947 Bibit Bambu Ditanam Sebagai Ikhtiar Hijaukan Bumi

KIBLAT.NET, Garut – Sebanyak 947 bibit bambu ditanam dalam Aksi Penanaman Pohon oleh Sinergi Foundation di Gunung Pabeasan Desa Putrajawa Kecamatan Selaawi Kabupaten Garut, Rabu (28/03/2017). Menurut CEO Sinergi Foundation, Ima Rachmalia, acara ini merupakan ikhtiar memelihara bumi yang digerakkan melalui integrasi program Lumbung Desa, Green Kurban, dan Green Akikah.

Green Kurban dan Green Akikah sendiri merupakan sebuah program, di mana setiap kurban atau akikah yang dikeluarkan, sekaligus pula ditanam 1 pohon. Ima memaparkan, penanaman ini adalah untuk menyalurkan amanah para donatur yang tergabung dalam program tersebut. Sinergi Foundation sengaja memilih bambu, sebab tanaman tersebut salah satu alternatif menyelamatkan bumi.

“Bambu mampu mencegah erosi tanah, yang menyebabkan bencana alam. Bambu juga sangat bermanfaat sebagai filter air ketika sebagai tanaman hidup maupun ketika bambu dibuat arang untuk memfilter air menjadi jernih,” kata Ima.

Sementara itu, arsitek sekaligus pakar bambu Ir. Pon Purajatnika berharap aksi penanaman bibit bambu ini bisa mewujudkan ketahanan air, dan bisa menampung air meski kemarau tiba. Pon menerangkan, Selaawi memiliki tanah yang begitu hijau, namun saat musim kemarau tiba, ada sejumlah titik yang tak memiliki sumber mata air.

“Nah penanaman bambu ini semoga menjadi solusi. Kita tak bisa sendiri, harus saling bahu membahu agar hasilnya bisa berbuah manfaat, semoga Allah meridhai langkah kita,” kata Pon yang sekaligus diamini para pendengarnya.

BACA JUGA  TNI Copot Baliho HRS, Munarman: Rakyat Tau Penggeraknya Presiden

Namun, Sinergi Foundation sendiri mengaku tak ingin berhenti sampai di sana. Diakui Ima Rachmalia ingin budidaya bambu ini menjadi sumber pendapatan warga sekitar dengan konsep pemberdayaan.

“Setelah penanaman ini, pengolahan bambu harus terus dikembangkan, agar masyarakat bisa merasakan nilai tambah dari bambu. Mereka bisa membuat produk dari bambu seperti aneka produk souvenir, kerajinan tangan, bungkus makanan, bahkan pangan rebung di rumah makan,” pungkasnya.

Sumber: Sinergi Foundation
Redaktur: Ibas Fuadi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat