... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Semangat Bandung Lautan Api dalam Gerakan Jamaah Subuh Nasional FSLDK

Foto: Kegiatan Gerakan Jamaah Subuh Nasional (GSJN) Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Solo Raya

KIBLAT.NET, Solo – Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus (FSLDK) Solo Raya menggelorakan kembali semangat Bandung Lautan Api dalam Gerakan Jamaah Subuh Nasional (GSJN).

Gerakan Jamaah Subuh Nasional (GSJN) ke-24 digelar FSLDK Solo Raya. Dosen IAIN Surakarta Rahmat Abdullah dihadirkan sebagaia pembicara dalam rangkaian kegiatan tersebut.

Di hadapan peserta Gerakan Jamaah Subuh Nasional (GSJN), Rahmat membangkitkan kembali memori perjuangan dalam Bandung Lautan Api. Menurutnya, peristiwa sejarah itu tidak lepas dari peran ulama.

“Pengorbanan dan jasa para ulama begitu besar dalam Bandung Lautan Api. Tidak hanya ulama dari Bandung, ulama se-Indonesia pun turut terlibat dalam memperjuangkannya,” kata Rahmat di Masjid Nurul Huda UNS, Sabtu (24/03/2018) malam.

Rahmat mengatakan, setelah Jepang menyerah tanpa syarat kepada sekutu, resolusi perang sabil dan resolusi jihad pun digencarkan oleh para ulama. Hal ini dilakukan untuk mempertahakan kemerdekaan dari Belanda dan Inggris yang masih berhak atas Indonesia. Para santri menjadi garda terdepan dalam membela kebenaran.

Peristiwa 24 Maret 1946 silam, ungkap alumni UNS Surakarta itu, berhasil membuat Bandung menjadi lautan api dalam waktu 7 jam. Kisahnya bermula saat Inggris dan Belanda ingin menjadikan Bandung sebagai markas persenjataan.

Seluruh warga Bandung Utara diminta pergi dari tanah itu. Tetapi mereka enggan. Mendengar itu pemimpin Laskar Wanita Indonesia, Sumirah Jati mengingatkan agar wanita ikut andil berjuang. Lebih baik jadi lautan api daripada jatuh ke tangan musuh,” tegas Rahmat.

BACA JUGA  MUI: Bangsa Indonesia Berduka Atas Meninggalnya BJ Habibie

Setelah pekikan semangat dari Sumirah Jati, lanjut Rahmat, warga Bandung membakar rumah-rumah mereka sendiri. Fasilitas-fasilitas lain turut dibakar agar tidak dimanfaatkan oleh tentara gabungan Inggris dan Belanda.

Peristiwa Bandung lautan api, juga mengingatkan kita tentang dua pejuang muda yang pemberani. Mohammad Toha dan Mohammad Ramdan namanya, merekalah yang bertugas meledakan gudang amunisi hingga nyawa menjadi taruhannya.

Diakhir penuturannya, Rahmat berpesan agar muslim memperkaya diri dengan kisah-kisah sejarah Islam. Sebab banyak sejarah Islam yang dirahasiakan dan dimatikan peranannya sebagai dampak warisan pemikiran Belanda.

Reporter: Imam S.
Editor: Wildan Mustofa

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Manhaj

Siyasah Syariyah; Perhatikan Dua Kondisi Ini Sebelum Memutuskan Coblos atau Golput

Tahun 2018 ini adalah bagian dari tahun-tahun politik dengan penyelenggaraan Pilkada, dan ujungnya Pilpres 2019. Dibanding dengan tahun-tahun politik lainnya, rententan penyelenggaraan Pilkada dan Pilpres kali ini dipastikan akan lebih “rame.” Salah satu penyebabnya, polarisasi masyarakat Indonesia dalam afiliasi politik mereka.

Senin, 26/03/2018 18:48 3

Arab Saudi

Pecahan Rudal Syiah Hutsi Tewaskan Warga Mesir di Riyadh

Arab Saudi mengumumkan bahwa pasukannya telah mencegat sejumlah rudal balistik yang ditembakkan oleh pemberontak Hutsi ke beberapa lokasi di kerajaan itu. Kabar itu diungkap oleh juru bicara koalisi Arab Saudi.

Senin, 26/03/2018 17:56 0

Qatar

Emir Qatar Bertemu Putin di Moskow, Bahas Apa?

Kunjungan kerja ini digelar di saat berlangsungnya gelombang evakuasi warga sipil dari Ghouta Timur. Dmitriy Frokovsky, seorang analis asal Moscow menyebutkan, pertemuan Putin dan Sheikh Tamim membahas posisi Rusia terhadap Presiden Suriah Bashar Al Assad. Sementara itu, Qatar berpihak kepada oposisi Suriah.

Senin, 26/03/2018 16:58 0

Analisis

Analisis: Naga Merah Siap Mereguk Pundi Dolar Pascaperang Suriah

Dalam diam, Cina siap menanggung seluruh proyek rekonstruksi di Suriah. Veto di PBB dan gelontoran milyaran dolar telah disiapkan untuk mempertahankan kepentingan geostrategis Cina di wilayah Bumi Syam.

Senin, 26/03/2018 16:10 0

Amerika

Washington Post Ungkap Kegagalan Penangkapan Mullah Akhtar Saat di Dubai

Mantan pemimpin Taliban Mullah Akhtar Mohammad Mansoor dilaporkan mengunjungi sejumlah negara Teluk untuk penggalangan dana beberapa bulan sebelum pembunuhannya pada Mei 2016, dalam serangan udara AS di Pakistan, lapor Washington Post.

Senin, 26/03/2018 13:59 0

Amerika

UU Baru AS Disahkan, Bantuan untuk Palestina Dipotong Hingga Mendekati Nol

Salah satu dari sekian banyak peraturan perundangan yang ditambahkan ke dalam rencana anggaran belanja yang ditandatangani Presiden Trump adalah Undang-Undang Taylor Force.

Senin, 26/03/2018 10:37 0

Arab Saudi

Syiah Hutsi Lepaskan Tujuh Rudal Balistik ke Saudi, Targetnya Bandara

Di antara bandara yang ditarget, Bandara Internasional Raja Khalid di Riyad, pangkalan udara Jazan di Saudi selatan dan Bandara Abha di provinsi Asir. Selain bandara, kata Hutsi, serangan itu juga menargetkan lokasi lainnya di jantung Saudi.

Senin, 26/03/2018 09:00 0

Turki

Antisipasi Serangan Turki, PKK Mundur dari Perbatasan Iraq Utara

Pasukan PKK Kurdi dilaporkan sedang menarik diri dari wilayah Iraq bagian utara yang berbatasan dengan Turki pada hari Jumat (23/03) pekan lalu.

Senin, 26/03/2018 06:23 0

Opini

Gagalnya Toleransi di Negeri Demokrasi

Memang, sudah menjadi rahasia umum bahwa ada 'kecacatan' dalam nalar toleransi dalam keberagamaan di Indonesia, yang dianggap negeri menjunjung tinggi demokrasi. Karena jika kita perhatikan, seolah hanya umat Islam yang diminta untuk toleransi kepada umat agama lain.

Ahad, 25/03/2018 18:54 1

Amerika

Pelaku Bom Beruntun di Texas Frustasi dengan Kehidupannya

Terkait motif, tidak satu pun temuan yang dapat menjelaskan mengapa Conditt yang menghadiri sebuah gereja Kristen lalu beralih melakukan kekerasan.

Ahad, 25/03/2018 14:41 0

Close