... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Emir Qatar Bertemu Putin di Moskow, Bahas Apa?

Foto: Syaikh Tamim bin Hamad Al Thani dikenal sebagai salah-satu Emir termuda sepanjang sejarah Qatar.

KIBLAT.NET, Moscow – Ahad sore, Sheikh Tamim bin Hamad Al Thani datang ke Moscow untuk kunjungan kerja. Hari Senin (26/03/2018), Emir Qatar tersebut bertemu dengan Presiden Rusia, Vladimir Putin untuk membahas konflik Suriah, Yaman dan Palestina.

Kunjungan kerja ini digelar di saat berlangsungnya gelombang evakuasi warga sipil dari Ghouta Timur. Dmitriy Frokovsky, seorang analis asal Moscow menyebutkan, pertemuan Putin dan Sheikh Tamim membahas posisi Rusia terhadap Presiden Suriah Bashar Al Assad. Sementara itu, Qatar berpihak kepada oposisi Suriah.

“Pertemuan ini menjadi perwakilan kedua belah pihak Suriah dan seyogyanya pihak berkekuatan di Suriah adalah Rusia dan Amerika Serikat. Qatar karena berbagai alasan akan mencoba mempertahankan kontak yang stabil dengan kedua pihak,” kata Frolovsky.

Pada akhir Januari, konferensi perdamaian yang disponsori Rusia di Sochi gagal menemui kesepakatan antara oposisi dan rezim Suriah. Tak lama setelah itu, pasukan Assad yang didukungan udara Rusia melancarkan operasi terhadap Ghouta Timur yang dikuasai oposisi.

Kunjungan Sheikh Tamim didahului dengan sambungan suara antara Putin dan Pangeran Mohammed bin Zayed pada awal Maret dan dengan Raja Saudi Salman pada bulan Februari. Pada bulan Oktober tahun lalu Raja Saudi melakukan kunjungan tiga hari ke Moskow.

“Ini bukan hanya soal krisis (Teluk) yang mendorong hubungan-hubungan Rusia dengan negara-negara Teluk. Tetapi kehadiran Rusia secara umum di wilayah itu juga telah bertambah sejak Putin mengambil bagian dalam krisis Suriah,” kata Frolovsky.

Lima hari sebelum kunjungannya ke Moskow, Syekh Tamim bertemu Presiden Ukraina Petro Poroshenko di Qatar di mana mereka membahas kemungkinan ekspor gas cair Qatar ke Ukraina.

Sejak jatuh dengan Moskow atas aneksasi Krimea dan perang di wilayah Donbass, Kiev telah mencoba mengurangi ketergantungannya pada impor minyak dan gas Rusia. Diperkirakan, Sheikh Tamim pada bulan April akan berkunjung ke Amerika Serikat di mana akan ada pertemuan dengan Presiden AS Donald Trump.

Sumber: Al Jazeera
Redaktur: Syafi’i Iskandar

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Analisis

Analisis: Naga Merah Siap Mereguk Pundi Dolar Pascaperang Suriah

Dalam diam, Cina siap menanggung seluruh proyek rekonstruksi di Suriah. Veto di PBB dan gelontoran milyaran dolar telah disiapkan untuk mempertahankan kepentingan geostrategis Cina di wilayah Bumi Syam.

Senin, 26/03/2018 16:10 0

Indonesia

Bertahun-tahun, Facebook Simpan Catatan Panggilan dan SMS dari Perangkat Android

Hal ini memicu kekhawatiran beberapa pengguna yang telah menemukan data riwayat panggilan mereka yang disimpan di server Facebook.

Senin, 26/03/2018 12:10 0

Indonesia

Ditanya Kenapa Tak Kirim Bantuan Senjata ke Suriah, Begini Jawaban ACT

"Ibaratnya, jika memang hanya mengirim bantuan beras atau makanan, seperti memberi pangan kepada ayam untuk kemudian disembelih," ungkap salah satu perwakilan komunitas yang enggan disebutkan namanya, Ahad (25/03/2018).

Senin, 26/03/2018 09:59 0

Indonesia

Meski Dinilai Banyak Madharatnya, UU MD3 Tetap Sah

"PPP tidak ingin pasal MD3 disahkan, Karena banyak mudharatnya," ungkap Muhammad Iqbal di Jakarta Pusat, Ahad (25/03/2018)

Senin, 26/03/2018 08:00 0

Indonesia

Umat Islam Bukittinggi Gelar Musyawarah Akbar Sikapi IAIN, Ini Hasilnya

"Kami mengadakan musyawarah terbuka ini untuk menyikapi sikap IAIN Bukittinggi yang masih menerapkan larangan bercadar di lingkungan kampus. Kami yang terdiri lebih dari 30 elemen umat Islam ini setelah musyawarah ini tetap akan menolak larangan bercadar ini," ungkap Sekjen GNPF-ULAMA Bukittinggi Kabupaten Agam, Ridho Abu Muhammad saat dihubungi Kiblat.net, Ahad (25/03/2018).

Senin, 26/03/2018 07:20 1

Indonesia

ACT dan Komunitas Islam Bekasi Akan Gelar Konser untuk Ghouta Timur

"Kegiatan bertajuk "Road to Konser Kemanusiaan" ini adalah sarana untuk menggaet komunitas-komunitas peduli untuk bersinergi, khususnya dalam menyampaikan situasi terkini di Ghouta, Suriah," ungkap Dicky.

Senin, 26/03/2018 07:00 0

Opini

Gagalnya Toleransi di Negeri Demokrasi

Memang, sudah menjadi rahasia umum bahwa ada 'kecacatan' dalam nalar toleransi dalam keberagamaan di Indonesia, yang dianggap negeri menjunjung tinggi demokrasi. Karena jika kita perhatikan, seolah hanya umat Islam yang diminta untuk toleransi kepada umat agama lain.

Ahad, 25/03/2018 18:54 1

Manhaj

Belajar Taat di Zaman Fitnah dari Sahabat Ka’ab bin Malik

Ujian adalah madrasah, yang telah mencetak para orang-orang besar sepanjang sejarah. Ujian telah mendidik dan menempa diri mereka sehingga lahirlah manusia yang murni ibarat emas tanpa campuran.

Ahad, 25/03/2018 13:41 0

Rilis Syamina

Laporan Syamina: Pesan-pesan Osama bin Laden yang Terekspos

Buku catatan harian ini merupakan temuan berharga yang berisi perjalanan pemikiran seorang tokoh berpengaruh dalam dunia jihadisme.

Ahad, 25/03/2018 13:30 0

Indonesia

Pengamat Pertahanan: Konflik Ekonomi AS-Cina Berdampak ke Indonesia

Ia menjelaskan bahwa konflik antara Amerika dan Rusia bersama Cina akan berdampak pada negara lain, meskipun Indonesia tidak ada keterkaitan di sana.

Ahad, 25/03/2018 10:40 0

Close