... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Pecahan Rudal Syiah Hutsi Tewaskan Warga Mesir di Riyadh

Foto: Rumah di Riyadh kejatuhan pecahan rudal balistik dari Syiah Hutsi di Yaman (Faisal Al Nasser/Reuters)

KIBLAT.NET, Riyadh – Arab Saudi mengumumkan bahwa pasukannya telah mencegat sejumlah rudal balistik yang ditembakkan oleh pemberontak Hutsi ke beberapa lokasi di kerajaan itu. Kabar itu diungkap oleh juru bicara koalisi Arab Saudi.

Menurut keterangan yang dikutip Al Jazeera, Arab Saudi mencegat tujuh rudal, tiga diantaranya menuju Riyadh. Kolonel Turki Al-Maliki mengatakan bahwa seorang warga Mesir tewas akibat pecahan peluru.

Itu merupakan korban pertama di Riyadh sejak dimulainya kampanye militer. Sejauh ini korban akibat serangan Syiah Hutsi ke Riyadh mengalami cedera.

Al Masirah, jaringan TV yang dijalankan oleh Hutsi, melaporkan bahwa para pemberontak menembakkan rudal lainnya ke bandara di kota-kota Saudi selatan, Abha, Jizan dan Najran.

Muhammad al-Bukhaiti, juru bicara Hutsi mengatakan kepada Al Jazeera bahwa “Serangan itu adalah balasan terhadap pemboman kota-kota Yaman, dan pengepungan orang-orang Yaman”.

Sebelumnya pada hari Ahad, Abdul Malik Al-Hutsi, pemimpin pemberontak Hutsi Yaman, bersumpah untuk “menggunakan persenjataan jarak jauh” dan “merekrut lebih banyak pejuang” dalam konflik dengan Arab Saudi.

“Pada tahun keempat perang, kami akan menggunakan sistem rudal yang lebih maju dan lebih beragam yang akan mengatasi semua sistem pertahanan udara Amerika dan non-Amerika untuk menargetkan Arab Saudi,” kata Al-Hutsi dalam pidato panjang lebar di televisi.

“Kami akan menggunakan Badr [rudal balistik jarak pendek], rudal Burkan dan drone jarak jauh yang memiliki kemampuan militer yang sangat baik. Kami akan mengaktifkan lembaga militer dengan cara yang belum pernah terjadi sebelumnya dan membuka lebih banyak kesempatan untuk merekrut anak-anak dan orang-orang dari orang-orang kami untuk bertarung,” tukasnya.

BACA JUGA  Seluruh Masjid di Saudi Ditutup, Kecuali Masjidil Haram dan Nabawi

Sumber: Al Jazeera
Redaktur: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Analisis

Analisis: Naga Merah Siap Mereguk Pundi Dolar Pascaperang Suriah

Dalam diam, Cina siap menanggung seluruh proyek rekonstruksi di Suriah. Veto di PBB dan gelontoran milyaran dolar telah disiapkan untuk mempertahankan kepentingan geostrategis Cina di wilayah Bumi Syam.

Senin, 26/03/2018 16:10 0

Indonesia

Bertahun-tahun, Facebook Simpan Catatan Panggilan dan SMS dari Perangkat Android

Hal ini memicu kekhawatiran beberapa pengguna yang telah menemukan data riwayat panggilan mereka yang disimpan di server Facebook.

Senin, 26/03/2018 12:10 0

Indonesia

Ditanya Kenapa Tak Kirim Bantuan Senjata ke Suriah, Begini Jawaban ACT

"Ibaratnya, jika memang hanya mengirim bantuan beras atau makanan, seperti memberi pangan kepada ayam untuk kemudian disembelih," ungkap salah satu perwakilan komunitas yang enggan disebutkan namanya, Ahad (25/03/2018).

Senin, 26/03/2018 09:59 0

Indonesia

Meski Dinilai Banyak Madharatnya, UU MD3 Tetap Sah

"PPP tidak ingin pasal MD3 disahkan, Karena banyak mudharatnya," ungkap Muhammad Iqbal di Jakarta Pusat, Ahad (25/03/2018)

Senin, 26/03/2018 08:00 0

Indonesia

Umat Islam Bukittinggi Gelar Musyawarah Akbar Sikapi IAIN, Ini Hasilnya

"Kami mengadakan musyawarah terbuka ini untuk menyikapi sikap IAIN Bukittinggi yang masih menerapkan larangan bercadar di lingkungan kampus. Kami yang terdiri lebih dari 30 elemen umat Islam ini setelah musyawarah ini tetap akan menolak larangan bercadar ini," ungkap Sekjen GNPF-ULAMA Bukittinggi Kabupaten Agam, Ridho Abu Muhammad saat dihubungi Kiblat.net, Ahad (25/03/2018).

Senin, 26/03/2018 07:20 1

Indonesia

ACT dan Komunitas Islam Bekasi Akan Gelar Konser untuk Ghouta Timur

"Kegiatan bertajuk "Road to Konser Kemanusiaan" ini adalah sarana untuk menggaet komunitas-komunitas peduli untuk bersinergi, khususnya dalam menyampaikan situasi terkini di Ghouta, Suriah," ungkap Dicky.

Senin, 26/03/2018 07:00 0

Opini

Gagalnya Toleransi di Negeri Demokrasi

Memang, sudah menjadi rahasia umum bahwa ada 'kecacatan' dalam nalar toleransi dalam keberagamaan di Indonesia, yang dianggap negeri menjunjung tinggi demokrasi. Karena jika kita perhatikan, seolah hanya umat Islam yang diminta untuk toleransi kepada umat agama lain.

Ahad, 25/03/2018 18:54 1

Manhaj

Belajar Taat di Zaman Fitnah dari Sahabat Ka’ab bin Malik

Ujian adalah madrasah, yang telah mencetak para orang-orang besar sepanjang sejarah. Ujian telah mendidik dan menempa diri mereka sehingga lahirlah manusia yang murni ibarat emas tanpa campuran.

Ahad, 25/03/2018 13:41 0

Rilis Syamina

Laporan Syamina: Pesan-pesan Osama bin Laden yang Terekspos

Buku catatan harian ini merupakan temuan berharga yang berisi perjalanan pemikiran seorang tokoh berpengaruh dalam dunia jihadisme.

Ahad, 25/03/2018 13:30 0

Indonesia

Pengamat Pertahanan: Konflik Ekonomi AS-Cina Berdampak ke Indonesia

Ia menjelaskan bahwa konflik antara Amerika dan Rusia bersama Cina akan berdampak pada negara lain, meskipun Indonesia tidak ada keterkaitan di sana.

Ahad, 25/03/2018 10:40 0

Close