... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Berlindung di Gedung Sekolah, Belasan Anak Ghouta Jadi Korban Jet Rusia

KIBLAT.NET, Damaskus – Sedikitnya 15 anak-anak dan dua wanita tewas setelah sebuah jet tempur yang diduga kuat milik Rusia menembakkan misil ke gedung sekolah di Kota Irbin di Ghouta Timur, pedesaan Damaskus, pada Senin (19/03). Warga memanfaatkan ruang bawah tanah gedung sekolah yang sudah tidak berfungsi akibat blokade itu untuk berlindung dari bom.

Sumber di lapangan mengungkapkan kepada Al-Jazeera, gedung sekolah itu dihantam dengan tiga misil. Lantai paling dasar dijadikan warga tempat berlindung dari serangan udara.

Lembaga pengawas HAM Suriah (SOHR) menambahkan, sedikitnya 50 orang luka-luka dalam insiden tersebut. Organisasi yang bermarkas di Inggris itu menduga kuat serangan itu dilakukan oleh jet tempur Rusia melihat kerusakan yang ditimbulkan.

“White Helmets saat ini masih mengevakuasi korban dari balik reruntuhan,” kata SOHR beberapa jam lalu, seperti dilansir dari Al-Arabiya.net, Selasa (20/03).

Al-Jazeera menambahkan, gempuran juga terjadi di Duma, Harasta dan Ein Turma. Menurut data yang dihimpun, total korban serangan udara pada Senin sedikitnya 32 sipil.

Dalam konteks terkait, Rusia mengklaim sebanyak 70 ribu lebih warga telah meninggalkan Ghouta Timur melalui jalur aman yang disediakan Rusia dan Suriah. Klaim Rusia itu di saat wilayah kontrol pejuang semakin menyusut.

Ghouta Timur sendiri saat ini terpecah menjadi tiga bagian. Hal itu mengakibatkan konsentrasi pejuang terganggu. Pejuang di setiap bagian itu harus berjibaku sendiri untuk menghalau serangan udara dan darat rezim Assad.

BACA JUGA  Narapidana di Penjara SDF Berontak, Sejumlah Tahanan ISIS Kabur

Rezim menerapkan strategi membangi Ghouta Timur setelah kurang lebih lima tahun gagal menaklukkan kota itu. Banyaknya terowongan yang dibangun oleh pejuang disinyalir menjadi sebab kegagalan bertahun-tahun tersebut.

Sementara kampanye militer terakhir ini, rezim yang dibantu Rusia mengerahkan kekuatan penuh. Militer Suriah dan Rusia menghujani Ghouta Timur dengan bom selama berhari-hari, kemudian baru mengerahkan pasukan darat. Hal itu menyebabkan konsentrasi pejuang pecah sehingga banyak wilayah terebut.

Sumber: Al-Arabiya, Al-Jazeera
Redaktur: Sulhi El-Izzi

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Indonesia

Romo Magnis Sebut Larangan Azan di Papua Karena Sentimen Anti-Pendatang

Budayawan Franz Magnis Suseno menyebut sikap Persekutuan Gereja-Gereja Jayapura (PGGJ) yang melarang azan dan syiar Islam lainnya karena sentimen terhadap pendatang.

Selasa, 20/03/2018 14:29 0

Indonesia

Wacana Kredit Pendidikan Munculkan Kekhawatiran di Masyarakat

Mustolih Siradj, Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta memandang wacana student loan atau kredit pendidikan memunculkan kekhawatiran di masyarakat.

Selasa, 20/03/2018 13:53 0

Opini

Direktur Baru CIA, Intel Berdarah Dingin?

Dunia dan Amerika dikejutkan dengan keputusan Donald Trump menunjuk Gina Haspel sebagai direktur baru CIA menggantikan Mike Pompeo yang saat ini menduduki jabatan sebagai menteri luar negeri. Hal ini menimbulkan reakasi di kalangan senator AS.

Selasa, 20/03/2018 10:46 0

Indonesia

Anshor Kendal Imbau Warga Serahkan Kasus Pembacokan Kiai Zainuri ke Polisi

"Kami menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas musibah yang menimpa korban," katanya kepada kiblat.net pada Senin (19/3/18).

Selasa, 20/03/2018 09:46 0

Indonesia

Bantu Polisi, Anshor Bentuk Tim Investigasi Kasus Penganiayaan Kiai Zainuri

"Harapannya, kasus ini dapat diungkap seterang-terangnya sehingga tidak menjadi opini di masyarakat yang dapat menganggu kerukunan," terangnya.

Selasa, 20/03/2018 09:08 0

Indonesia

Kasus Siyono Belum Tuntas, Densus Seperti Dapat Proteksi Paripurna

"Karena makin lama, bau amisnya ini kan tidak akan bisa ditahan lagi," ungkapnya.

Selasa, 20/03/2018 08:32 0

Indonesia

KontraS Kecam Larangan Cadar di Lembaga Pendidikan

"Membatasi seorang perempuan dalam berpakaian itu sikap yang melanggar HAM, dan itu sikap yang akhirnya berdampak pada hak asasi mahasiswa untuk berpendidikan," ungkapnya.

Selasa, 20/03/2018 07:45 0

Indonesia

Kondisi Kiai Zainuri Membaik, Namun Masih Lemas

"Alhamdulillah kondisi sekarang beliau sudah membaik, cuma KH Zaenury itu menghabiskan banyak darah di lengannya," ujarnya kepada kiblat.net pada Senin (19/3/18).

Selasa, 20/03/2018 07:24 0

Indonesia

Begini Kronologi Kiai Ahmad Zainuri Dibacok

Nurul Khulsum, warga yang rumahnya bersebelahan dengan korban, menuturkan kepada Kiblat.net pada Senin (19/03) detik-detik insiden tersebut. Korban pertama yang dibacok adalah menantu Kiai Zaenury, Agus Sakhban.

Selasa, 20/03/2018 07:06 0

Indonesia

Kredit Pendidikan Ribawisasi Dunia Pelajar

Dosen Fakultas Syariah dan Hukum UIN Jakarta, Mustolih Siradj mewarning wacana pemerintah untuk kembali menjalankan program kredit pendidikan. Pasalnya kredit pendidikan sangat rawan masuk ke ranah dosa besar riba.

Senin, 19/03/2018 20:39 0

Close