... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Jaisyul Islam Bantah Sepakati Tinggalkan Ghouta Timur

Foto: Ketua biro politik faksi Jaisyul Islam, Muhammad Alloush

KIBLAT.NET, Damaskus – Jaisyul Islam, Senin (26/03), membantah telah menjalin kesepakatan dengan Rusia untuk meninggalkan Ghouta Timur. Faksi berideologi “salafi” itu merupakan faksi terakhir yang masih bertahan di Ghouta, tepatnya di kota Duma.

Dalam wawancara dengan Al-Jazeera, Ketua Kantor Politik Jaisyul Islam, Muhammad Allous, mengatakan, pernyataan Rusia bahwa kami sepakat menyerahkan senjata dan meninggalkan Ghouta Timur merupakan perang psikologis. Sementara pasukan Suriah terus membombardir lingkungan pemukiman di kota Duma di Ghouta timur di pedesaan Damaskus.

Stanislav Mahmidov, wakil kepala departemen operasi Rusia di Suriah, mengumumkan kesiapan militan di kota Duma, Suriah, sepakat meletakkan senjata dan meninggalkan kota itu secepat mungkin.

Sebelumnya, Jaisyul Islam mengatakan bahwa para pejuangnya tidak akan meninggalkan kota Doma, yang dikendalikannya. Komandan Jaisyul Islam, Essam Bouhayani, mengatakan dalam rekaman suara yang disiarkan di Internet bahwa faksi-nya “tetap” dan tidak akan keluar, mengingat bahwa kehadiran pejuang dekat Damaskus adalah kemenangan bagi revolusi Suriah, dan bahwa kekuatan ini harus dipertahankan.

Pada bagiannya, juru bicara Komite Staf Jaisyul Islam, Hamzah Bairaqdy, dalam pernyataan audio mengatakan bahwa saat ini tengah berlangsung negosiasi dengan Rusia bertujuan untuk tetap di Duma, bukan keluar dari kota. Ia juga menuduh rezim berupaya mengubah demografi Ghouta Timur dengan mengusir warga untuk diganti penduduk baru.

Patut dicatat, Jaisyul Islam merupakan organisasi militer Suriah oposisi yang dibentuk selama revolusi Suriah. Mereka termasuk faksi terbesar oposisi Suriah bersenjata. Jaisyul Islam juga terlibat dalam sejumlah negosiasi internasional dan gerakan politik oposisi.

BACA JUGA  Narapidana di Penjara SDF Berontak, Sejumlah Tahanan ISIS Kabur

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Tarbiyah Jihadiyah

Syair “Akhi Anta Hurrun”, Teladan Keteguhan dari Sayyid Qutb

Salah satu syair yang begitu dalam maknanya adalah karya Sayyid Qutb rahimahullah. Sebuah syair yang mengajarkan keteguhan dan makna perjuangan.

Selasa, 27/03/2018 05:02 0

Suara Pembaca

Mari Berdonasi untuk Keluarga yang Sedang Jalani Proses Hijrah Ini

KIBLAT.NET – Hijrah, bukan hanya berpindah dari keburukan menuju kebaikan, namun semua proses untuk menjadi...

Senin, 26/03/2018 19:17 0

Indonesia

Penolakan PK Ahok oleh MA Dinilai Tepat

Sidang Peninjauan Kembali (PK) kasus penodaan agama dengan terpidana Basuki Thahaja Purnama ditolak oleh Mahkamah Agung (MA).

Senin, 26/03/2018 19:04 0

Indonesia

Indeks Kebebasan Pers Indonesia Lebih Rendah dari Timor Leste

Eriyanto memaparkan bahwa kebebasan pers di Indonesia masih mengecewakan. Dilihat dari Indeks Kebebasan Pers di Indonesia berada di posisi tidak menggembirakan, bahkan lebih rendah dari Timor Leste. Hal tersebut didasari pada jumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dalam persoalan kebebasan pers ini.

Senin, 26/03/2018 19:01 0

Indonesia

Semangat Bandung Lautan Api dalam Gerakan Jamaah Subuh Nasional FSLDK

Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Solo Raya menggelorakan kembali semangat Bandung Lautan Api dalam Gerakan Jamaah Subuh Nasional (GSJN)

Senin, 26/03/2018 18:52 0

Manhaj

Siyasah Syariyah; Perhatikan Dua Kondisi Ini Sebelum Memutuskan Coblos atau Golput

Tahun 2018 ini adalah bagian dari tahun-tahun politik dengan penyelenggaraan Pilkada, dan ujungnya Pilpres 2019. Dibanding dengan tahun-tahun politik lainnya, rententan penyelenggaraan Pilkada dan Pilpres kali ini dipastikan akan lebih “rame.” Salah satu penyebabnya, polarisasi masyarakat Indonesia dalam afiliasi politik mereka.

Senin, 26/03/2018 18:48 3

Indonesia

Mahkamah Agung Tolak Peninjauan Kembali Kasus Ahok

Mahkamah Agung (MA) hari ini, Senin (26/03/2018) telah memutuskan menolak peninjauan kembali (PK) yang diajukan Ahok terkait kasus penodaan agama

Senin, 26/03/2018 18:26 0

Analisis

Analisis: Naga Merah Siap Mereguk Pundi Dolar Pascaperang Suriah

Dalam diam, Cina siap menanggung seluruh proyek rekonstruksi di Suriah. Veto di PBB dan gelontoran milyaran dolar telah disiapkan untuk mempertahankan kepentingan geostrategis Cina di wilayah Bumi Syam.

Senin, 26/03/2018 16:10 0

Indonesia

Bertahun-tahun, Facebook Simpan Catatan Panggilan dan SMS dari Perangkat Android

Hal ini memicu kekhawatiran beberapa pengguna yang telah menemukan data riwayat panggilan mereka yang disimpan di server Facebook.

Senin, 26/03/2018 12:10 0

Indonesia

Ditanya Kenapa Tak Kirim Bantuan Senjata ke Suriah, Begini Jawaban ACT

"Ibaratnya, jika memang hanya mengirim bantuan beras atau makanan, seperti memberi pangan kepada ayam untuk kemudian disembelih," ungkap salah satu perwakilan komunitas yang enggan disebutkan namanya, Ahad (25/03/2018).

Senin, 26/03/2018 09:59 0

Close