Iran Bantah Tuduhan Pangeran Salman, Sembunyikan Hamzah bin Ladin

KIBLAT.NET, Teheran – Pemerintah Iran membantah, Selasa (20/03), tuduhan menyimpan putra Osama bin Laden dan mendukungnya sebagai pemimpin baru Al-Qaeda. Tuduhan itu dilontarkan Putra Mahkota Saudi, Pangeran Muhammad bin Salman.

Pangeran Mohammad mengatakan dalam sebuah wawancara dengan televisi CBS bahwa Iran melindungi operasi Al-Qaeda, termasuk beberapa kerabat Osama bin Laden. Dia menambahkan bahwa di antara mereka, anak Osama, yang digambarkan sebagai calon pemimpin baru Al-Qaeda. Salman mengatakan bahwa anak Osama hidup dan aktif di Iran. Pemerintah Iran melindunginya.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qasimi, menyebut pernyataan putra mahkota Saudi itu “kebohongan besar.”

Qasimi menjelaskan, setelah invasi AS ke Afghanistan pada tahun 2001, beberapa pejuang Al-Qaeda menyeberang ke Iran secara ilegal. Namun pihak berwenang berhasil menahan mereka dan menyerahkan ke asal negara masing-masing. Di antara mereka, kerabat dan keluarga Osama bin Ladin.

“Putri Bin Laden sudah diserahkan ke kedutaan besar Saudi di Teheran,” kata Qasimi seperti dikutip kantor berita resmi Iran, Tasnim.

“Berdasarkan konsultasi dengan Arab Saudi, anggota lain dari keluarga Bin Laden yang masuk Iran secara ilegal dideportasi,” katanya.

Hamza bin Laden, satu dari sekian banyak anggota keluarga bin Laden yang melarikan diri ke Iran setelah serangan 11 September di New York. Dokumen yang ditemukan di tempat persembunyian Osama bin Ladin di Pakistan menunjukkan bahwa Hamza telah berada di bawah tahanan rumah di Iran selama setidaknya satu periode. Tempatnya tidak diketahui pada saat itu.

Sejak Osama bin Laden terbunuh, kepemimpinan Al-Qaeda dipegang oleh Ayman al-Zawahiri. Namun, Hamza telah mengirim sejumlah surat atas nama organisasi tersebut dalam beberapa tahun terakhir yang mengancam meningkatkan serangan terhadap Barat.

Perlu dicatat, ketegangan antara kerajaan Sunni Saudi dan pemerintah Syiah Iran telah meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Mereka telah mengobarkan perang proksi di Timur Tengah dan sekitarnya, termasuk Iraq, Suriah dan Yaman.

Sumber: Reuters Arabic
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Ingin Langganan Artikel?
Daftarkan emailmu di sini untuk mendapatkan update artikel terbaru.
Anda dapat berhenti langganan kapan saja.
Anda mungkin juga berminat