... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

Khazanah

Khutbah Jumat: Kemuliaan Tanpa Islam, Itu Kepalsuan!

Kemuliaan Tanpa Islam, Itu Kepalsuan!

الحمد لله الذي أصلحَ الضمائرَ، ونقّى السرائرَ، فهدى القلبَ الحائرَ إلى طريقِ أولي البصائرِ، وأشهدُ أَنْ لا إلهَ إلا اللهُ وحدَه لا شريكَ له، وأشهدُ أن سيِّدَنا ونبينا محمداً عبدُ اللهِ ورسولُه، أنقى العالمينَ سريرةً وأزكاهم سيرةً، (وعلى آله وصحبِه ومَنْ سارَ على هديهِ إلى يومِ الدينِ.

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلا تَمُوتُنَّ إِلا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
يَاأَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلا سَدِيدًا * يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Khutbah Pertama:

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah Ta’ala

Kita bersyukur kepada Allah, rabbul Izzah, pemilik kemuliaan, dan yang memuliakan hamba-hamba-Nya yang beriman. Dan menghinakan siapa yang ingkar terhadap wahyu-Nya.
Jamaah Jumat, yang dimuliakan Allah

Dewasa ini, hampir setiap hari, kita mendengar stigma buruk ataupun celaan yang dilontarkan kepada kaum muslimin. Perang informasi begitu dahsyat, menyasar pokok-pokok ajaran Islam dan kemuliaan kaum muslimin. Tetapi, apakah mereka menjadi hina dengan semua itu? Mari kita lihat, siapakah pemilik izzah itu sejatinya!

Jamaah Jumat, yang dimuliakan Allah
Ketahuilah bahwasanya Allah SWT memuliakan seorang mukmin dengan ketaatannya dan menghinakan orang kafir dengan keingkarannya. Allah SWT mewahyukan sebuah risalah yang mengantarkan kita kepada kemuliaan. Allah akan memuliakan, “aladina amanu wakanu yattakun”, orang-orang yang beriman dan mereka orang-orang yang bertakwa.

Jamaah Jumat, yang dimuliakan Allah

Seorang mukmin akan mendapatkan kemuliaan dan izzahnya, ketika mereka menyatakan ( مَنْ قَالَ ):

رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا ، وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا ، وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا ،

Aku ridha/rela Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku dan Muhammad sebagai Rasulku)”

Di antara kemuliaan itu adalah:

وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ

“maka wajib baginya masuk surga.” (HR. Abu Daud, An-Nasai dan lainnya).

Jamaah Jumat, yang dimuliakan Allah
Ketahuilah bahwa sumber kemuliaan seorang mukmin adalah nama Allah SWT, Al Aziz. Karena itulah Allah SWT melarang hamba-Nya yang beriman merasa hina.

وَلا تَهِنُوا وَلا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الأعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Janganlah kamu merasa lemah, dan jangan (pula) bersedih hati,, sebab kamu paling tinggi (derajatnya), jika kamu orang-orang yang beriman.” (Ali Imran: 139)

Jamaah Jumat, yang dimuliakan Allah
Ayat tersebut berkaitan dengan “kekalahan” kaum muslimin dalam perang Uhud. Maka Allah mengingatkan umat Muhammad SAW tidak merasa hina dan sedih atas luka dan korban yang banyak akibat perang itu. Sebab kesudahan yang baik dan pertolongan dari Allah akan berpihak pada mereka, selama mereka beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.

Jamaah Jumat, yang dimuliakan Allah
Siapa yang bergantung kepada Al-Aziz, maka hakikatnya dia telah memiliki kemuliaan yang tidak dimiliki oleh siapa pun. Allah SWT menegaskan:

وَلَا تَهِنُوا فِي ابْتِغَاءِ الْقَوْمِ ۖ إِنْ تَكُونُوا تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمُونَ ۖ وَتَرْجُونَ مِنَ اللَّهِ مَا لَا يَرْجُونَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ عَلِيمًا حَكِيمً

“Janganlah kamu berhati lemah dalam mengejar mereka (musuhmu). Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya mereka pun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari pada Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (An-Nisa’: 109).

Jamaah Jumat, yang dimuliakan Allah
Siapa yang mencari izzah kepada orang kafir, maka sesungguhnya dia akan menjadi hina, walaupun di hadapan manusia, dihormati dan ditakuti oleh sebagian orang. Allah SWT menegaskan:

لَا يَغُرَّنَّكَ تَقَلُّبُ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي الْبِلَادِ مَتَاعٌ قَلِيلٌ ثُمَّ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۚ وَبِئْسَ الْمِهَادُ

“Janganlah sekali-kali kamu terpedaya oleh kebebasan orang-orang kafir bergerak di dalam negeri. Itu hanyalah kesenangan sementara, kemudian tempat tinggal mereka ialah Jahannam; dan Jahannam itu adalah tempat yang seburuk-buruknya.” (Ali Imran: 196-197)

Jamaah Jumat, yang dimuliakan Allah
Menurut ahli tafsir, maksud ayat itu ialah: jangan sampai kalian merasa terperdaya dengan kemajuan teknologi dan ekonomi orang kafir, serta kebebasan bergerak mereka di dunia ini. Karena itu adalah kesenangan yang sedikit dan tempat kembali mereka adalah neraka.

Jamaah Jumat, yang dimuliakan Allah
Sekali lagi kemuliaan kita adalah saat kita menyandarkan semuanya kepada Allah dan kemudian kekuatan kita adalah dengan keimanan kepada-Nya. Semakin kuat keimanan kita maka semakin hebat pula izzah kita di hadapan-Nya. Karena semua kekuatan hanya ada pada-Nya.

الَّذِينَ يَتَّخِذُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاء مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَ أَيَبْتَغُونَ عِندَهُمُ الْعِزَّةَ فَإِنَّ العِزَّةَ لِلّهِ جَمِيعًا

“(yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi teman-teman penolong dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.” (An Nisa’: 139)

Apa yang dilakukan oleh Bilal bin Rabbah ketika disiksa oleh majikannya Umayyah bin Khalaf adalah kemuliaan dan kekuatan sejati. Keistiqamahanya untuk mengucapkan “ahad….ahad (Allah Maha Esa)” adalah kekuatan yang sebenarnya. Kekuatan yang mampu melawan panasnya padang pasir dan kerasnya tindihan batu.

Keberanian Abdullah bin Mas’ud, Abu Dzar, dan para Shahabat lainnya sebelum hijrah ke Madinah adalah kekuatan dan izzah dari Allah. Kemarahan dan ancaman musyrikin Quraisy tidak membuat mereka gentar.

Jamaah Jumat, yang dimuliakan Allah
Sekali lagi, mari kita pahami bahwa izzah yang kita memiliki berasal dari Allah, Rabbul izzah (pemilik kemuliaan) itu sendiri. Maka siapa yang meninggalkan Allah dalam kehidupannya, hakikatnya mereka berangkat menuju kehinaan.

Ingatlah kisah Umar bin Khattab r.a., ketika akan diserahi kunci Baitul Maqdis! Orang-orang tidak mau memberikannya kepada orang lain. Umar r.a. pun berangkat bersama pelayannya menuju Palestina. Ia adalakanya naik dan adakalanya turun dan menuntun tunggangannya, sedangkan pelayannya yang naik.

Tiba di Palestina, orang-orang bertanya manakah Amirul Mukminin apakah yang berada di atas kendaraan ataukah yang menuntunnya? Ternyata Umar bin Khattab adalah yang menuntunnya. Maka Abu Ubaidah berkata, “Wahai Amirul Mukminin, mengapa engkau tidak menggunakan pakaian selain pakaian ini? Mengapa engkau tidak menggunakan tunggangan selain tunggangan ini? Padahal bangsa romawi, menunggu engkau wahai amirul mukmin!”

Umar bin Khattab kemudian menyatakan, “Seandainya yang menyatakan seperti ini bukan dirimu, wahai Abu Ubaidah, tentu akan saya pukul!”

Ia kemudian berkata, “Kita ini kaum yang dimuliakan dengan Islam! Maka siapa pun yang mencari kemulian bukan dengan Islam maka Allah pasti akan menghinakannya.”

Maka, siapa yang mencari kemuliaan dengan baju kebesarannya, Allah akan menghinakannya! Siapa yang mencari kemuliaan dengan pangkat dan jabatan, Allah akan merendahkannya! Siapa yang mencari kemuliaan dengan mendurhakai Allah SWT ingat Allah akan menyediakan neraka baginya!

أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Khutbah Kedua:

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ, اَلْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمِّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ؛ عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ، فَاتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Jamaah Jumat, yang dimuliakan Allah
Jauh sebelum masa Nabi kita SAW, para penyihir Fir’aun mempercayai bahwa kemuliaan dan kekuatan itu ada ketika mereka dekat dengan penguasa! Itu mereka ucapkan ketika dihadirkan oleh Thaghut Mesir itu untuk menghadapi Musa alaihis salam.

Dengan penuh percaya diri mereka berkata, “Demi kemuliaan (izzah) Fir’aun, kami pasti menang.” (Asy-Syuara’: 44).

Namun itu tidak berlangsung lama, untuk berbalik dan mengakui bahwa kekuatan dan izzah itu hanya milik Allah, Tuhan Musa alaihissalam. Mereka sujud dan beriman kepada Rabb Musa dan Harun alaihimassalam.

إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.
اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ، كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، فِي العَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ، وَارْضَ اللَّهُمَّ عَنْ خُلَفَائِهِ الرَّاشِدِيْنَ، وَعَنْ أَزْوَاجِهِ أُمَّهَاتِ المُؤْمِنِيْنَ، وَعَنْ سَائِرِ الصَّحَابَةِ أَجْمَعِيْنَ، وَعَنْ المُؤْمِنِيْنَ وَالمُؤْمِنَاتِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، وَعَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ.

اللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدُّعَاءِ.
اللَّهُمَّ اجْعَلْ جَمْعَنَا هَذَا جَمْعاً مَرْحُوْماً، وَاجْعَلْ تَفَرُّقَنَا مِنْ بَعْدِهِ تَفَرُّقاً مَعْصُوْماً، وَلا تَدَعْ فِيْنَا وَلا مَعَنَا شَقِيًّا وَلا مَحْرُوْماً.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالعَفَافَ وَالغِنَى.
اللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ أَنْ تَرْزُقَ كُلاًّ مِنَّا لِسَاناً صَادِقاً ذَاكِراً، وَقَلْباً خَاشِعاً مُنِيْباً، وَعَمَلاً صَالِحاً زَاكِياً، وَعِلْماً نَافِعاً رَافِعاً، وَإِيْمَاناً رَاسِخاً ثَابِتاً، وَيَقِيْناً صَادِقاً خَالِصاً، وَرِزْقاً حَلاَلاً طَيِّباً وَاسِعاً، يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
اللَّهُمَّ أَعِزَّ الإِسْلاَمَ وَالْمُسْلِمِيْنَ، وَوَحِّدِ اللَّهُمَّ صُفُوْفَهُمْ، وَأَجمع كلمتهم عَلَى الحق، وَاكْسِرْ شَوْكَةَ الظالمين، وَاكْتُبِ السَّلاَمَ وَالأَمْنَ لِعَبادك أجمعين.
اللَّهُمَّ رَبَّنَا اسْقِنَا مِنْ فَيْضِكَ الْمِدْرَارِ، وَاجْعَلْنَا مِنَ الذَّاكِرِيْنَ لَكَ في اللَيْلِ وَالنَّهَارِ، الْمُسْتَغْفِرِيْنَ لَكَ بِالْعَشِيِّ وَالأَسْحَارِ.
اللَّهُمَّ أَنْزِلْ عَلَيْنَا مِنْ بَرَكَاتِ السَّمَاء وَأَخْرِجْ لَنَا مِنْ خَيْرَاتِ الأَرْضِ، وَبَارِكْ لَنَا في ثِمَارِنَا وَزُرُوْعِنَا يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ.
رَبَّنَا آتِنَا في الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
رَبَّنَا لا تُزِغْ قُلُوْبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا، وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً، إِنَّكَ أَنْتَ الوَهَّابُ.
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ الخَاسِرِيْنَ.
عِبَادَ اللهِ :
إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي القُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ

 

Naskah ditranskrip oleh Qari’, dari khotbah Ust. Abdul Khaliq, M.PdI.
Editor: Salem


Jika tulisan ini bermanfaat bagi Anda dan banyak orang, dukung kami membantu terus menginformasikan berita dan tulisan terbaik untuk Anda. Kiblat.net adalah media Islam independen non-partisan yang dikelola mandiri. Anda dapat memberikan donasi terbaik supaya kami dapat terus bekerja di bidang dakwah media.

Donasi Sekarang

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Pembahasan RUU Anti-Terorisme Sisakan Definisi

Anggota Tim Perumus RUU Terorisme, Arsul Sani mengatakan bahwa selain pelibatan TNI dalam penanganan terorisme, persoalan yang menjadi perdebatan adalah definisi terorisme.

Kamis, 29/03/2018 18:04 0

Indonesia

Hari Film Nasional, KPAI Kritisi Tayangan Tak Ramah Anak

Hari Film Nasional akan diperingati pada 30 Maret nanti. Banyak hal yang menjadi koreksi seputar perfilman di Indonesia. Terutama terkait tontonan dan pengaruhnya bagi anak-anak Indonesia.

Kamis, 29/03/2018 17:32 0

Afrika

AS Klaim Bunuh Musa Abu Dawud, Petinggi AQIM di Libya

Amerika Serikat mengumumkan kematian tokoh Al Qaidah di Libya, Musa Abu Dawud dalam serangan udara akhir pekan lalu. Serangan tersebut terjadi di daerah dekat perbatasan Aljazair, Niger dan Chad.

Kamis, 29/03/2018 17:12 0

Indonesia

Maklumat Lengkap MUI Sumbar terkait Larangan Cadar

Maklumat itu dikeluarkan setelah timbul indikasi untuk mengkaitkan bercadar dengan paham radikalisme.

Kamis, 29/03/2018 16:21 0

Indonesia

Bebaskan Lahan, AQL Islamic Center Gelar Sujud Syukur

Arrohman Qur'anic Learning (AQL) Islamic Center baru saja membebaskan lahan yang selama ini menjadi markas mereka dengan nilai Rp26 miliar

Kamis, 29/03/2018 16:19 0

Mesir

Kematian Dini Mengintai Muhammad Mursi di Penjara

Mantan Presiden Mesir, Muhammad Mursi dikabarkan ditahan di sel dengan kondisi buruk, minim perhatian medis dan jauh dari standar penjara pada umumnya.

Kamis, 29/03/2018 16:13 0

Suriah

5 Hal Tentang Tragedi Ghouta Timur; Motif hingga Jumlah Korban

Pada hari Ahad 19 Februari, pasukan pemerintah Suriah yang didukung oleh pesawat tempur Rusia meningkatkan serangan di Ghouta Timur, menewaskan ratusan orang dalam beberapa hari.

Kamis, 29/03/2018 15:26 0

Indonesia

Dari Medan hingga Makassar, KAMMI Gelar Demo Kenaikan BBM

Kenaikan harga BBM menggerakkan para mahasiswa menggelar aksi demo di berbagai wilayah Indonesia. Termasuk Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) yang menggelar demo sejak dua hari lalu.

Kamis, 29/03/2018 12:56 0

Indonesia

947 Bibit Bambu Ditanam Sebagai Ikhtiar Hijaukan Bumi

Pakar bambu Ir. Pon Purajatnika berharap aksi penanaman bibit bambu ini bisa mewujudkan ketahanan air, dan bisa menampung air meski kemarau tiba.

Kamis, 29/03/2018 11:39 1

Indonesia

Mahasiswa Riau Demo Pertamina, Ajukan Dua Tuntutan

Dua kesepakatan ini kemudian ditulis dalam selembar kertas dan ditandatangani oleh kedua belah pihak. Surat tersebut juga termuat materai 6000.

Kamis, 29/03/2018 11:11 0

Close