... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Lagi, Pejuang Ghouta Timur Serang Balik Militer Suriah

Foto: Wilayah Ghoutah, pinggiran Damaskus. Seakan kota yang tak berpenghuni

KIBLAT.NET, Damaskus – Pejuang Oposisi Suriah kembali meluncurkan serangan balik di Ghouta Timur pada Selasa (20/03). Sejumlah wilayah berhasil direbut dalam pertempuran ini.

Kantor berita Al-Jazeera dari korespondennya di Suriah melaporkan bahwa serangan itu diluncurkan oleh faksi Jaisyul Islam yang mengontrol Ghouta Timur bagian utara. Jaisyul Islam berhasil merebut sebagian besar kota Misraba, bagian-bagian wilayah pertanian Aba dan kota Beit Sawa di bagian timur Ghouta Timur setelah pertempuran sengit dengan pasukan rezim.

Pejuang saat ini juga hampir menyatukan kembali wilayah kontrol di Kota Harasta dan Duma. Dua kota yang dikendalikan pejuang itu terpisah sepekan lalu setelah rezim meluncurkan serangan sengit, yang dikawal kekuatan udara.

Pada saat yang sama, bentrokan terjadi di daerah selatan Ghouta Timur antara faksi Faylaq Ar-Rahman dan pasukan rezim yang didukung oleh milisi asing.

Pasukan rezim baru-baru ini membagi Ghouta Timur yang dikepung menjadi tiga bagian. Masing-masing bagian terisolasi antara satu dengan yang lain. Bagian adalah Kota Duma di sisi utara, Harasta dan Irbin di tengah dan Irbin Zamalka, Ain Turma, Jisrin dan kota lainnya di sisi selatan Ghouta Timur.

Di sisi lain, serangan udara di sejumlah kota Ghouta masih terjadi. Dilaporkan sebanyak 60 warga sipil tewas sepanjang Selasa akibat serangan jet Rusia dan Suriah.

Dalam perkembangan lain, sebanyak lima ribu lebih pemuda ditahan oleh pasukan rezim saat keluar dari Ghouta Timur melintasi Hamuriyah. Hamuriyah merupakan jalur aman yang disediakan rezim dan Rusia bagi warga Ghouta Timur yang ingin menyelamatkan diri dan pindah dari kota yang digambarkan oleh Sekjen PBB “negera di atas bumi itu”.

BACA JUGA  Turki Dikabarkan Akan Melebur Faksi-faksi Oposisi Suriah yang Didukungnya

Seluruh identitas warga yang melintasi Hamuriyah diambil paksa. Mereka dipisahkan antara laki-laki dan perempuan. Mereka ditahan di bawah tanah.

Para aktivis membicarakan, laki-laki yang keluar dari Ghouta melewati perlintasan itu mengalami penyiksaan hingga eksekusi mati.

Sumber: Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Umat Islam Papua Sepakat Tolak Semua Keinginan Persekutuan Gereja Jayapura

Umat Islam Papua sepakat tolak semua keinginan Persekutuan Gereja Jayapura

Selasa, 20/03/2018 19:16 1

Indonesia

KPAI: Kasus Kekerasan di Sekolah Mencoreng Dunia Pendidikan

Laporan yang masuk ke KPAI didominasi kekerasan fisik

Selasa, 20/03/2018 19:01 0

Indonesia

Usai Pertemuan dengan Bupati Jayapura, Sikap Umat Islam Papua Tak Berubah

Bupati Jayapura Mathius Awoitauw melakukan pertemuan dengan tokoh-tokoh agama sebagai respon atas protes Persekutuan Gereja terhadap azan dan syiar Islam

Selasa, 20/03/2018 17:49 0

Indonesia

Ahli Sebut UU Ormas Lebih Mundur dari Orde Baru, Ini Alasannya

Indra juga menyoroti kalimat "Dan lain-lain" yang tercantum dalam UU Ormas. Dia menyebut kalimat itu sebagai mandat kosong yang haram digunakan dalam perumusan undang-undang.

Selasa, 20/03/2018 16:50 0

Indonesia

KontraS: Ironis, Jokowi Beri Tempat Strategis kepada Penjahat HAM Masa Lalu

Jokowi yang menempatkan aktor-aktor penjahat hak asasi manusia (HAM) masa lalu pada posisi strategis di pemerintahan

Selasa, 20/03/2018 16:14 0

Indonesia

Romo Magnis Sebut Larangan Azan di Papua Karena Sentimen Anti-Pendatang

Budayawan Franz Magnis Suseno menyebut sikap Persekutuan Gereja-Gereja Jayapura (PGGJ) yang melarang azan dan syiar Islam lainnya karena sentimen terhadap pendatang.

Selasa, 20/03/2018 14:29 0

Indonesia

Wacana Kredit Pendidikan Munculkan Kekhawatiran di Masyarakat

Mustolih Siradj, Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta memandang wacana student loan atau kredit pendidikan memunculkan kekhawatiran di masyarakat.

Selasa, 20/03/2018 13:53 0

Opini

Direktur Baru CIA, Intel Berdarah Dingin?

Dunia dan Amerika dikejutkan dengan keputusan Donald Trump menunjuk Gina Haspel sebagai direktur baru CIA menggantikan Mike Pompeo yang saat ini menduduki jabatan sebagai menteri luar negeri. Hal ini menimbulkan reakasi di kalangan senator AS.

Selasa, 20/03/2018 10:46 0

Indonesia

Anshor Kendal Imbau Warga Serahkan Kasus Pembacokan Kiai Zainuri ke Polisi

"Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas musibah yang menimpa korban," katanya kepada kiblat.net pada Senin (19/3/18).

Selasa, 20/03/2018 09:46 0

Indonesia

Bantu Polisi, Anshor Bentuk Tim Investigasi Kasus Penganiayaan Kiai Zainuri

"Harapannya, kasus ini dapat diungkap seterang-terangnya sehingga tidak menjadi opini di masyarakat yang dapat menganggu kerukunan," terangnya.

Selasa, 20/03/2018 09:08 0

Close