... Waktu Shalat
...
Shubuh
...
Dzuhur
...
Ashar
...
Maghrib
...
Isya
...

News

Editorial: 7 Tahun Suriah, Derita Tanpa Jeda

Foto: 7 tahun perang Suriah

KIBLAT.NET – Menginjak tahun ketujuh, krisis Suriah belum menunjukkan tanda-tanda akan mereda. Kekuatan tempur Bashar Assad tak segan untuk meningkatkan ekskalasi serangan di wilayah dengan kontrol oposisi lemah. Korban pun semakin banyak berjatuhan, terutama dari warga sipil.

Dalih serangan Assad sangat simplifikatif, menghancurkan kekuatan perlawanan yang dia sebut sebagai “teroris”. Kata itu setidaknya cukup relevan digunakan untuk menjaring dukungan dunia internasional. Akhirnya, Rusia sang sekutu lama pun turut masuk, membantu rezim Assad dengan dalih yang sama.

Dalih lain yang tak dipungkiri adalah isu sektarian, yang menjadi magnet kekuatan Iran dan milisi seideologi semisal Hizbullah Lebanon dan PMA Iraq. Kekuatan tempur, mereka sodorkan sebagai suplemen pasukan Assad yang sebelumnya banyak membelot.

Laporan jumlah korban terbaru, menunjukkan lebih dari setengah juta tewas dalam krisis tersebut. Mayoritas korban adalah warga sipil, dengan prosentase mencapai 85%. Besar kemungkinan, angka pasti korban yang berjatuhan melebihi jumlah yang dirilis Syrian Observatorium of Human Right (SOHR) ini.

Angka itu belum mencakup korban luka ataupun pengungsi. Sangat wajar jika korban terus bertambah, karena laporan serangan oleh Rezim hampir tak mengenal hari libur. Korban yang berdarah-darah hingga yang terbungkus kain kafan sudah bukan hal asing lagi. Selain para pengungsi yang terkepung atau meninggalkan negerinya.

No pict is hoax, begitulah slogan khalayak untuk mencari kebenaran sebuah kabar. Soal Suriah, tak diragukan bahwa foto bukti kekerasan telah banyak dibagikan. Meskipun, diakui ada sejumlah foto yang dipersoalkan tentang kebenarannya. Sehingga memunculkan kesan ragu akan krisis kemanusiaan tersebut.

BACA JUGA  Pangeran Diponegoro dan Meletusnya Perang Jawa

Sebut saja foto bocah Marwan, pada tahun 2014, yang terlihat payah sendrian membawa plastik besar ketika mengungsi ke Yordania. Foto rilisan UNHCR itu banyak dibagikan untuk menunjukkan tragedi Suriah. Setelah viral, foto itu dipersoalkan karena dianggap tak sesuai fakta. Ternyata dia tak sendirian, hanya terpisah beberapa meter dari rombongan pengungsi lainnya.

Akhirnya, mereka yang ingin peduli dengan para korban Suriah menjadi objek bullying karena memviralkan foto itu. Persepsi yang muncul, foto hoax banyak diedarkan untuk menarik simpati soal Suriah. Hingga, muncul kebimbangan dari para dermawan untuk membantu korban di sana.

Peristiwa pada dasarnya tidak bisa dilihat dari satu sudut pandang. Apakah satu foto yang diperdebatkan lantas menutupi ribuan foto lain yang asli? Apakah dalam hal ini “nila setitik sudah merusak susu sebelanga”? Padahal sekalipun itu nila, tak lantas merubah wujud susu yang putih. Ia akan tetap menjadi susu meskipun rasanya sudah beda.

Begitu juga dalam kasus Suriah, hal itu tak lantas membuyarkan fakta tragedi. Ia tetap nyata dan tak kabur dengan sejumlah foto yang memunculkan keraguan. Karena bukan hanya foto yang bersaksi, tetapi kejadian itu sendirilah saksinya.

Di sisi lain, muncul juga foto-foto yang menunjukkan kenyamanan pemerintah Damaskus. Seperti gelaran pemilu 2016 lalu yang mengesankan bahwa Bashar Assad mendapat dukungan rakyat Suriah. Padahal, gelaran pemilu diberlakukan menyeluruh di seluruh wilayah.

BACA JUGA  Hukum Mention Wanita Bukan Mahram di Sosial Media

Kalau begitu, wajar jika pemilu berjalan lancar. Karena berada di daerah yang dikendalikan dan otomatis mendapat pengawalan ketat dari pasukan keamanan, baik dalam negeri maupun asing.

Hal tersebut hanya sebagian dari upaya-upaya pengaburan krisis kemanusiaan di Suriah. Tak jarang, foto asli disebarkan dengan bumbu narasi palsu. Inilah syubhat, yang penawarnya adalah informasi yang menyingkap peristiwa secara utuh. Akan tampak siapa penebar hoax dan yang jujur darinya.

Tragedi kemanusiaan di Suriah perlu diyakini tidak akan bisa dirusak dengan upaya-upaya semacam itu. Saking banyaknya bukti, bau busuk kebohongan dengan sendirinya akan tercium. Seorang yang jujur akan mampu menyibak kabut kepalsuan dengan hati nurani, kecuali jika di dalam hati terdapat rasa iri dan benci.

Share on Facebook Share on Twitter

Apa Reaksi Anda Tentang Artikel Ini?

Ikuti Topik:

Berikan komentar

Your email address will not be published. Required fields are marked *

 

Berita Lainnya

Suriah

Pengusiran Warga Ghouta Timur Dimulai

Ribuan warga sipil, Kamis (15/03), berbondong-bondong mengungsi dari Kota Hamuriyah dan sekitarnya

Jum'at, 16/03/2018 14:16 0

Khutbah Jum'at

Ujian Bagi Manusia dan Rahasia Menghadapinya

Ujian Bagi Manusia dan Rahasia Menghadapinya Khutbah I الحمد لله الذي أصلحَ الضمائرَ، ونقّى السرائرَ،...

Jum'at, 16/03/2018 14:15 0

Indonesia

Soal Larangan Cadar, IAIN Bukittinggi Abaikan Peringatan MUI

Awalnya, Buya Gusrizal menyampaikan masukan agar larangan ini dicabut melalui pesan singkat atas nama pribadi kepada pimpinan kampus. Sayangnya, masukkan itu tidak menjadi pertimbangan oleh pihak kampus.

Jum'at, 16/03/2018 13:28 0

Indonesia

Romo: Statement Kapolri Tak Hapus Dugaan Teror Orang Gila Dikoordinir

"Dipastikan itu ada yang mengkoordinir tetapi kita tidak bisa mengatakan Kapolri bohong, bahwa dia belum menemukan, bisa saja. Tetapi bahwa statemen Kapolri belum menemukan itu tidak menafikan bahwa penyerahan ulama ini dikoordinir," ungkapnya

Jum'at, 16/03/2018 06:30 0

Indonesia

Datangi UNHCR, PKS Bahas Pengungsi dan Korban Konflik

Sejumlah politisi Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyambangi kantor UNHCR-PBB di Jenewa, Swiss. Kedatangan Delegasi PKS ini membawa isu seputar para pengungsi dan korban konflik dunia.

Kamis, 15/03/2018 18:39 0

Indonesia

Budi Waseso Desak Pemerintah Tegas Tangani Narkotika

Menyikapi darurat narkoba yang melanda Indonesia, mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Budi Waseso mengimbau pada pemerintah agar lebih optimal dalam mengedukasi masyarakat terhadap bahaya narkotika.

Kamis, 15/03/2018 18:03 0

Amerika

Tiga Pelaku Pemboman Masjid di Illinois Dibekuk Aparat

Tiga orang anggota dari sebuah komunitas di Illinois, Amerika Serikat ditangkap oleh kepolisian pada Selasa lalu (13/03/2018) atas dakwaan pemboman sebuah Masjid di kawasan Minneapolis pada 2017 lalu.

Kamis, 15/03/2018 17:13 0

Indonesia

UU Dinilai Lemah, Fahira Idris Himbau Masyarakat Lawan Mafia Narkoba

Kejahatan narkotika di Indonesia sudah mencapai tahap yang membahayakan bagi eksistensi Indonesia sebagai sebuah bangsa.

Kamis, 15/03/2018 16:32 0

Indonesia

BI dan OJK Akui Suku Bunga Pinjaman Tinggi Rusak Stabilitas Keuangan Negara

bunga pinjaman yang terlalu tinggi berisiko menimbulkan gagal bayar. "Kami berkaca pada rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) seperti apa? Saya khawatirkan peer to peer lending ini dampaknya ke ekonomi," kata dia.

Kamis, 15/03/2018 13:20 0

Indonesia

LKM Syariah Diminta Inovatif Tumbuhkan Inklusi Keuangan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berharap Lembaga Keuangan Mikro (LKM) syariah di pesantren dapat berkembang. Perkembangannya bukan hanya di lingkungan pesantren namun juga di kalangan masyarakat pada umumnya, sehingga membantu menumbuhkan inklusi keuangan.

Kamis, 15/03/2018 13:01 0

Close