... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Al-Qaidah: Musuh Utama Kami Masih Amerika Serikat

KIBLAT.NET, New York – Divisi media al-Qaidah, As-Sahab, kembali merilis pesan-pesan pemimpin mereka, Syaikh Aiman adz-Dzawahiri, dengan memposting lebih dari dua tema diskusi dalam beberapa hari terakhir. Dr. Aiman mengingatkan bahwa al-Qaidah masih menempatkan Amerika musuh nomor satu kaum Muslimin di seluruh dunia.

Penerus Usamah bin Ladini ini memulai pembicaraan dengan menyebut Presiden Donald Trump sebagai seorang “tentara salib yang terlihat secara nyata” yang telah membuka wajah asli Amerika. Trump juga orang yang telah mengungkap suasana psikis yang sebenarnya dari mayoritas rakyat Amerika terhadap Umat Islam.

“(Secara tidak langsung) kebijakan-kebijakan Amerika dan pemimpin pasukan salib mereka yang culas, tidak diragukan lagi merupakan klarifikasi bahwa cara paling efektif dalam menghadapi agresi mereka adalah dengan jalan dakwah dan jihad,” kata adz-Dzawahiri.

Dr. Aiman mengatakan Syaikh Usamah bin Ladin (UBL) sudah mengetahui persoalan ini sejak lama. Sebagai pendiri al-Qaidah, berulang UBL dan terus menerus berusaha meyakinkan umat bahwa musuh nomor satu adalah Amerika, yang menjadi “kepala ularnya”. Istilah “kepala ular” kerap digunakan al-Qaidah untuk menggambarkan entitas AS sejak tahun 1990-an.

Selanjutnya, menurut adz-Dzawahiri, UBL mengajarkan bahwa permusuhan antara Amerika dengan Muslim adalah permusuhan bermotif agama/ideologi, dan itu intinya. Hal itu sebagaimana contoh nyata kebencian antara tentara salib kafir Barat yang berideologi materialisme sekuler dengan Umat Muslim di seluruh dunia yang telah dibangun sistemnya oleh Nabi Muhammad SAW.

UBL tak puas hanya menyatakan Amerika sebagai musuh utama kaum Muslimin, tetapi ia juga memberi contoh praktis bagi umat Islam sekaligus membuktikan bahwa menyerang Amerika itu bisa dilakukan.

Selanjutnya, adz-Dzawahiri memberikan daftar serangan yang telah dilakukan oleh organisasi al-Qaidah yang didirikan oleh UBL terhadap target Amerika, di antaranya: serangan bom ke sejumlah hotel di Aden, Yaman, pada tahun 1992; serangan terhadap “Blackhawk Down” pada tahun 1993 di Somalia; serangan bom ke kantor kedutaan AS di Kenya dan Tanzania pada tahun 1998; serangan bom terhadap kapal perang USS Cole di Yaman, dan yang paling fenomenal serangan 11 September pada tahun 2001 di jantung AS.

BACA JUGA  Tak Sudi Diminta Mata-matai Saudara Muslimnya, Empat Pria Gugat FBI

Pemimpin al-Qaidah itu mencoba mendorong para jihadis dan seluruh umat Islam untuk menyerang AS. “Mujahidin akan mengalahkan Amerika – Insya Allah – Demi Allah, para ulama ul-‘amilin, orang-orang yang berdoa dengan ikhlas, dan Umat Islam akan bersatu di bawah bendera Tauhid,” tegas adz-Dzawahiri.

“Inilah kita umat Islam, dan mari kita perangi Amerika di mana saja mereka berada sebagaimana mereka memerangi kita di mana saja. Mari kita satukan barisan dalam memerangi Amerika dan jangan berpecah belah, mari bersama-sama bukan bercerai berai, dan bersatu bukan berpecah,” imbuhnya.

Adz-Dzawahiri mengatakan tujuan kita berjihad adalah untuk menegakkan kembali Khilafah Rasyidah, dan seluruh wilayah yang pernah dikuasai umat Islam mulai dari Yerussalem hingga Spanyol masih merupakan milik kita.

Kritik terhadap ISIS al-Baghdadi

Dua hari sebelumnya pada tanggal 18 Maret, as-Sahab merilis episode terakhir mengenahi tema “Islamic Spring” dalam serial pesan-pesan adz-Dzawahiri.

Aadz-Dzawahiri fokus ke Afrika Timur dengan mempresentasikan bahwa Somalia dan negara-negara di sekitarnya telah menjadi target imperialisme dan kolonialisme Barat. Adz-Dzawahiri menyebut AS dan sekutu-sekutunya pernah mencoba membangun pasukan “moderat” dan Sufi di Afrika Timur untuk memerangi al-Syabaab cabang al-Qaidah. Cuplikan sejarah mengenahi Afrika Timur pun beliau paparkan secara singkat.

Adz-Dzawahiri kemudian beralih menyoroti kelompok ISIS al-Baghdadi.

“Saya sudah sampaikan di episode pertama dalam 5-seri mengenahi Islamic Spring tentang… kampanye militer tentara salib di Iraq & Syam, dan juga tentang kejahatan-kejahatan kampanye militer Amerika & Pakistan di Waziristan,” kata adz-Dzawahiri.

BACA JUGA  AS Umumkan Gencatan Senjata Sepekan dengan Taliban

“Dan saya telah berbicara mengenahi apa yang diklaim sebagai Khilafah oleh Ibrahim al-Badri (Abu Bakar al-Baghdadi) dan orang-orang yang bersamanya, dan saya juga telah tegaskan mengenahi pentingnya persatuan mujahidin, termasuk inisiatif ke arah sana (persatuan), dan saya tunjukkan dampak buruk akibat perpecahan di barisan Mujahidin”.

Adz-Dzawahiri menuding al-Baghdadi dan kroni-kroninya hanya ingin merusak hasil kerja para pendahulu di dalam jihad, seperti Syaikh Usamah Bin Ladin dan para sahabatnya yang telah berupaya keras untuk menyatukan Umat Islam dan Mujahidin. Pemimpin al-Qaidah itu menegaskan bahwa ISIS telah memecah barisan dan melanggar sumpah setia atau baiat yang biasa diberikan oleh para Mujahidin kepada amir/pemimpin mereka. Al-Qaidah beranggapan bahwa al-Baghdadi telah melanggar baiatnya sendiri kepada adz-Dzawahiri, dan kemudian mendorong Mujahidin yang lain untuk mengikuti jejaknya.

Syaikh Aiman memberikan catatan bahwa juru bicara al-Baghdadi, yaitu Abu Muhammad al-Adnani yang tewas terbunuh pada bulan Agustus 2016 pernah mengumumkan perang terhadap siapa saja yang tidak berbaiat atau loyal kepada ISIS, serta memeranginya sebagai Kaum Murtad.

Adz-Dzawahiri kembali “mengenang” ketika AS mulai melancarkan kampanye militer ke Suriah & Iraq pada tahun 2014, al-Qaidah pernah menawarkan kepada ISIS sebuah inisiatif kerjasama untuk mengusir Amerika. Namun demikian, jawaban yang diterima al-Qaidah tidak lain selain penghinaan dan vonis kafir, dan juga bermacam-macam ancaman yang memalukan dan sikap arogan lainnya.

Al-Qaidah kemudian meminta kepada ISIS sebuah pernyataan resmi mengenahi bukti-bukti kekafiran seperti yang mereka tuduhkan, tetapi al-Baghdadi dan pembantu-pembantunya tidak mampu memberikan jawaban yang memuaskan.

Sumber: LWJ
Redaktur: Yasin Muslim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Kasus Dugaan Gratifikasi Uang Duka Cita Keluarga Siyono akan Terus Ditagih

Kasus Dugaan Gratifikasi Uang Duka Cita Keluarga Siyono akan Terus Ditagih

Rabu, 28/03/2018 23:09 0

Indonesia

Dua Tahun Berlalu, Perkara Pidana Kematian Siyono Mandek

Dua Tahun Berlalu, Perkara Pidana Kematian Siyono Mandek

Rabu, 28/03/2018 23:09 0

Indonesia

Dua Tahun Kematian Siyono: Luka Keluarga Tak Sirna

Keluarga harus menghadapi stigma setelah kematian Siyono, luka mereka tak sirna

Rabu, 28/03/2018 23:08 0

Indonesia

Prof. Yusril: Secara Hukum Alfian Tanjung Tak Bisa Dipidana

Prof. Yusril menilai Secara Hukum Alfian Tanjung Tak Bisa Dipidana

Rabu, 28/03/2018 21:11 0

Indonesia

Stok Komoditas Aman Hingga Ramadhan, Pemerintah Impor Daging untuk Stabilkan Harga

Kementerian Perdagangan Indonesia menjamin harga komoditas pangan tetap stabil hingga masuknya bulan suci Ramadhan 2018/1439 H

Rabu, 28/03/2018 21:01 0

Indonesia

Tipu Jamaah, Empat Biro Umrah Ini Ditutup Kemenag

Seiring diberlakukannya Peraturan Menteri Agama (PMA) Nomor 8 Tahun 2018, secara resmi Kemenag mencabut izin 4 Pengelola Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).

Rabu, 28/03/2018 17:14 0

Indonesia

Marak Perdagangan Orang Karena Minimnya Perlindungan Pemerintah

Sebagai informasi, 75 Tenaga Kerja Indonesia yang diberangkatkan ke Sudan oleh sindikat perdagangan manusia. Pihak kepolisian hingga kini mengaku belum diketahui keberadaannya.

Rabu, 28/03/2018 17:00 0

Analisis

Invasi Pimpinan Amerika Tak Hasilkan Apapun Kecuali Bencana

Amerika Serikat dan sekutu-sekutunya 15 tahun lalu meluncurkan pembukaan kampanye militer untuk menghancurkan Iraq dengan mimpi mengubah wajah Timur Tengah selamanya.

Rabu, 28/03/2018 15:30 0

Video Kajian

Kiblat Review: 7 Tahun Krisis Suriah (2)

Kiblat Review: 7 Tahun Krisis Suriah

Rabu, 28/03/2018 14:55 0

Manhaj

Siyasah Syariyyah: Jujur dan Tepat dalam Mengukur Mudharat

Menjelang musim Pemilu, kata “mudharat” yang secara mudahnya berarti “bahaya,” menjadi titik silang perdebatan antara kelompok cobloser dan golputer

Rabu, 28/03/2018 13:00 0

Close