... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Disponsori Baintelkam Polri, Diskusi Terorisme di Paramadina Dikritik

Foto: Talkshow Paramadina Institute of Ethics and Civilization (PIEC) dengan tema Membentengi Pemuda dari Paham Radikalisme dan Terorisme

KIBLAT.NET, Jakarta – Paramadina Institute of Ethics and Civilization (PIEC) hari ini, Selasa (27/03/2018), menggelar diskusi terkait isu radikalisme dan terorisme. Dinilai tak berimbang, acara tersebut dikritik.

Acara talkshow yang digelar PIEC mengusung tema Membentengi Pemuda dari Paham Radikalisme dan Terorisme. Bekerja sama dengan Yayasan Jalin Perdamaian dan Badan Intelejen Keamanan (Baintelkam) Polri, acara tersebut menghadirkan empat narasumber, antara lain Pengamat terorisme Sufyan Ats-Tsauri, mantan praktisi terorisme Yudi Zulfahri, pakar antropologi taubat Dr. Phil. Suratno, dan Chairman PIEC, Pipip Rifai Hasan.

Dalam acara tersebut, para narasumber membicarakan fenomena terorisme dan radikalisme yang ada di Indonesia. Selain itu, disoroti juga tindakan intoleransi di Indonesia, dengan bukti yang disampaikan berupa pembubaran jamaah gereja di Yogyakarta, pengusiran biksu di Tangerang.

Dalam kesempatan itu, Suratno menyoroti kelompok kecil atau clique (dibaca klik) yang berpikiran ekstrem merupakan salah satu prasituasi dan prakondisi rentan terorisme. Kelompok yang disebutnya contoh dari itu adalah pendukung ISIS. Dia juga menyinggung rohis.

“Rohis itu kan clique yang dari beberapa survei sudah disusupi oleh kelompok ekstrem,” ujarnya di Auditorium Nurcholish Madjid, Universitas Paramadina, Jakarta.

Memasuki sesi tanya jawab, ada salah seorang peserta diskusi yang mengacungkan tangan bukan untuk bertanya, melainkan untuk mengkritisi apa yang disampaikan dalam forum tersebut. Pria yang tak menyebutkan asal usulnya itu menyebut paparan yang disampaikan dalam forum tersebut menyudutkan islam.

BACA JUGA  PKS Soroti Penggunaan Dana Abadi Pendidikan untuk Anggaran Penanganan Covid-19

“Ini kok terkesan menyudutkan Islam, pelaku terorisme kan bukan cuma orang Islam. Masih banyak kasus yang lain,” kata pria itu.

Dia lantas mengkritik pernyataan Dr. Suratno yang mengatakan bahwa langkah negara untuk membubarkan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) merupakan langkah yang tepat. Pasalnya, pihak HTI telah menggugat prosedur pembubarannya dan persidangan terus berjalan di PTUN.

Menanggapi kritikan itu, moderator acara tersebut menaggapinya meminta maaf kepada para audience dengan kalimat pendek. “Mohon maaf jika dalam talkshow ini ada kekurangan,” kata moderator.

Reporter: Qoid
Editor: Imam S.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

2 comments on “Disponsori Baintelkam Polri, Diskusi Terorisme di Paramadina Dikritik”

  1. frederik

    Bgmn dengan kasus Menara Masjid di Papua ???

  2. frederik

    Bgmn juga dengan kelanjutan
    laporan anggota DPR RI, Fadly Zon,
    yang melaporkan situs-situs HOAX
    dan ujaran kebencian ke polisi ????

    (peti es)

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Yaman

Pemberontak Hutsi Serang Masjid dan Sekolah di Heis

Pemberontak Syiah Hutsi meluncurkan rudal yang menargetkan kawasan pemukiman, masjid dan sekolah di Distrik Heis, Al-Hudaydah.

Selasa, 27/03/2018 11:15 0

Amerika

Penembak 6 Jamaah Masjid Quebec Merasa Tak Bersalah

Seorang pria Kanada menyatakan tidak bersalah setelah membunuh enam jamaah Muslim di sebuah masjid di Quebec City pada 2017. Ia menolak semua dakwaan jaksa, menurut laporan BBC pada Selasa (27/03/2018).

Selasa, 27/03/2018 10:45 0

Video Kajian

Kiblat Review: 7 Tahun Krisis Suriah (1)

KIBLAT.NET – Kiblat Review: 7 Tahun Krisis Suriah. Krisis Suriah belum memperlihatkan titik terang sampai...

Selasa, 27/03/2018 10:10 0

Arab Saudi

Pasca Serangan Rudal Balistik Hutsi, Saudi Ancam Iran

Maliki mengatakan bahwa rudal-rudal yang diluncurkan oleh Hutsi ke beberapa kota Saudi, di antaranya jenis Qiyam, Zalzal dan Syiyad. Seluruh jenis rudal itu merupakan buatan Iran.

Selasa, 27/03/2018 09:11 0

Video Kajian

Mengapa Kita Diperintah Untuk Bersama Orang yang Siddiq?

Mengapa Kita Diperintah Untuk Bersama Orang yang Siddiq? Pertanyaan sederhana bagi hamba-Nya darai At-Taubah: 119 itu adalah apa dan siapa orang-orang yang benar (siddiq) itu? Sehingga kita diperintah oleh-Nya untuk bersama mereka? Simak ulasannya berikut ini!

Selasa, 27/03/2018 09:00 0

Video Kajian

Apa yang Sebenarnya Terjadi di Ghouta Suriah?

Apa yang Sebenarnya Terjadi di Ghouta Suriah? Ada sejatinya yang terjadi terhadap kaum muslimin di Ghouta, Suriah? Apa motif di balik serangan rezim? Simak ulasannya dalam kajian berikut ini!

Selasa, 27/03/2018 08:49 0

Suriah

Jaisyul Islam Bantah Sepakati Tinggalkan Ghouta Timur

saat ini tengah berlangsung negosiasi dengan Rusia bertujuan untuk tetap di Duma, bukan keluar dari kota. Ia juga menuduh rezim berupaya mengubah demografi Ghouta Timur dengan mengusir warga untuk diganti penduduk baru.

Selasa, 27/03/2018 07:06 0

Tarbiyah Jihadiyah

Syair “Akhi Anta Hurrun”, Teladan Keteguhan dari Sayyid Qutb

Salah satu syair yang begitu dalam maknanya adalah karya Sayyid Qutb rahimahullah. Sebuah syair yang mengajarkan keteguhan dan makna perjuangan.

Selasa, 27/03/2018 05:02 0

Suara Pembaca

Mari Berdonasi untuk Keluarga yang Sedang Jalani Proses Hijrah Ini

KIBLAT.NET – Hijrah, bukan hanya berpindah dari keburukan menuju kebaikan, namun semua proses untuk menjadi...

Senin, 26/03/2018 19:17 0

Manhaj

Siyasah Syariyah; Perhatikan Dua Kondisi Ini Sebelum Memutuskan Coblos atau Golput

Tahun 2018 ini adalah bagian dari tahun-tahun politik dengan penyelenggaraan Pilkada, dan ujungnya Pilpres 2019. Dibanding dengan tahun-tahun politik lainnya, rententan penyelenggaraan Pilkada dan Pilpres kali ini dipastikan akan lebih “rame.” Salah satu penyebabnya, polarisasi masyarakat Indonesia dalam afiliasi politik mereka.

Senin, 26/03/2018 18:48 3

Close