... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Indeks Kebebasan Pers Indonesia Lebih Rendah dari Timor Leste

KIBLAT.NET, Depok – Departemen Ilmu Komunikasi FISIP UI menyelenggarakan diskusi publik “Ancaman terhadap Kebebasan Pers” pada Jumat (23/03) di Auditorium Juwono Soedarsono. Hadir sebagai pembicara, Dr. Eriyanto, M.Si (Dosen Tetap Ilmu Komunikasi UI dan Peneliti Media), Yosep Adi Prasetyo (Ketua Dewan pers), dan Masmimar Mangiang (Pengajar Jurnalistik).

Eriyanto memaparkan bahwa kebebasan pers di Indonesia masih mengecewakan. Dilihat dari Indeks Kebebasan Pers di Indonesia berada di posisi tidak menggembirakan, bahkan lebih rendah dari Timor Leste. Hal tersebut didasari pada jumlah pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dalam persoalan kebebasan pers ini.

Ia menyebutkan salah satu persoalan di depan mata yang harus mendapatkan perhatian lebih adalah ancaman kekerasan terhadap jurnalis.

“Kalau ancaman terhadap jurnalis saja tidak bisa kita tangani dengan baik, akan menjadi masalah. Kekerasan terhadap jurnalis dan media. Ini juga yang menyebabkan kenapa skor atau ranking kebebasan pers kita di dunia ini selalu rendah”, terang Eriyanto.

“Dan pelaku kekerasan tidak hanya aparat pemerintah, tetapi juga warga”, imbuhnya.

Ketua Dewan Pers Yosep Adi mengatakan bahwa kekerasan terhadap jurnalis lebih banyak dilakukan oleh kelompok-kelompok komunal. Selain itu, Ia juga menjabarkan persoalan-persoalan lain seperti adanya impunitas pelaku kekerasan terhadap wartawan, tidak tuntasnya pengusutan pembunuhan sejumlah wartawan, dan maraknya media abal-abal serta munculnya wartawan dengan kualitas pas-pasan.

BACA JUGA  Tudingan Radikal kepada Enzo Taruna Akmil Harus Dihentikan

Di akhir paparannya, Ia memberikan saran penanganan terhadap penyerangan dan ancaman kekerasan ini salah satunya dengan menyelesaikan kasus-kasus pemberitaan yang bermasalah melalui mediasi dan ajudikasi ke Dewan Pers.“Tidak lupa untuk menjadikan hukum Pers sebagai Lex Specialis” pungkasnya.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Manhaj

Siyasah Syariyah; Perhatikan Dua Kondisi Ini Sebelum Memutuskan Coblos atau Golput

Tahun 2018 ini adalah bagian dari tahun-tahun politik dengan penyelenggaraan Pilkada, dan ujungnya Pilpres 2019. Dibanding dengan tahun-tahun politik lainnya, rententan penyelenggaraan Pilkada dan Pilpres kali ini dipastikan akan lebih “rame.” Salah satu penyebabnya, polarisasi masyarakat Indonesia dalam afiliasi politik mereka.

Senin, 26/03/2018 18:48 3

Arab Saudi

Pecahan Rudal Syiah Hutsi Tewaskan Warga Mesir di Riyadh

Arab Saudi mengumumkan bahwa pasukannya telah mencegat sejumlah rudal balistik yang ditembakkan oleh pemberontak Hutsi ke beberapa lokasi di kerajaan itu. Kabar itu diungkap oleh juru bicara koalisi Arab Saudi.

Senin, 26/03/2018 17:56 0

Qatar

Emir Qatar Bertemu Putin di Moskow, Bahas Apa?

Kunjungan kerja ini digelar di saat berlangsungnya gelombang evakuasi warga sipil dari Ghouta Timur. Dmitriy Frokovsky, seorang analis asal Moscow menyebutkan, pertemuan Putin dan Sheikh Tamim membahas posisi Rusia terhadap Presiden Suriah Bashar Al Assad. Sementara itu, Qatar berpihak kepada oposisi Suriah.

Senin, 26/03/2018 16:58 0

Analisis

Analisis: Naga Merah Siap Mereguk Pundi Dolar Pascaperang Suriah

Dalam diam, Cina siap menanggung seluruh proyek rekonstruksi di Suriah. Veto di PBB dan gelontoran milyaran dolar telah disiapkan untuk mempertahankan kepentingan geostrategis Cina di wilayah Bumi Syam.

Senin, 26/03/2018 16:10 0

Amerika

Washington Post Ungkap Kegagalan Penangkapan Mullah Akhtar Saat di Dubai

Mantan pemimpin Taliban Mullah Akhtar Mohammad Mansoor dilaporkan mengunjungi sejumlah negara Teluk untuk penggalangan dana beberapa bulan sebelum pembunuhannya pada Mei 2016, dalam serangan udara AS di Pakistan, lapor Washington Post.

Senin, 26/03/2018 13:59 0

Amerika

UU Baru AS Disahkan, Bantuan untuk Palestina Dipotong Hingga Mendekati Nol

Salah satu dari sekian banyak peraturan perundangan yang ditambahkan ke dalam rencana anggaran belanja yang ditandatangani Presiden Trump adalah Undang-Undang Taylor Force.

Senin, 26/03/2018 10:37 0

Arab Saudi

Syiah Hutsi Lepaskan Tujuh Rudal Balistik ke Saudi, Targetnya Bandara

Di antara bandara yang ditarget, Bandara Internasional Raja Khalid di Riyad, pangkalan udara Jazan di Saudi selatan dan Bandara Abha di provinsi Asir. Selain bandara, kata Hutsi, serangan itu juga menargetkan lokasi lainnya di jantung Saudi.

Senin, 26/03/2018 09:00 0

Turki

Antisipasi Serangan Turki, PKK Mundur dari Perbatasan Iraq Utara

Pasukan PKK Kurdi dilaporkan sedang menarik diri dari wilayah Iraq bagian utara yang berbatasan dengan Turki pada hari Jumat (23/03) pekan lalu.

Senin, 26/03/2018 06:23 0

Opini

Gagalnya Toleransi di Negeri Demokrasi

Memang, sudah menjadi rahasia umum bahwa ada 'kecacatan' dalam nalar toleransi dalam keberagamaan di Indonesia, yang dianggap negeri menjunjung tinggi demokrasi. Karena jika kita perhatikan, seolah hanya umat Islam yang diminta untuk toleransi kepada umat agama lain.

Ahad, 25/03/2018 18:54 1

Amerika

Pelaku Bom Beruntun di Texas Frustasi dengan Kehidupannya

Terkait motif, tidak satu pun temuan yang dapat menjelaskan mengapa Conditt yang menghadiri sebuah gereja Kristen lalu beralih melakukan kekerasan.

Ahad, 25/03/2018 14:41 0

Close