... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Washington Post Ungkap Kegagalan Penangkapan Mullah Akhtar Saat di Dubai

Foto: Mullah Akhtar Manshur

KIBLAT.NET, Dubai – Pemerintah AS dan Uni Emirat Arab (UEA) kehilangan kesempatan untuk menangkap almarhum pemimpin Taliban Afghanistan ketika ia mengunjungi Dubai, kata sebuah laporan berita.

Mantan pemimpin Taliban Mullah Akhtar Mohammad Mansoor dilaporkan mengunjungi sejumlah negara Teluk untuk penggalangan dana beberapa bulan sebelum pembunuhannya pada Mei 2016, dalam serangan udara AS di Pakistan, lapor Washington Post.

Dalam sebuah tulisan investigasi  yang diterbitkan pada hari Sabtu,Washington Post mengatakan, para pejabat intelijen AS menyadari gerakan Mansoor di Dubai dan membahas apa yang harus dilakukan terhadapnya.

“Namun sebelum keputusan dibuat, dia telah melarikan diri ke Iran,” tulis surat kabar itu lagi.

Kemudian penasihat keamanan nasional Presiden AS Barack Obama, Susan Rice, meminta pesawatnya untuk berbalik, tetapi pihak berwenang Emirat mengatakan itu sudah terlambat, katanya.

Dari Iran, Mullah Akhtar pergi ke Pakistan di mana orang Amerika juga telah menyadari keberadaannya, dan kemudian membunuhnya dalam serangan pesawat tak berawak.

Mullah Akhtar Mansoor memimpin Taliban Afghanistan sejak tahun 2015 untuk menggantikan Mullah Umar yang telah meninggal. Dia bergabung dengan Taliban pada tahun 1995, setahun setelah didirikan.

“Mullah Akhtar diam-diam mengunjungi UAE menggunakan paspor Pakistan dengan nama palsu,” lapor The Post.

Perjalanannya ke Dubai – yang sebelumnya tidak dilaporkan – terjadi tak lama setelah para pejabat Taliban mengambil bagian dalam perundingan rahasia dengan pemerintah AS dan Afghanistan – satu-satunya pembicaraan tiga pihak dalam sejarah perang AS yang terlama.

BACA JUGA  Tes Antibodi Dinilai Dapat Menekan Dampak Ekonomi Akibat Covid-19

Beberapa analis menyatakan dia berada di Dubai untuk bernegosiasi dengan pejabat AS dan memilih kota itu karena dianggap sebagai tempat netral.

 

Sumber: Aljazeera
Editor: Fajar Shadiq

 

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Bertahun-tahun, Facebook Simpan Catatan Panggilan dan SMS dari Perangkat Android

Hal ini memicu kekhawatiran beberapa pengguna yang telah menemukan data riwayat panggilan mereka yang disimpan di server Facebook.

Senin, 26/03/2018 12:10 0

Indonesia

Ditanya Kenapa Tak Kirim Bantuan Senjata ke Suriah, Begini Jawaban ACT

"Ibaratnya, jika memang hanya mengirim bantuan beras atau makanan, seperti memberi pangan kepada ayam untuk kemudian disembelih," ungkap salah satu perwakilan komunitas yang enggan disebutkan namanya, Ahad (25/03/2018).

Senin, 26/03/2018 09:59 0

Indonesia

Meski Dinilai Banyak Madharatnya, UU MD3 Tetap Sah

"PPP tidak ingin pasal MD3 disahkan, Karena banyak mudharatnya," ungkap Muhammad Iqbal di Jakarta Pusat, Ahad (25/03/2018)

Senin, 26/03/2018 08:00 0

Indonesia

Umat Islam Bukittinggi Gelar Musyawarah Akbar Sikapi IAIN, Ini Hasilnya

"Kami mengadakan musyawarah terbuka ini untuk menyikapi sikap IAIN Bukittinggi yang masih menerapkan larangan bercadar di lingkungan kampus. Kami yang terdiri lebih dari 30 elemen umat Islam ini setelah musyawarah ini tetap akan menolak larangan bercadar ini," ungkap Sekjen GNPF-ULAMA Bukittinggi Kabupaten Agam, Ridho Abu Muhammad saat dihubungi Kiblat.net, Ahad (25/03/2018).

Senin, 26/03/2018 07:20 1

Indonesia

ACT dan Komunitas Islam Bekasi Akan Gelar Konser untuk Ghouta Timur

"Kegiatan bertajuk "Road to Konser Kemanusiaan" ini adalah sarana untuk menggaet komunitas-komunitas peduli untuk bersinergi, khususnya dalam menyampaikan situasi terkini di Ghouta, Suriah," ungkap Dicky.

Senin, 26/03/2018 07:00 0

Opini

Gagalnya Toleransi di Negeri Demokrasi

Memang, sudah menjadi rahasia umum bahwa ada 'kecacatan' dalam nalar toleransi dalam keberagamaan di Indonesia, yang dianggap negeri menjunjung tinggi demokrasi. Karena jika kita perhatikan, seolah hanya umat Islam yang diminta untuk toleransi kepada umat agama lain.

Ahad, 25/03/2018 18:54 1

Manhaj

Belajar Taat di Zaman Fitnah dari Sahabat Ka’ab bin Malik

Ujian adalah madrasah, yang telah mencetak para orang-orang besar sepanjang sejarah. Ujian telah mendidik dan menempa diri mereka sehingga lahirlah manusia yang murni ibarat emas tanpa campuran.

Ahad, 25/03/2018 13:41 0

Rilis Syamina

Laporan Syamina: Pesan-pesan Osama bin Laden yang Terekspos

Buku catatan harian ini merupakan temuan berharga yang berisi perjalanan pemikiran seorang tokoh berpengaruh dalam dunia jihadisme.

Ahad, 25/03/2018 13:30 0

Indonesia

Pengamat Pertahanan: Konflik Ekonomi AS-Cina Berdampak ke Indonesia

Ia menjelaskan bahwa konflik antara Amerika dan Rusia bersama Cina akan berdampak pada negara lain, meskipun Indonesia tidak ada keterkaitan di sana.

Ahad, 25/03/2018 10:40 0

Indonesia

Mohammad Hatta Dukung Kritik Amien Rais untuk Jokowi

Mohammad Hatta menyatakan bahwa pembagian sertifikat yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo bukanlah Reformasi Agraria (Land Reform).

Ahad, 25/03/2018 07:40 0

Close