... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Ditanya Kenapa Tak Kirim Bantuan Senjata ke Suriah, Begini Jawaban ACT

Foto: Ngokem MRI dan komunitas Muslim di Bekasi pada Ahad (25/03/2018)

KIBLAT.NET, Jakarta – Komunitas Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) yang dikelola oleh lembaga kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap (ACT) mengadakan “Ngobrol Kemanusiaan” atau disingkat Ngokem. Acara ini digelar atas kerjasama dengan elemen masyarakat dan komunitas Bekasi pada Ahad (25/03) di Bangi Kopi di Kalimalang, Bekasi.

Panitia menjelaskan, acara ini dalam rangka menyiapkan konser kemanusiaan bertema “Senandung Cinta Untuk Ghouta”. Konser ini rencananya diselenggarakan di Bekasi pada April mendatang.

Dalam Ngokem yang dihadiri sedikitnya 18 perwakilan komunitas Bekasi itu, seorang peserta bertanya, kenapa ACT tidak mengirim senjata saja untuk pejuang di Suriah. Menurut penanya, memberi bantuan makanan tidak dapat menyelesaikan masalah.

“Mengapa tidak mengirim senjata yang memang dibutuhkan dan untuk membela diri di Suriah. Ibaratnya, jika memang hanya mengirim bantuan beras atau makanan, seperti memberi pangan kepada ayam untuk kemudian disembelih,” ungkap salah satu perwakilan komunitas yang enggan disebutkan namanya, Ahad (25/03/2018).

Atas pertanyaan itu, Iqbal Setyarso selaku Vice President of Communication Department ACT menjawab bahwa kalaupun ACT memberikan bantuan seperti itu, pihak pengungsi atau penerima di Suriah pun menolak. Karena, lanjutnya, bantuan ini membahayakan ACT atau lembaga kemanusiaan dari Indonesia.

“Untuk senjata, mereka yang tinggal di sana lebih mengerti dari orang luar, jadi kita tidak mencampuri urusan mereka,” ungkapnya.

“Filosofinya, orang yang memegang senjata akan setara jika dilawan dengan senjata, tapi ketika lembaga kemanusiaan masuk membawa beras kemudian meninggal di tangan para tentara rezim atau kroconya, maka dunia akan gempar,” lanjutnya.

BACA JUGA  ACT Mulai Gelombang Pertama Pemulangan Pendatang dari Wamena

Selain itu, pangan memang sangat dibutuhkan oleh warga yang masih di dalam Ghouta dan pengungsi yang sudah keluar. Selain itu, ACT, sebut Iqbal juga membantu melobi kepada pemerintah atau pihak terkait untuk segera menyelesaikan dan menghentikan peperangan ini.

Syuhelmaidi Syukur, selaku Senior Vice President of Group of Distribution Program yang juga hadir pun menambahkan, bahwa dalam beberapa bulan terakhir ini, ada relawan yang mendapat karunia Syahid (kama nashbuhu) ketika memberi bantuan ke Ghouta.

“Ada fotografer dari relawan di sana -bukan relawan Indonesia- yang meninggal terkena serangab rezim. Beberapa bunker dan pos relawan yang di dirikan pun sempat hilang rata oleh tanah karena serangan rezim dan Rusia,” ungkap Syuhelmaidi.

Ia pun tak memungkiri bahwa perjuangan relawan di tempat konflik seperti Suriah, Palestina, Rohingnya dan beberapa tempat lainnya cukup beresiko, bahkan kadang harus mempertaruhkan nyawa. Namun, semua itu dijalani dalam rangka memantaskan diri membersamai mujahidin dan pejuang Islam yang tengah berperang untuk membela tanah air dan agamanya.

Reporter: Muhammad Jundii
Editor: Hunef Ibrahim

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Arab Saudi

Syiah Hutsi Lepaskan Tujuh Rudal Balistik ke Saudi, Targetnya Bandara

Di antara bandara yang ditarget, Bandara Internasional Raja Khalid di Riyad, pangkalan udara Jazan di Saudi selatan dan Bandara Abha di provinsi Asir. Selain bandara, kata Hutsi, serangan itu juga menargetkan lokasi lainnya di jantung Saudi.

Senin, 26/03/2018 09:00 0

Turki

Antisipasi Serangan Turki, PKK Mundur dari Perbatasan Iraq Utara

Pasukan PKK Kurdi dilaporkan sedang menarik diri dari wilayah Iraq bagian utara yang berbatasan dengan Turki pada hari Jumat (23/03) pekan lalu.

Senin, 26/03/2018 06:23 0

Opini

Gagalnya Toleransi di Negeri Demokrasi

Memang, sudah menjadi rahasia umum bahwa ada 'kecacatan' dalam nalar toleransi dalam keberagamaan di Indonesia, yang dianggap negeri menjunjung tinggi demokrasi. Karena jika kita perhatikan, seolah hanya umat Islam yang diminta untuk toleransi kepada umat agama lain.

Ahad, 25/03/2018 18:54 1

Amerika

Pelaku Bom Beruntun di Texas Frustasi dengan Kehidupannya

Terkait motif, tidak satu pun temuan yang dapat menjelaskan mengapa Conditt yang menghadiri sebuah gereja Kristen lalu beralih melakukan kekerasan.

Ahad, 25/03/2018 14:41 0

Manhaj

Belajar Taat di Zaman Fitnah dari Sahabat Ka’ab bin Malik

Ujian adalah madrasah, yang telah mencetak para orang-orang besar sepanjang sejarah. Ujian telah mendidik dan menempa diri mereka sehingga lahirlah manusia yang murni ibarat emas tanpa campuran.

Ahad, 25/03/2018 13:41 0

Rilis Syamina

Laporan Syamina: Pesan-pesan Osama bin Laden yang Terekspos

Buku catatan harian ini merupakan temuan berharga yang berisi perjalanan pemikiran seorang tokoh berpengaruh dalam dunia jihadisme.

Ahad, 25/03/2018 13:30 0

Arab Saudi

Pertama Kali, Maskapai India Diizinkan Melintasi Arab Saudi Menuju Israel

India Air Boeing 787-8 Dreamliner memasuki wilayah udara Saudi sekitar pukul 16.45 GMT pada hari Rabu. Pesawat itu melintasi langit kerajaan di ketinggian 40.000 kaki selama sekitar tiga jam.

Ahad, 25/03/2018 10:00 0

Suriah

Rusia Jatuhkan Bom Napalm di Kamp Pengungsi Ghouta, 37 Warga Terbakar

Sejumlah korban sipil dilaporkan tewas dalam serangan pada Jumat malam di Ghouta Timur Suriah.

Ahad, 25/03/2018 06:55 0

Amerika

Perang Ekonomi AS-Cina Berpotensi Picu Krisis Dunia

perseteruan Amerika Serikat dan Cina menyulitkan negara lain

Sabtu, 24/03/2018 17:16 0

Arab Saudi

Jual Senjata ke Arab Saudi, Amerika Serikat Terima Rp13.700 Triliun

Amerika Serikat dan Arab Saudi sepakat dalam jual beli senjata anti tank jenis TOW

Sabtu, 24/03/2018 16:49 0

Close