

Indonesia

Dua Tahun Berlalu, Perkara Pidana Kematian Siyono Mandek

Dua Tahun Berlalu, Perkara Pidana Kematian Siyono Mandek

Rabu, 28/03/2018 23:09 0

Indonesia

Dua Tahun Kematian Siyono: Luka Keluarga Tak Sirna

Keluarga harus menghadapi stigma setelah kematian Siyono, luka mereka tak sirna

Rabu, 28/03/2018 23:08 0

Indonesia

Prof. Yusril: Secara Hukum Alfian Tanjung Tak Bisa Dipidana

Prof. Yusril menilai Secara Hukum Alfian Tanjung Tak Bisa Dipidana

Rabu, 28/03/2018 21:11 0

Indonesia

Stok Komoditas Aman Hingga Ramadhan, Pemerintah Impor Daging untuk Stabilkan Harga

Kementerian Perdagangan Indonesia menjamin harga komoditas pangan tetap stabil hingga masuknya bulan suci Ramadhan 2018/1439 H

Rabu, 28/03/2018 21:01 0

Indonesia

Tipu Jamaah, Empat Biro Umrah Ini Ditutup Kemenag

Seiring diberlakukannya Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 8 Tahun 2018, secara resmi Kemenag mencabut izin 4 Pengelola Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

Rabu, 28/03/2018 17:14 0

Indonesia

Marak Perdagangan Orang Karena Minimnya Perlindungan Pemerintah

Sebagai informasi, 75 Tenaga Kerja Indonesia yang diberangkatkan ke Sudan oleh sindikat perdagangan manusia. Pihak kepolisian hingga kini mengaku belum diketahui keberadaannya.

Rabu, 28/03/2018 17:00 0

Close